
"Kalau ngomong sama orang tuh jangan nunduk-nunduk terus, nggak sopan." Ucap Rendi sambil memegang dagu Mitha agar agar tidak menunduk lagi, dan alhasil pandangan mereka pun kembali bertemu. Tidak lama, karena Mitha segera memutusnya dan memandang kearah lain.
"Makasih karena semalam udah nolongin aku." Ucap Mitha setelah terdiam sebentar.
"Hmm."
"Dan maaf karena gara-gara ngurusin aku yang pingsan, kamu jadi nggak bisa pergi ke pesta teman kamu."
"Hmm."
"Maaf juga udah bikin kamu repot ngurusin aku." Ucap Mitha lagi, sedangkan Rendi hanya tersenyum miring mendengarnya.
"Baguslah kalau lo nyadar diri, asal tau aja ini nggak gratis." Ucap Rendi dengan tampang menyebalkannya.
"Hah? Maksud kamu?"
"Ck, lemot. Katanya pinter, masa itu aja nggak ngerti."
"Kamu minta imbalan?"
"Nha, itu tau."
__ADS_1
"Berapa?"
"Apanya?"
"Imbalan yang kamu minta, uang kan?"
"Ck, lo pikir gue udah kere apa sampai minta-minta yang sama lo. Gue mau minta yang lain."
"Apa?"
Baru saja Mitha selesai berbicara, tiba-tiba Rendi memajukan badannya dan mengikis jarak diantara mereka.
"Ka... Kamu mau apa?" Tanya Mitha dengan gugup saat jarak Rendi semakin dekat dengannya.
"Astaga... Semoga jantungku tidak sampai bermasalah, karena terus berdebar kencang seperti ini." Batin Mitha sambil mencengkram selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya. Cengkraman Mitha semakin kuat saat tiba-tiba Rendi meniup wajahnya.
Fiyuuuhhh...
Mitha spontan menutup mata saat Rendi meniup wajahnya.
"Kenapa merem, hem?" Tanya Rendi saat melihat Mitha memejamkan matanya. Mendengar itu, Mitha segera membuka matanya, dan menatap Rendi dengan wajah polosnya. Jujur saja saat ini dia merasa kebingungan dengan sikap Rendi.
__ADS_1
"Nih orang sebenarnya mau apa sih?" Batin Mitha.
"Tadi kenapa merem? Berharap gue cium yah?" Ledek Rendi.
"Hah? Eng... Enggak kok, tadi itu reflek aja karena kamu tiba-tiba meniup wajahku. Lagian kamu ngapain sih lakuin itu? Dan tolong singkirkan tanganmu dari wajahku." Ucap Mitha sambil menepis tangan Rendi yang ada di wajahnya.
"Santai aja dong, gue cuman mau ngambil bulu mata lo yang jatuh. Dan karena masih ada yang tertinggal, jadi gue tiup aja." Ucap Rendi.
"Oohhh... Mau ambil bulu mata yang jatuh toh, kirain..." Batin Mitha, dia pun reflek menggelengkan kepala karena sudah salah paham pada Rendi.
"Kok muka lo merah, lo masih nggak enak badan?" Tanya Rendi disaat melihat wajah Mitha yang memerah, lebih tepatnya sedang merona malu. Tapi karena tak ingin Rendi tau, jadi dia mengiyakannya saja.
"Hah? I... Iya mungkin."
Disaat Rendi tengah memperhatikan wajah Mitha yang memerah, tanpa sengaja pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Mitha. Rendi kemudian melirik bibir Mitha yang terlihat sedikit pucat, namun juga terlihat menggoda (Upsss...)
Rendi mencoba menghilangkan pikiran buruk yang tiba-tiba terlintas di kepalanya, namun pikiran dan badannya tidak bekerja sama dengan baik. Entah keberanian darimana, Rendi semakin memajukan wajahnya. Mitha yang melihatnya hanya diam saja, karena mengira kalau Rendi hanya ingin mengerjainya saja atau membuatnya salah paham.
...****************...
Assalamualaikum para readers kiuuu 😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰