Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Tidak sengaja bertemu


__ADS_3

"Iya sayang, nggak papa." Ucap Rendi pada sang pacar. Mitha yang melihat kemesraan sang suami dengan pacarnya didepan matanya, segera memalingkan wajahnya kedepan, tidak kuat melihat pemandangan disamping kursinya itu. Tidak lama kemudian, Mitha melihat Rendi menarik tangan sang pacar untuk duduk.


Mereka duduk didepan Mitha, hanya berjarak satu kursi didepan Mitha. Sehingga Mitha bisa melihat dengan jelas bagaimana Aleta, pacar Rendi dengan manjanya memeluk lengan Rendi dan bersandar di bahu Rendi. Sedang Rendi sendiri terlihat nyaman-nyaman saja, padahal dia tau kalau Mitha masih ada dibelakangnya, dan tentunya melihat semua yang dilakukannya bersama sang pacar. Namun dia seolah tidak peduli dan memilih acuh, mengabaikan perasaan Mitha yang saat ini sedang terluka karena ulahnya.


Klik.


Lampu bioskop pun sudah dimatikan, tanda filmnya akan dimulai. Bersamaan dengan itu, airmata yang ditahan Mitha sejak tadi pun ikut berjatuhan membasahi wajahnya. Terlebih saat dia melihat Rendi dengan santainya mencium pucuk kepala Aleta, tes... tes... tes... Air mata Mitha semakin berjatuhan tak tertahankan, Mitha pun menundukkan kepalanya. Takut ada yang melihatnya menangis, dengan kasar Mitha menghapus air matanya.


"Jangan bodoh Mitha! Jangan buang-buang air mata kamu cuman buat dia yang nggak bisa menghargai kamu. Air mata kamu terlalu berharga buat nangisin cowok yang nggak pernah mikirin perasaan kamu, yang bisanya cuman nyakitin doang." Batin Mitha.


Mitha kemudian mengambil uang yang diletakkan Rendi dipangkuannya tadi, ada 3 lembar uang merah yang diletakkan Rendi untuknya. Setelah menghembuskan nafasnya secara perlahan, Mitha beranjak dari tempat duduknya, berniat untuk keluar dan terhindar dari pemandangan menyakitkan yang ada didepannya.


Mitha mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, tanpa melihat kearah Rendi lagi takut hatinya semakin terluka jika melihat kemesraan sang suami dengan pacarnya. Tidak lama setelah Mitha pergi, Rendi berbalik untuk melihat ke kursi yang ditempati Mitha tadi. Melihat kursi yang ditempati Mitha tadi sudah kosong, Rendi pun tersenyum miring dan kembali menghadap ke depan. Dan tanpa basa basi Rendi menarik lengannya yang sejak tadi dirangkul dan disandari oleh Aleta.


"Geseran dikit." Ucap Rendi sambil menarik lengannya.


"Loh yang, kenapa?" Tanya Aleta kebingungan.


"Gerah, jangan terlalu mepet dong." Ucap Rendi lagi, sehingga membuat Aleta semakin kebingungan dengan sikap Rendi yang tiba-tiba berubah.


"Padahal dia tadi bersikap sangat manis, tapi kenapa sekarang kayak gini?" Batin Aleta.

__ADS_1


***


Mitha yang berjalan sambil menangis, membuatnya jadi tidak fokus dan tidak sengaja bertabrakan dengan orang yang ada didepannya, sehingga membuatnya terjatuh.


"Eh, sorry-sorry, gue nggak sengaja. Lo nggak papa kan?" Ucap orang itu sambil menunduk kearah Mitha yang masih terduduk dilantai karena jatuh tadi. Mitha yang sedari tadi menunduk pun menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak papa." Ucap Mitha masih dengan menundukkan kepalanya, dan melihat telapak tangannya yang memerah.


"Sorry yah tadi, gue jalan sambil main hp jadi nggak liat lo ada didepan gue." Ucap orang itu lagi, merasa tidak enak.


"Iya nggak papa, lagian aku juga salah, karena tidak fokus dan hati-hati saat jalan." Ucap Mitha, dan berusaha untuk bangun. Dan saat dia sudah berdiri didepan orang itu, tiba-tiba suara orang itu mengagetkannya.


"Maaf, tapi apa aku mengenalmu?" Tanya Mitha saat melihat orang itu seperti mengenalnya, dan orang itupun mengangguk dengan antusiasnya dan tersenyum manis kearah Mitha. Sehingga membuat Mitha mengernyit bingung, karena merasa tidak mengenal orang yang ada dihadapannya saat ini.


"Gue Bastian, lo nggak ingat sama gue?" Ucap orang itu sambil menunjuk dirinya sendiri, dan Mitha pun membalasnya dengan gelengan kepala, karena dia memang sama sekali tidak mengingat siapa orang yang ada didepannya saat ini.


"Bastian?" Ulang Mitha, masih dengan wajah bingungnya.


"Iya, Bastian. Cowok yang nolongin lo waktu hampir dilecehin malam itu, ingat nggak? Yang didepan warung." Ucap Bastian mengingatkan.


"Ohh... Jadi kamu yang nolongin aku malam itu, maaf yah aku tidak mengenalimu. Waktu itu aku terlalu panik, jadi tidak memperhatikan wajahmu dengan jelas." Ucap Mitha.

__ADS_1


"Iya, tidak papa." Ucap Bastian sambil mengipas-ngipaskan baju kaosnya, dan saat itulah baru Mitha sadar kalau baju Bastian terkena tumpahan kopi yang daritadi dipegang Bastian.


"Astaga baju kamu." Seru Mitha sambil menunjuk baju Bastian yang terkena tumpahan kopi, yang kelihatannya masih panas, karena Mitha bisa melihat kopi yang dipegang Bastian masih sedikit mengepul.


"Santai aja, nggak papa kok, cuman ketumpahan dikit." Santai Bastian.


"Tapi kayaknya itu masih panas deh." Tunjuk Mitha lagi pada baju Bastian.


"Nggak kok, udah dingin." Bohong Bastian, karena yang sebenarnya perut saat ini masih terasa sedikit panas, setelah ketumpahan kopi tadi. Namun karena tidak ingin membuat Mitha merasa tidak enak, jadi dia berbohong.


"Iya tapi tetap aja, aku jadi nggak enak." Ucap Mitha merasa bersalah, karena kecerobohannya yang tidak fokus saat berjalan, Mitha jadi menabrak Bastian dan membuatnya ketumpahan kopi yang masih panas.


"Udah kali santai aja, gue kan udah bilang tadi nggak papa." Ucap Bastian masih dengan senyumnya, jujur saja dia masih tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan gadis yang selama beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya. Bahkan kopi panas yang tumpah dibajunya, dan mengenai perutnya tidak mengganggunya sama sekali, karena terlalu bahagia bisa bertemu kembali dengan Mitha.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅


Author datang lagi nihhhh....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2