
Bian sendiri bukannya jadi semangat, malah jadi kurang fokus mendengar teriakan nyeleneh dari para sahabatnya. Rendi yang melihatnya, segera memanfaatkan kesempatan itu. Saat Bian akan memukulnya kembali, Rendi segera menahan tangan Bian dan membalikkan keadaan. Sekarang Rendi lah yang berada di atas tubuh Bian, dan membalas pukulan yang diberikan Bian padanya tadi.
BUGH...
BUGH...
BUGH...
Melihat Bian dipukuli, Reno cs segera menghentikan yel-yel nyeleneh mereka dan segera berlari menolong Bian. Sedangkan Sasya yang melihat sang pacar berhasil menguasai keadaan, sontak bersorak menyemangati.
"Ayo sayang semangat! Jangan mau kalah." Seru Sasya dengan semangat pada Rendi, sehingga membuat Mitha memutar bola matanya malas.
"WOY! Lepasin Abi!" Seru Reno sambil menarik tangan kanan Rendi, yang akan dipakai Rendi untuk memukul Bian. Namun tenaga Rendi lebih besar darinya, hanya dengan sekali sentakan, tangan Rendi langsung terlepas dari tangan Reno, dan diapun kembali memukul Bian.
Namun belum sampai tangannya menyentuh kulit Bian, Bian sudah terlebih dulu menahan tangan Rendi, dan mendorongnya ke belakang. Saat Rendi lengah, Bian segera bangkit dan menendang perut Rendi. Tak mau kalah, Rendi segera membalas pukulan-pukulan Bian. Mereka pun saling memukul dan menendang, Reno dan Satya pun bergegas melerai mereka. Namun gagal, karena keduanya saat ini sedang dikuasai oleh emosi.
Rangga cs yang melihat keadaan sudah semakin kacau, segera berlari untuk melerai mereka. Sebenarnya Rangga dan kedua temannya sudah datang sejak tadi, namun mereka diam saja saat Bian memukul Rendi. Karena sama dengan Reno cs, Rangga cs pun juga geram dengan kelakuan Rendi yang masih menjalin hubungan dengan Sasya. Dan bahkan tidak segan-segan memperlihatkan kemesraannya dengan sang pacar didepan Mitha.
Akhirnya setelah terjadi aksi tarik menarik selama beberapa saat, Rendi dan Bian pun berhasil dipisahkan dan dijauhkan.
"SINTING LO!" Teriak Rendi pada Bian.
__ADS_1
"Elo yang sinting! Bukan cuman sinting, tapi lo juga nggak punya otak. Udah punya istri tapi masih main gila sama cewek lain. Gue bahkan ragu, lo punya hati. Dasar playboy cap cicak." Balas Bian tidak mau kalah.
"Hah? Playboy cap cicak? Baru denger gue, biasanya kan cap kadal atau buaya, lah ini cicak, hehe..." Kekeh Vino, namun hanya sebentar, karena Rendi langsung menghadiahinya dengan lirikan tajam.
"Hehe... Peace... Canda cicak, eh maksudnya bercanda doang, hehe..." Cengir Vino, sehingga membuat Rendi menghela nafas dengan kasar, dan kembali menatap Bian.
"Terserah lo mau bilang apa, gue nggak peduli. Lagian kenapa lo yang sewot sih? Mitha nya aja nggak keberatan gue masih ngejalin hubungan sama cewek lain, kenapa sekarang jadi lo yang marah-marah, hah?" Seru Rendi dengan kesal.
"Jelas aja gue marah, karena gue nggak terima, cewek yang selama ini gue jaga, punya suami b*rengs* kayak lo. Ngerti?" Sentak Bian, membuat Rendi yang mendengarnya jadi tersenyum miring.
"Kenapa? Lo suka sama dia? Ambil aja, gue nggak butuh. Lagian juga gue nikahin dia karena TERPAKSA, bagi gue dia itu cuman parasit dan beban yang harus gue buang jauh-jauh. Jadi kalo lo mau pungut dia silahkan, ambil aja BEKAS gue itu." Ucap Rendi dengan menekankan kata terpaksa dan bekas, sambil menunjuk kearah Mitha. Dan sontak hal itu kembali memantik amarah Bian dan yang lainnya.
"Rendi! Mulut lo itu yah, nggak bisa dijaga. Mitha itu istri lo kalau lo lupa, nggak seharusnya lo perlakuin dia dan ngomong kayak gitu sama dia. Itu artinya sama aja lo nyakitin perasaan istri lo sendiri, bisa mikir nggak sih lo?" Omel Rangga pada Rendi.
"Kurang ajar yah lo! Mulut lo itu harus dikasih pelajaran tau nggak." Sentak Bian, dan hendak kembali maju kedepan Rendi dan memberinya bogem mentah. Namun Mitha dan Reno segera menahan lengan Bian.
"Udah Bi, jangan dilanjutin lagi. Nggak usah dengerin dia mau ngomong apa." Bujuk Mitha, walaupun yang sebenarnya dia juga merasa sedikit tersakiti dengan kata-kata Rendi barusan. Namun sebisa mungkin dia mencoba untuk terlihat baik-baik saja didepan yang lainnya, terutama Bian. Mitha tidak mau kalau Bian semakin emosi nantinya.
"Iya Abi, bener kata Umi. Nggak usah dilanjutin lagi, sebentar lagi bel masuk, mending sekarang kita obatin luka Abi. Bisa gawat kalau ada yang laporin kejadian ini sama guru, apalagi Abi ketos disini. Abi bisa dapat masalah nanti." Bujuk Reno juga.
"Gue nggak peduli, yang penting gue bisa ngalahin dia dan ngebungkam mulut busuk dia itu."
__ADS_1
"Oh yah, emang bisa? Sini lo, maju kalau berani. Kita lihat siapa yang bakal tumbang duluan, gue atau mulut besar lo itu." Tantang Rendi.
"B*rengs*k!" Bian pun melepas tangan Mitha dan Reno yang menahan lengannya, dan berjalan cepat kearah Rendi, dan hendak melayangkan pukulannya pada wajah Rendi. Rendi pun juga sudah mengambil ancang-ancang dan bersiap menerima dan menangkis pukulan Bian. Namun belum sempat keduanya saling adu otot, seseorang sudah memanggil nama mereka dengan keras.
"RENDI BIAN, HENTIKAN! Apa-apaan kalian ini, kalian pikir ini arena tinju. Jadi kalian bisa saling adu otot, hah? Ini sekolah bukan ring tinju, kalau kalian lupa." Teriak Bu Siska, guru BK disekolah itu.
"Maaf Bu!" Kompak mereka semua.
"Maaf kalian saya terima, tapi maaf kalian ini nggak bakal bisa menyelamatkan kalian dari hukuman yang akan saya berikan."
"Tunggu dulu Bu, tapikan yang berantem tadi cuman Bian sama Rendi. Kok kita semua jadi ikutan dihukum sih Bu?" Protes Vino tak terima.
Mendengar protesan Vino, Bu Siska si guru BK yang terkenal galak itu lantas tersenyum miring, dan menunjuk kearah CCTV.
"Kalian pikir, saya nggak liat apa yang kalian lakukan dari tadi hah? Mulai dari kalian baru sampai di parkiran, kalian sudah masuk dalam pantauan saya. Dan kalian bukannya melerai mereka, malah hanya diam jadi penonton. Dan kamu juga sama teman-teman kamu Reno, kalian malah sibuk teriak-teriak nggak jelas alih-alih membantu Mitha melerai Bian dan Rendi." Ucap Bu Siska tegas, sehingga membuat yang lainnya meringis mendengarnya.
Sedangkan Mitha dan Bian saling berpandangan, bisa-bisanya mereka lupa kalau diruangan Bu Siska ada komputer yang menampilkan semua rekaman CCTV, yang tersebar di sekolah mereka.
...****************...
Assalamualaikum semuanya 😁😅🥰 Kira-kira hukuman apa yah yang bakal di terima oleh mereka semua🤔🤔🤔
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰🥰