Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Gengsi


__ADS_3

"MITHA...." Tanpa melihat pun, Mitha sudah tau siapa yang memanggilnya. Mitha pun segera membalikkan badannya, dan....


BRUUKKK...


Belum sempat Mitha melihat orang yang memanggilnya, tubuhnya hampir saja tumbang ke belakang. Kalau saja Reno dan Satya tidak menahan punggung Mitha, mungkin dia sudah jatuh terjengkang ke belakang bersama pria itu. Mitha tidak bisa membayangkan sebesar apa rasa malunya, jika itu sampai terjadi. Dan itu semua karena orang itu tiba-tiba saja berlari dan menubruk tubuh Mitha dan memeluknya dengan erat.


Sontak hal itu, membuat Mitha sedikit kesulitan bernafas, karena orang itu memeluknya terlalu erat.

__ADS_1


Baru saja Mitha hendak melayangkan protes, tapi segera diurungkan, saat menyadari sesuatu. Hijabnya terasa basah, oh astagaaa... "Apa dia menangis?" Batin Mitha. Tiba-tiba saja sebuah pemikiran muncul dalam otak Mitha. "Apa dia udah tau? Makanya dia jadi kayak gini?" Batin Mitha lagi. Merasa pelukan ditubuhnya semakin erat, bahkan hijabnya terasa semakin basah, Mitha jadi yakin kalo orang itu sudah tau. "Fix, dia pasti udah tau kalo aku udah nikah, eh tunggu. "Astaga! Kenapa aku bisa sampai lupa gini sih?" Ucap Mitha dalam hati, Mitha tiba-tiba dilanda rasa panik, saat teringat sesuatu. "Bi... Abi, lepas dong. Aku sesak nih, susah nafas." Alibi Mitha, agar orang itu segera melepaskan pelukannya.


Yap! Orang itu adalah Abi alias Bian. Mendengar ucapan Mitha, Bian pun segera melepaskan pelukannya, dan menghapus air matanya. Mitha menghela nafas lega saat Bian melepaskan pelukannya, bukan karena dia tidak suka dipeluk oleh Bian. Tapi sekarang dia harus sadar diri, kalau statusnya sekarang sudah berubah. Dia bukan lagi seorang wanita single, tapi seorang wanita bersuami.


Baru saja menghela nafas lega, jantung Mitha kembali memompa dengan cepat, saat pandangannya tidak sengaja bertemu dengan pandangan Rendi yang juga sedang menatap kearahnya. Sebenarnya tadi Rendi sudah ingin kembali ke kelasnya, tapi ada anggota tim basketnya yang tiba-tiba datang dan menanyakan jadwal latihan basket. Setelah urusannya dengan anggota timnya itu selesai, Rendi pun berniat untuk kembali ke kelasnya. Namun baru hendak melangkah, dia tiba-tiba dikejutkan oleh suara seseorang yang memanggil Mitha. Dan dia lebih terkejut lagi, saat melihat orang itu berlari dan memeluk Mitha dengan erat.


Tangan Rendi mengepal kuat dikedua sisi tubuhnya, merasa tidak suka dengan apa yang dilihatnya sekarang. Bukan cemburu, iya. Rendi yakinkan dalam hatinya itu bukan cemburu, dia hanya kesal karena Mitha sama sekali tidak menolak pelukan pria itu, dan itu sama saja Mitha tidak menghargainya sebagai seorang suami. Eh, tunggu. Tapi bukankah dia sendiri yang pernah mengatakan pada Mitha, kalau status suami istri mereka tidak berlaku disekolah ini. Dan mereka hanyalah sepasang orang asing. Tapi tetap saja, Mitha seharusnya tidak menerima pelukan dari pria lain secara terang-terangan didepan umum.

__ADS_1


Rahang Rendi seketika mengetat saat melihat pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada Mitha, apalagi Mitha hanya diam saja dan tidak melakukan penolakan sama sekali. Rasanya Rendi ingin segera menghampiri kedua manusia yang saat ini tengah jadi pusat perhatian para murid dan guru yang masih berada di sekitar lapangan. Rasanya tak sabar ingin menghampiri mereka dan mendaratkan bogeman mentahnya diwajah pria itu, pria yang sudah lancang memeluk istrinya, ditempat umum lagi.


Eh, istri? Walaupun Rendi masih belum bisa menerima Mitha sebagai istrinya, tapi tetap saja, mau disangkal bagaimana pun kenyataannya mereka sudah menikah. Sudah menjadi pasangan suami istri yang sah secara agama dan negara.


Tangan Rendi semakin mengepal kuat, saat melihat pria itu masih terus saja memeluk Mitha. Rendi sudah akan mengayunkan langkahnya untuk menghampiri Mitha dan pria itu, namun kakinya tiba-tiba terasa berat untuk diangkat. Seperti ada rantai tak kasat mata yang menahan kaki Rendi untuk melangkah kearah Mitha. Dan Rendi tau itu apa, itu adalah perasaan gengsi yang dimilikinya.


...****************...

__ADS_1


Assalamualaikum semuanya 😁😅


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰


__ADS_2