Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Pingsan


__ADS_3

Untuk sejenak Mitha tertawa pelan, saat mendengar celotehan Pak Lukman. Dan didetik berikutnya diapun mengangkat kepalanya, dan sontak membuat Pak Lukman terkejut. Bukan hanya karena dia baru tau, kalau itu adalah anak majikannya. Tapi karena wajah Mitha terlihat sangat pucat, Mitha juga terlihat sangat lemas. Bahkan wajahnya juga sudah dipenuhi dengan keringat dingin.


"Pak Lukman..." Lirih Mitha pelan.


"Astaga... Ini ternyata nona muda, nona muda kenapa? Ngapain nona berdiri disitu? Kenapa nggak langsung masuk?" Seru Pak Lukman dengan pertanyaan beruntunnya. "Oh iya, Bapak lupa, gerbangnya masih dikunci. Tadi Bapak kunci waktu mau ke toilet." Ucap Pak Lukman sambil tepok jidat.


Sebenarnya satpam dirumah Mitha ada 3, entah yang duanya kemana. Mitha tidak terlalu memperdulikannya, karena saat ini kepalanya terasa pening dan sakit.


"Bapak buka dulu yah non."Ucap Pak Lukman lagi, Pak Lukman pun segera mengambil kunci disaku celananya, dan langsung membuka kunci gerbangnya. Namun belum sempat gerbang terbuka, Pak Lukman mendengar ada suara orang jatuh. Dan saat Pak Lukman mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya dia ketika melihat Mitha sudah terbaring di depan gerbang dengan tidak sadarkan diri.


"Astaghfirullah haladzim.... NONA!!! Nona muda kenapa nona...?" Dengan tangan gemetar bercampur rasa panik, Pak Lukman membuka kunci gerbangnya dan segera menghampiri Mitha. "Nona muda, bangun nona. Astaga bagaimana ini?" Pak Lukman celingak-celinguk, tapi tidak ada orang yang bisa dia mintai tolong. Akhirnya Pak Lukman pun memutuskan untuk mengangkat dan menggendongnya masuk kedalam rumah.


Disebuah rumah mewah


BRUUKKK...

__ADS_1


Seorang pria tampan baru saja menjatuhkan dirinya, keatas kasur empuk miliknya. Wajahnya terlihat lelah dan kusut, diapun bangkit dari baringnya dan mengusap wajahnya.


"Gara-gara Agus ngajakin gue ngobrol, gue jadi kehilangan jejak tuh cewek. Padahal gue udah muter-muter selama dua jam nyariin dia, tapi nggak ketemu-temu juga. Kira-kira dia udah sampai rumah belum yah?" Gumam Bastian, lalu segera beranjak dari tempat tidur dan membersihkan dirinya dikamar mandi.


***


Mitha membuka matanya dengan perlahan, dan memegang kepalanya yang terasa berdenyut saat akan bangkit.


"Isshh... Aauuwww..." Mitha meringis sambil memegang kepalanya yang berdenyut saat mencoba untuk duduk. Mitha melihat ke sekelilingnya, Mitha mengernyitkan keningnya saat sadar kalau sekarang dia ada didalam kamarnya. "Kok aku bisa ada dikamar?" Bingung Mitha, dia kemudian memejamkan matanya, mencoba untuk mengingat-ingat kembali apa yang sebelumnya terjadi padanya.


Tidak lama kemudian, Mitha pun teringat kalo tadi dia berada didepan gerbang, dan saat Pak Lukman akan membuka gerbangnya, dia malah pingsan. Dan setelah itu Mitha tidak mengingat apa lagi yang terjadi berikutnya. Mitha menunduk melihat pakaiannya, yang ternyata telah berganti menjadi baju tidur, dengan rambut yang terurai.


Tidak lama kemudian, pintu kamar Mitha terbuka, dan muncullah Bi Runa bersama dengan dokter Tita, dokter keluarga Mitha. Nggak usah heran, kenapa keluarga Mitha menjadikan dokter Tita sebagai dokter keluarga mereka. Sedangkan Kakak Mitha sendiri adalah seorang dokter. Jawabannya adalah, karena selain dokter Tita memang dokter yang berbakat dan pandai, dia juga sopan, dan baik hati. Karena itulah papa Mitha meminta dokter Tita, menjadi dokter keluarganya. Juga dengan maksud mendekatkan putranya dengan dokter Tita.


"Assalamualaikum pengantin baru." Ledek dokter Tita dengan tersenyum lebar. Nggak usah nanya gimana dokter Tita bisa tau kalo Mitha udah nikah, siapa lagi pelakunya kalau bukan Miko, Kakaknya Mitha.

__ADS_1


"Waalaikum salam." Jawab Mitha dengan muka cemberut, mendengar kata pengantin baru membuatnya jadi teringat dengan Rendi. Membuatnya jadi badmood saja.


Setelah memeriksa Mitha dan berbasa-basi sebentar, dokter Tita pun pamit pulang. Bi Runa kembali kedalam rumah, setelah mengantar dokter Tita keluar. Dan kembali ke kamar Mitha.


"Gimana perasaan nona sekarang, masih pusing?"


"Udah nggak terlalu kok Bi, oh yah Bi, yang bawa Mitha ke kamar siapa?"


"Pak Lukman non, katanya nona muda pingsan didepan gerbang."


"Ohh... Terus yang gantiin baju aku siapa?"


"Itu Bibi yang gantiin non, karena bibi lihat pakaian yang non kenakan tadi, sudah kotor dan agak basah." Jelas Bi Runa.


Mitha jadi meringis mendengarnya, bagaimana hoodienya tidak basah, kalau sebagian besar tenaganya dia gunakan untuk berlari dan berjalan jauh. Otomatis produksi keringat Mitha jadi ikutan meningkat, dan alhasil keringat yang merembes keluar dari punggungnya, langsung diserap oleh hoodie yang dipakainya tadi.

__ADS_1


...****************...


Assalamualaikum para readers semuanya 😁😁🤗🥰 Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅


__ADS_2