Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Bekal


__ADS_3

"Apa tadi dia ingin menciumku yah? Tapikan dia tidak menyukaiku, jadi untuk apa dia melakukan itu. Tapi tadi dia... Haisshh... Membuat bingung saja. Sebenarnya dia itu maunya apa sih? Kenapa dia suka sekali membuatku bingung, tapi dia kemana yah kok nggak balik-balik? Apa dia udah balik ke kamarnya yah?" Gumam Mitha, sambil menatap kearah pintu kamarnya yang tertutup. Dan benar dugaan Mitha, Rendi sudah kembali ke kamarnya. Saat ini dia tengah berbaring dikasurnya yang empuk, dengan sejuta pemikiran dikepalanya.


"Pokoknya gue nggak boleh sampai khilaf lagi, gue nggak boleh sampai tergoda apalagi sampai terbawa suasana lagi. Bisa-bisa tuh anak kege'eran dan besar kepala lagi, huuffftt... Udahlah, daripada mikirin itu mending gue tidur lagi, ngantuk."


Dikamar Mitha.


Ceklek.


Mitha segera keluar dari kamar mandi dan bergegas mengambil mukena dan sajadahnya.


"Gara-gara Rendi, aku hampir aja ketinggalan waktu sholat." Ucap Mitha, sambil mengenakan mukenanya. Walaupun kepalanya masih agak terasa pening, tapi Mitha abaikan dan segera melaksanakan sholat subuh.


***


"Siap, selesai." Ucap Mitha setelah menutup kotak bekal yang disiapkannya. "Sekarang tinggal siap-siap." Ucap Mitha lagi dan bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah. Yap, hari ini adalah hari Senin. Mitha sudah kembali dari rumah Rendi sejak kemarin sore, seharian dia habiskan waktunya dirumah Rendi bersama dengan ibu mertuanya, yang tidak henti-hentinya meminta maaf karena meninggalkan Mitha dirumah dan tidak ada saat Mitha pingsan.


Walaupun Mitha sudah bilang tidak apa-apa, tetap saja Bunda Desi merasa tidak enak pada Mitha. Dan pada akhirnya sebagai penebus rasa bersalah Bunda Desi, dia akan mengajak Mitha untuk shopping. Sebenarnya Mitha sudah menolak, tapi karena Bunda Desi memaksa akhirnya dia pun setuju.


Sedangkan Rendi, setelah dia keluar dari kamar Mitha untuk mengejar Nia, Mitha sudah tidak melihat batang hidungnya lagi sampai saatnya dia pulang. Entah dia memang sengaja untuk menghindari Mitha atau tidak, entahlah Mitha tidak tau.


"Kamu yakin mau ke sekolah Dek?" Tanya Miko saat melihat Mitha menaiki sepedanya.


"Iya, Kakak tenang aja, Mitha udah nggak papa kok. Lihat, muka Mitha udah nggak pucat lagi kan?" Ucap Mitha sambil menunjukkan wajahnya.


"Yah tapi kan kemarin kamu sempat pingsan Dek, Kakak cuman khawatir kamu kenapa-napa disekolah nanti." Ucap Miko dengan khawatir, Miko memang sudah tau tentang Mitha yang pingsan dirumah Rendi saat pergi menjemput Mitha kemarin dirumah Rendi.

__ADS_1


"Insya Allah Mitha bisa jaga diri kok Kak."


"Tapi Dek..."


"Kak pleace... Ijinin Mitha ke sekolah yahh... Hari ini Mitha ada ulangan, boleh yah Kak... Pleace..." Mohon Mitha.


"Hhuuffftt... Yaudah, Kakak ijinin. Tapi dengan syarat, Kakak yang akan anterin kamu ke sekolah dan jika ada apa-apa di sekolah nanti, kamu harus segera hubungin Kakak, ok?" Pasrah Miko akhirnya, karena tidak tega melihat Mitha yang memohon.


"Iya, Mitha bakal langsung hubungin Kakak jika terjadi sesuatu sama Mitha di sekolah. Tapi soal dianterin, kayaknya nggak usah deh Kak. Lagian Mitha kan berangkatnya bareng Abi, jadi Kakak nggak usah khawatir."


"Yaudah kalau kamu maunya gitu, tapi hati-hati yah."


"Siap Bosque." Ucap Mitha, sambil menempelkan tangannya didahi, seperti orang yang sedang memberi hormat. "Yaudah aku berangkat dulu yah Kak, Abi udah dateng tuh." Ucap Mitha sambil menunjuk Bian yang sudah ada didepan gerbang rumahnya.


"Iya, hati-hati."


"Waalaikum salam."


Setelah itu, Mitha dan Bian pun berangkat bersama ke sekolah.


Di sekolah.


Tidak lama setelah Mitha memarkirkan sepedanya bersama Bian, Rendi dan teman-temannya juga sudah datang dan memarkirkan motor mereka. Melihat itu Mitha pun tersenyum kecil, apalagi saat melihat Rendi datang sendiri, padahal biasanya dia datang bersama Sasya.


"Bi, aku kesana bentar yah." Pamit Mitha.

__ADS_1


"Hem, kemana?"


"Kesana bentar." Tunjuk Mitha pada Rendi.


"Mau ngapa... in." Baru saja Bian akan bertanya, Mitha sudah berjalan menuju tempat Rendi.


"Mau ngapain lagi sih tuh anak." Gumam Bian dengan hendak menyusul, namun tiba-tiba ada anak OSIS yang memanggilnya dan menanyakan tentang rapat OSIS nanti. Bian pun sesekali melirik kearah Mitha sambil berbicara dengan anak OSIS itu. Balik lagi ke Mitha.


"Assalamualaikum." Salam Mitha pada Rendi dan teman-temannya.


"Waalaikum salam." Jawab Rendi dan teman-temannya.


"Eh ada Mitha, tumben nyamperin?" Tanya Vino. Bukannya menjawab, Mitha malah membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah paperbag.


"Ini, buat kamu." Ucap Mitha sambil memberikan Rendi paperbag yang dibawanya.


"Apaan nih?" Tanya Rendi dengan mengerutkan kedua alisnya.


"Emm... Bekal buat kamu, anggap aja sebagai tanda terima kasih aku buat pertolongan kamu kemarin."


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅


Kira-kira Rendi bakal terima bekal dari Mitha atau nggak yah???

__ADS_1


Tungguin lanjutannya yah😊😊 Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰


__ADS_2