Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Siapa yang nolongin Mitha?


__ADS_3

"Siapa Han?" Tanya pria yang baru saja datang.


"Tau nih, tadi gue liat disekitar sini, jadi gue samperin. Eh, dia malah mau kabur." Jawab orang yang memegang lengan Mitha.


"Mungkin muka lo nyeremin kali, makanya dia takut pas liat muka lo."


"Asem lo."


Mitha yang sudah merasa tidak nyaman berada ditengah-tengah para anak geng motor itu, mulai memberontak ingin dilepaskan.


"Lepasin tangan aku, aku mau pulang." Seru Mitha, sambil menarik lengannya. Namun bukannya melepaskan, pria itu malah menariknya semakin dekat, dan mengambil kacamata Mitha, lalu melemparnya ke belakang.


"Wah... Lo cantik juga kalo nggak pake kacamata, apalagi kalo diliat dari dekat gini." Ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada Mitha, membuat Mitha muak melihatnya.


"Lepasin tangan aku, kamu jangan macam-macam yah sama aku." Teriak Mitha yang sudah semakin ketakutan.


"Santai dong beb, belum juga kita ngapa-ngapain. Masa udah minta dilepaskan aja. Gimana kalo kita seneng-seneng dulu sebentar didalam, lepas itu Abang janji deh, bakal anterin kamu pulang. Gimana, mau kan? Mau dong pastinya." Ucap pria itu, dengan mulai menyeret Mitha masuk kedalam warung. Teman-temannya yang melihatnya, hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.


"Udahlah Han, lepasin Kasian tuh anak orang, sampai nangis-nangis gitu." Ucap teman pria itu, saat melihat Mitha yang sudah menangis sesenggukan dengan wajah ketakutan.


"Tau lo Han, mentang-mentang habis putus sama doi, lo jadiin anak orang sebagai pelampiasan. Lepasin gih, nanti keburu bos datang." Ucap temannya yang lain, namun pria itu tidak memperdulikan ucapan-ucapan temannya, dan terus menyeret Mitha masuk kedalam warung. Dalam jarak dekat, Mitha bisa mencium bau alkohol dari tubuh pria itu. Sepertinya pria itu sedang mabuk, matanya juga terlihat memerah.


"LEPAS, LEPASIN TANGAN AKU." Mitha terus saja memberontak untuk dilepaskan, apalagi tinggal beberapa langkah lagi mereka akan memasuki warung itu. Mitha tidak bisa membayangkan akan bagaimana jadinya nasibnya, jika masuk kedalam warung itu. Apalagi didalam warung itu ada banyak pria, air mata Mitha semakin mengalir deras saat pria itu terus menyeretnya masuk kedalam warung tersebut.


"Lepasin dia Han, kasian anak orang lo bikin nangis gini. Lagian nanti bos keburu dateng, kalo bos liat kelakuan lo ini, lo bisa dihajar sama bos." Tiba-tiba salah satu dari teman pria itu datang dan menarik lengan Mitha yang satunya.


"Nggak usah ikut campur deh lo Andi, ini urusan gue sama nih cewek. Lagian kalo lo mau gabung boleh kok, tapi nggak usah banyak bacot." Sentak pria itu, sehingga membuat temannya yang bernama Andi itu geleng-geleng kepala melihatnya.


"Batu banget sih lo dibilangin, udah lepasin anak orang."

__ADS_1


Bukannya menuruti ucapan temannya, dia malah mendorong bahu temannya yang bernama Andi itu, dengan lumayan keras.


"Bacot lo."


Alhasil, Andi yang tidak menyangka akan didorong seperti itu, langsung jatuh terjungkal ke belakang.


"Gila lo, sakit anjir." Umpat Andi kesal, saat bokongnya mencium tanah. Teman-temannya yang lain bukannya menolong malah menertawakannya. Dan malah pada masuk kembali kedalam warung.


"Woy, nggak ada yang nolongin gue nih?" Panggilnya, namun teman-temannya tidak ada yang berbalik dan hanya melambaikan tangannya keatas. "Gini nih kalo punya teman yang berakhlak." Ucap Andi lalu menyusul teman-temannya kedalam, meninggalkan Mitha berdua dengan Johan, pria yang sedang memegang lengannya.


Mitha yang melihat pria yang memegang lengannya sedang lengah, segera menginjak kaki pria tersebut dan menggigit tangannya.


"AHH... Dasar cewek gila, awas yah lo." Umpat Johan saat Mitha menggigit tangannya. Mitha pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Mitha pun terus berlari. Tapi sayangnya, Johan berhasil mengejar dan menangkapnya lagi.


"Haa... Mau kemana lo? Lo nggak bisa kabur lagi dari gue." Ucap Johan saat berhasil menangkap tangan Mitha.


"Eh, itu si Johan dibiarin aja begitu? Jujur gue udah mulai kasian sama tuh cewek, kayaknya dia udah ketakutan banget. Kalau si Johan beneran nekat ngapa-ngapain tuh anak orang gimana?" Tanya salah seorang pria diwarung itu, yang tak lain adalah Andi.


"Santai aja, Johan nggak bakal ngapa-ngapain tuh cewek. Tadi gue udah telpon si bos, katanya dia udah jalan kesini. Jadi biar si bos aja yang ngurus tuh bocah." Ucap orang yang bernama Agus.


"Lo ngadu sama bos?" Tanya temannya yang bernama Andre, namun Agus hanya mengedikkan kedua bahunya.


"Tadi gue telpon si bos, nanyain dia udah sampe mana. Terus dia ngedenger ada suara berisik sama cewek nangis. Terus dia nanya, ada apa? Yaudah gue jawab aja yang sejujurnya, kalo si Johan lagi gangguin cewek."


"Terus si bos bilang apa?" Tanya temannya yang lain.


"Bos bilang, dia sebentar lagi sampai."


"Feeling gue sih, si Johan nanti bakal dihajar sama si bos. Secara kan si bos paling nggak suka sama orang yang kasar sama perempuan, apalagi sampai dipaksa-paksa kaya yang dilakuin sama si Johan sekarang." Ucap Andi.

__ADS_1


***


"Karena lo udah berani ngelawan gue tadi, lo harus dikasih pelajaran." Bisik Johan tepat didekat telinga Mitha, sehingga membuat Mitha semakin merasa takut. Setelah mengatakan itu, Johan langsung menarik topi hoodie Mitha.


"Jangan ditarik, lepasin topi hoodie aku. Tolong jangan ditarik, hiks... Hiks..." Dengan tangan yang satunya, Mitha berusaha untuk memegang topi hoodie nya agar tidak sampe lepas dan terbuka, atau mahkota yang selama ini ditutupinya akan menjadi tontonan publik.


"Kenapa ditahan si beb? Biarin aja terbuka, biar aku bisa lihat keindahan rambut kamu. Seperti aku bisa melihat mata kamu yang indah ini. Yang keindahannya selalu kamu tutupi dengan kacamata jelek itu."


"Nggak mau! Kamu pikir kamu siapa. Kamu nggak berhak ngeliat rambut aku." Disela-sela ketakutannya, Mitha memberanikan diri untuk melawan. Dia tidak bisa pasrah begitu saja, jika ada orang yang mau merendahkannya. Kehormatan dan harga dirinya sedang dipertaruhkan sekarang.


"Halah, j*lang aja belagu. Lo pikir gue nggak bisa ngebuka topi hoodie lo ini hah?" Sentak Johan, dengan menarik-narik topi hoodie Mitha. Hati Mitha rasanya sakit dikatai seperti itu, tapi hatinya akan lebih sakit lagi jika auratnya menjadi tontonan publik.


"Tolong jangan seperti ini, lepasin tangan kamu, hiks... Hiks..."


"Nggak, gue nggak akan lepasin, sampai keinginan gue tercapai."


"TOLONG... TOLONG... Siapapun tolong aku, hiks... Hiks..." Teriak Mitha. "Ya Allah tolong hamba, Abiii... tolong akuu..." Gumam Mitha pelan, saat merasakan kepalanya semakin sakit, karena Johan tidak hanya menarik topi hoodie nya, tapi juga menjambak rambutnya dari belakang.


"Gue nggak tahan lagi, si Johan udah mulai keterlaluan." Ucap Andi beranjak dari tempat duduknya, dan menghampiri Johan dan Mitha. Namun baru beberapa langkah, Andi dan yang lainnya mendengar sebuah teriakan dan suara orang yang jatuh ketanah.


"LEPASIN DIA BER*NGSEK!!!" Teriak orang itu, dan langsung menarik kerah baju Johan dan langsung memukulnya hingga jatuh tersungkur ke tanah. Bukan cuman sekali, tapi beberapa pukulan dilayangkan orang itu ke Johan. Sehingga membuat wajah Johan jadi babak belur.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😁


Author datang lagi nih, hehe...πŸ˜…πŸ˜


Kira-kira siapa yah, yang datang nolongin Mitha???πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€” Abi, Rendi, atau orang lainπŸ€”πŸ€”πŸ€” Penasaran nggaaakkk... Tungguin author up lagi yah, biar nggak penasaran... Ookkkaayyy😁πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2