Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Mahar 500 ribu


__ADS_3

"Yaudah yuk, kita kekelas." Ajak Rendi, dan diangguki oleh Sasya. Mereka pun berjalan bersama menuju kekelas mereka. Saat berjalan diparkiran, Rendi tidak sengaja melihat sepeda Mitha. "Udah sampai juga dia ternyata." Batinnya.


"Aduh sayang, kayaknya aku harus ke toilet dulu deh. Perut aku tiba-tiba sakit soalnya." Keluh Sasya sambil memegangi perutnya.


"Mau dianter?"


"Nggak usah sayang, aku sendiri aja. Kamu ke kelas aja duluan." Usai mengatakan itu, Sasya segera berlari ke toilet. Rendi pun berjalan sendirian, melanjutkan langkahnya menuju kelas. Hingga tiba-tiba langkahnya terhenti, karena teringat sesuatu. "Oh iya, gue kan mau balikin dompet tuh cewek. Gue chat aja kali yah." Rendi pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana, dan mengirimi Mitha pesan.


Drrttt... Drrrttt...


Mitha yang mendengar ponselnya bergetar, segera mengambil ponselnya yang ada di saku roknya. Memicingkan mata saat melihat nama orang yang mengiriminya pesan.

__ADS_1


"Ngapain lagi nih cowok ngechat aku? Apa dia mau memintaku berbohong lagi?" Batin Mitha kesal, karena mengingat chat Rendi yang sebelumnya, yang memintanya untuk berbohong, jika Bundanya menelpon. Untung saja Ibu mertuanya itu tidak menghubunginya, jadi dia tidak perlu berbohong. Kalaupun Ibu mertuanya menelponnya, Mitha tetap akan berbicara jujur dan tidak berbohong seperti yang diinginkan Rendi. Biar saja Rendi dimarahi daripada dia harus berdosa karena sudah membohongi Ibu mertuanya.


Sebenarnya Mitha ingin mengabaikan chat dari Rendi, tapi ponselnya kembali bergetar. Membuatnya jadi penasaran juga, kenapa Rendi terus mengiriminya pesan. Menekan rasa kesalnya, Mitha pun membuka chat dari Rendi.


"Belakang sekolah, sekarang!"


"Jangan lama!"


Chat yang bernada perintah dari Rendi itu, sukses membuat kening Mitha berkerut. "Ngapain dia ngajakin aku ketemuan dibelakang sekolah?" Batin Mitha penasaran. Haa... Daripada dia penasaran, sebaiknya dia segera menemui Rendi. Sebelum dia marah-marah dan mengeluarkan tanduknya.


"Mau ke toilet dulu." Ucap Mitha, berbohong? Tidak juga, karena dia memang ingin ke toilet dulu. Awalnya Mitha memang ingin segera menemui Rendi, tapi tiba-tiba dia kepikiran sesuatu. Kenapa juga dia harus buru-buru menemui Rendi, biarkan saja dia menunggu. Bodo amat kalau Rendi harus menunggu lama, jujur saja dia masih kesal pada Rendi, karena pernah meninggalkannya di pinggir jalan sendirian, dan membuatnya hampir dilecehkan. Ah, sudahlah... Mitha tidak ingin mengingat-ingatnya lagi, Mitha akan menganggap itu semua hanyalah mimpi buruk. Walaupun kenyataannya, bayangan kejadian malam itu masih sering muncul di kepalanya. Sampai-sampai Mitha harus melewati jalan lain untuk ke sekolah, karena tidak ingin melewati jalanan depan warung itu lagi. Walaupun Mitha harus menggowes sepedanya lebih jauh dari biasanya, Mitha tidak mempermasalahkannya. Asal dia tidak lewat jalan itu lagi, dan bertemu anak-anak geng motor itu. Walau mereka mungkin tidak akan selalu ada disana, tapi untuk antisipasi dan jaga-jaga, Mitha lebih memilih jalan lain. Meskipun jaraknya sedikit lebih jauh kesekolah. Untung kemarin Mitha sudah menyuruh Pak Min pergi mengambil sepedanya di warung depan gang, jadi dia tinggal memakainya pagi ini.

__ADS_1


"Mana sih tuh cewek? Lama banget, mana banyak nyamuk lagi. Tau gini, gue ngajakin dia ketemu di tempat lain tadi." Sungut Rendi karena kelamaan nungguin Mitha. Sambil menunggu Mitha, tangan Rendi sesekali menepuk nyamuk yang menggigitnya, dan tak lupa disertai dengan omelan-omelan Rendi, karena Mitha tidak datang-datang juga. Disela-sela kegiatannya itu, Rendi jadi teringat sesuatu. Segera dia keluarkan dompet Mitha dari tasnya, dompet berwarna cokelat muda itu dibolak-balik sama Rendi.


"Selera dia lumayan juga. Jadi penasaran gue, apa aja isinya." Setelah mengatakan itu, Rendi pun segera membuka dompetnya. Hal pertama yang dilihatnya adalah kartu identitas Mitha, lalu Rendi pun melihat bagian lainnya. Ada 5 lembar uang merah yang Rendi temukan, melihatnya Rendi jadi teringat dengan uang mahar yang gadis itu minta.


Awalnya dia pikir kalau Mitha akan menyebutkan nominal uang yang banyak, tapi ternyata dia salah. Mitha hanya meminta mahar 500 ribu, dan seperangkat alat sholat. Rendi sempat tercengang mendengarnya, dan menanyakannya lagi. Takutnya kalau Mitha salah ucap, bukannya 500 ribu tapi 500 juta. Tapi Mitha kembali menegaskan, kalau dia hanya minta uang mahar sebanyak 500 ribu saja. Saat ditanya kenapa? Mitha hanya menjawab, kalau sebaik-baiknya uang mahar adalah yang tidak memberatkan.


Walaupun orang tua Rendi mengatakan tidak apa-apa, jika Mitha meminta nominal yang lebih tinggi lagi. Tapi ditolak Mitha dengan halus, katanya yang paling penting adalah sah secara agama dan negara.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅

__ADS_1


Kira-kira Rendi bakal nemu apa yah, di dompetnya Mitha? Hayyoo tebaakkk...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰


__ADS_2