Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Makan diluar


__ADS_3

"Aku pikir dia udah mulai berubah, udah mau perhatian. Ternyata..."


***


Keesokan harinya...


Mitha sedang memasukkan buku dan polpennya kedalam tas saat ponselnya bergetar, tanda ada chat masuk. Mitha pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya chat.


"Rendi." Gumam Mitha saat melihat nama Rendi dilayar ponselnya. Mitha pun membuka chat dari Rendi.


RENDI.


(Pulang bareng gue, gue mau bawa lo kesuatu tempat.)


MITHA


"Kemana?"


RENDI


(Nanti lo juga tau, gue tunggu di parkiran. Jangan lama!)


"Iya."


Mitha pun bergegas menyimpan buku-bukunya, dan keluar dari kelas menuju parkiran. Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan para sahabat Mitha sudah keluar duluan. Ada yang lagi buru-buru pulang, ada yang mau ke toko buku, sedangkan Bian sendiri ada rapat OSIS.


"Lama." Kata pertama yang keluar dari mulut Rendi saat Mitha sudah sampai di parkiran.


"Aku beresin buku dulu tadi."


"Yaudah buruan masuk." Ucap Rendi lagi.

__ADS_1


Mitha pun segera masuk kedalam mobil Rendi, sebelum Rendi kembali mengeluarkan kata-kata pedasnya.


"Kita mau kemana?" Tanya Mitha saat sudah masuk kedalam mobil.


"Nanti juga tau." Singkat Rendi. Setelah itu keadaan pun menjadi hening, karena baik Rendi atau pun Mitha tidak ada lagi yang bersuara. Tidak lama kemudian, mereka pun sampai disebuah tempat makan.


"Ini ceritanya dia mau ngajakin aku makan siang bareng." Batin Mitha, saat tau kalo Rendi mengajaknya ke sebuah tempat makan.


"Turun."


Tanpa mengeluarkan suara, Mitha pun ikut menyusul Rendi keluar dari mobil dan mengekori Rendi yang berjalan masuk."


"Duduk sana aja yuk." Tunjuk Rendi pada meja yang ada di dekat jendela.


"Iya."


Setelah duduk di tempat yang ditunjuk Rendi tadi, seorang pelayan pun datang dan memberikan buku menu untuk mereka.


"Nasi goreng seafood aja." Jawab Mitha setelah melihat buku menunya.


"Minumnya?" Tanya Rendi lagi.


"Es jeruk aja."


"Yaudah mbak, nasi goreng seafoodnya dua sama minumnya es jeruk sama jus alpukat." Ucap Rendi pada si pelayan.


"Iya mas, ditunggu sebentar yah."


"Hm."


Hening.

__ADS_1


Setelah pelayan tadi pergi, Mitha dan Rendi hanya saling diam saja. Sebenarnya Mitha ingin bertanya kenapa Rendi tiba-tiba mengajaknya makan diluar, tapi tidak Mitha lakukan. Takut mengganggu Rendi yang terlihat sibuk dengan ponselnya, entah dia sedang chattan dengan siapa sampai seserius itu.


Daripada bosan, Mitha pun memilih untuk memainkan game di ponselnya. Disaat Mitha sedang asyik memainkan game di ponselnya, tiba-tiba Rendi memanggilnya.


"Tha... Liat sini."


Mitha pun mendongakkan kepalanya, dan didetik itupun juga dia mendengar bunyi 'cekrek'. Mitha sampai terdiam, karena terkejut Rendi tiba-tiba mengambil foto mereka berdua.


"Ulang, senyum dikit." Ucap Rendi setelah melihat hasil foto yang tadi.


"Hah?"


"Senyum!"


Mitha pun mencoba untuk tersenyum, walaupun dia sebenarnya merasa aneh dengan tingkah Rendi sekarang. Mitha masih ingat, kalau kemarin Rendi mengatainya jelek saat difoto. Lalu kenapa Rendi tiba-tiba mengajaknya berfoto lagi.


Cekrek.


"Ok, lumayanlah dari yang tadi." Ucap Rendi lagi setelah melihat hasil fotonya. Mitha sebenarnya ingin menanyakan kenapa Rendi tiba-tiba mengambil foto mereka berdua, tapi karena takut jawaban dari Rendi nanti tidak sesuai ekspektasi nya, atau hanya karena disuruh bunda, bukan karena inisiatif sendiri, Mitha pun memilih diam.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang, Mitha pun mengambil makanannya dan memakannya. Sesekali dia melirik kearah Rendi, yang terlihat makan dengan lahab. Senyum kecil terbit dibibir Mitha, tidak menyangka kalau Rendi akan mengajaknya makan diluar seperti ini.


Kalaupun Rendi melakukan itu atas perintah Bundanya, Mitha sudah tidak mempermasalahkannya. Setelah dipikir-pikir, mungkin ini sesuatu yang baik. Walaupun Rendi melakukannya dengan terpaksa, tapi setidaknya mereka bisa lebih dekat dan sering bersama. Siapa tau dengan mereka sering bersama, Rendi bisa luluh dan mulai membuka hati untuk nya.


Dan yang awalnya terpaksa bisa berubah menjadi rasa sayang. Tanpa sadar Mitha kembali tersenyum membayangkannya, untung Rendi tidak melihatnya.


"Kita pergi sekarang." Ucap Rendi tiba-tiba.


"Hah?" Respon Mitha yang merasa bingung, kenapa Rendi tiba-tiba mengajaknya pergi. Padahal dia masih makan, makanan dipiring Rendi juga belum habis, tapi kenapa Rendi tiba-tiba mengajaknya pergi. Begitulah kira-kira yang sedang dipikirkan Mitha saat ini.


...**************...

__ADS_1


Assalamualaikum para readers semuanya 😁😅 Maaf yah, baru bisa up sekarang. Karena beberapa hari ini, author lagi kurang sehat. Ini aja, suara author masih parau gara-gara flu batuk. Dan maaf kalau ceritanya kurang menarik, karena jujur aja sekarang author lagi nggak bisa mikir banget. Kepala author lagi nggak bisa diajak mikir berat dulu, masih suka oleng soalnya... Hehe... Katanya pengen manja-manjaan dulu sama bantal dan kasur🤭😅


__ADS_2