Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Pacar baru


__ADS_3

Saat Mitha hendak melangkah, dia melihat Vita yang sepertinya sedang tidak sibuk.


"Vita! Kemari sebentar!" Seru Mitha memanggil Vita.


"Ada apa?" Tanya Vita saat sudah berada di depan Mitha.


"Tolong antar dia untuk memilih gaun yang disukainya." Ucap Mitha sambil menunjuk teman wanita Rendi.


"Mari Kak, silahkan ikut saya." Ucap Vita dengan sopan.


"Mmm... Sayang, kamu mau ikut atau mau nunggu disini aja?" Tanya wanita itu pada Rendi.


"Aku tunggu disini aja yah sayang, nggak papakan?"


"Iya sayang nggak papa kok, yaudah, aku kesana dulu yah." Pamit wanita itu dengan tersenyum manis kearah Rendi.

__ADS_1


"Iya sayang." Balas Rendi, dengan tersenyum manis juga. Membuat Mitha semakin jengah melihatnya.


Vita pun mengajak wanita itu untuk pergi melihat-lihat dan memilih gaun yang disukainya, meninggalkan Mitha dan Rendi yang masih berdiri ditempat masing-masing.


***


"Dia cewek gue, namanya Aleta." Ucap Rendi tiba-tiba, saat Mitha meletakkan minuman dingin dan beberapa cemilan dimeja depan Rendi. Saat ini mereka tengah berada di ruang tunggu, yang khusus dibuat Mitha untuk mereka yang sedang menunggu saudara, teman, kerabat, ataupun pacar, yang sedang berbelanja di stand baju miliknya. Sengaja, agar mereka tidak merasa bosan saat menunggu. Ditempat itu disediakan minuman dan cemilan, juga ada perpustakaan mini, untuk mereka yang suka membaca. Back to Rendi.


Mitha mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rendi, namun bersikap cuek saja, seolah tidak mendengarkannya.


pengunjung sebelumnya. Mitha pun beranjak keluar, mengabaikan kehadiran Rendi diruangan itu. Rendi yang merasa diabaikan oleh Mitha pun jadi merasa jengkel, sebenarnya Rendi daritadi menunggu Mitha berbicara dan bertanya tentang wanita yang bersamanya tadi, namun Mitha hanya diam saja. Dia hanya mengajak Rendi keruang tunggu itu, dan memberinya minuman dan cemilan. Bahkan setelah dia berbicara pun, Mitha hanya diam saja. Membuat Rendi jadi tambah jengkel saja, karena Mitha terus mengabaikannya. "Ck, lo denger nggak sih gue ngomong? Lo punya telinga buat ngedenger, dan mulut buat bicara kan?" Sentak Rendi pelan, sambil mencekal lengan Mitha, yang hendak kembali ke pengunjung yang ditinggalkannya tadi.


Melihat Mitha masih hanya diam saja, dan malah menatapnya dengan wajah datar, Rendi kembali berbicara.


"Daritadi gue ngomong lo malah diem aja, lo pikir gue patung atau makhluk tak kasat mata, hah?" Sentak Rendi lagi, masih dengan memegang lengan Mitha.

__ADS_1


"Jadi aku harus gimana? Apa aku harus teriak sambil loncat-loncat, dan bilang kalau pria yang berstatuskan sebagai suamiku, ternyata punya pacar baru lagi. Atau aku harus nangis-nangis, karena suamiku ternyata punya pacar dua, iya? Ucap Mitha pelan namun penuh dengan penekanan, dan jangan lupa dengan wajah datar yang senantiasa setia menemani wajah Mitha sejak tadi.


"Ya nggak gitu juga kali." Gerutu Rendi.


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Ahh sudahlah, nggak usah dibahas lagi." Kesal Rendi, karena bingung harus menjawab apa.


...****************...


Assalamualaikum para readers kiuu semuanya...😁☺️😊


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah...


Like, komen dan votenya, author tunggu yah...

__ADS_1


Kritik dan saran dari teman-teman semua, akan sangat membantu Author...πŸ˜ƒπŸ˜˜


__ADS_2