
"Bacot lo." Ketus Rendi, dan hanya dibalas cengiran oleh Vino.
"Udah-udah, nggak usah pada ribut. Mending kalian habisin makanan kalian, terus kita balik kekelas." Tegur Rangga, yang paling bijak diantara mereka.
Beberapa jam kemudian.
Kring.... Kring.... Kring...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rendi dan teman-temannya pun sudah keluar dari kelas dan berjalan menuju parkiran. Saat hampir sampai di pertigaan jalan (Koridor sekolah), tiba-tiba Sasya datang dan memeluk lengan Rendi dengan manja.
"Sayaanggg... Maafin aku yahhh... Aku janji nggak bakal ngetawain kamu lagi, maafin aku.... Please..." Mohon Sasya dengan wajah memelas, dan hampir menangis. Namun Rendi hanya terdiam dan melihat Sasya dengan wajah datarnya, tidak ada senyum manis yang biasanya ditunjukkan untuk untuk sang kekasih. Melihat itu, Sasya semakin mendekatkan dirinya dan menggoyang-goyangkan lengan Rendi.
"Sayaanggg... Please maafin aku yahhh... Aku tau aku salah, nggak seharusnya aku ngetawain kamu kayak kemarin. Aku nyeselll... Maafin aku yah, please..." Rengek Sasya, dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Tak lupa dengan wajah sedih yang ditampilkannya, berharap Rendi akan iba dan kembali luluh padanya.
"Dasar tukang drama." Cibir Vino yang berdiri disamping Sasya, namun Sasya tidak memperdulikannya, dan masih terus merengek pada Rendi.
"Ok, gue maafin. Tapi ada syaratnya."
__ADS_1
"Beneran sayang?"
"Hem."
"Makasih yah sayang kamu udah maafin aku, sekarang sebutin syarat apa yang kamu mau, bakal aku lakuin." Seru Sasya antusias, saling senangnya dimaafin oleh Rendi.
"Nanti malam jam 7 aku jemput kamu..."
"Kamu mau ngajakin aku jalan?" Potong Sasya.
"Hem, aku mau ajakin kamu ke suatu tempat. Nanti bakal aku kasih tau syaratnya apa, saat kita udah sampai disana. Maukan?"
"Preeettt..." Cibir Vino lagi, saat mendengar ucapan Sasya. Namun Sasya masih tidak memperdulikannya, sedangkan Rangga daritadi hanya diam saja. Dia merasa terlalu malas, untuk ikut campur dalam drama yang dibuat Sasya.
"Yaudah, aku mau balik." Ucap Rendi, dan mulai berjalan kembali.
"Eh, sayang tunggu!" Seru Sasya kemudian, dan menarik lengan Rendi lagi.
__ADS_1
"Apalagi sih Sa..." Belum juga selesai Rendi berbicara, Sasya tiba-tiba saja memeluknya dengan erat. Rendi yang kaget dan merasa tidak nyaman dipeluk seperti itu, ingin segera melepaskan Sasya. Namun niatnya itu dia urungkan saat melihat tidak jauh di depannya, ada Mitha dan teman-temannya yang sepertinya ingin ke parkiran juga. Rendi tersenyum miring, saat Mitha dan teman-temannya sudah semakin dengan tempatnya berada, dan sudah bisa dia pastikan kalau Mitha melihat yang sedang dilakukannya saat ini. Dan karena itu, alih-alih melepaskan pelukan Sasya, dia justru ikut memeluk Sasya, dan mengelus-elus punggung sang pacar. Membuat Sasya yang diperlakukan seperti itu, jadi merasa seperti berada diatas angin.
Sebenarnya Sasya sengaja memeluk Rendi seperti itu, karena tadi dia melihat Mitha dan teman-temannya sedang berjalan kearahnya dan Rendi. Dia ingin memamerkan kemesraannya dengan Rendi didepan Mitha, apalagi alasannya kalau bukan untuk membuat Mitha sakit hati dan sadar kalau dia lebih disayangi dan dicintai oleh Rendi, ketimbang dirinya.
Sedangkan Rendi melakukan itu, karena ingin melihat reaksi Mitha. Apa Mitha akan cemburu, atau tidak. Dan ternyata Mitha sama sekali tidak menghiraukannya, dan langsung pergi begitu saja bersama teman-temannya, yang memandang Rendi dengan berbagai tatapan. Ada yang tersenyum meremehkan, ada yang melihatnya dengan tajam, dan ada juga yang melihatnya dengan tatapan permusuhan. Dan berbagai tatapan lainnya, dari teman-teman Mitha. Sehingga membuat Rendi jadi kesal melihatnya, dan segera melepaskan pelukan Sasya dari tubuhnya, dan sedikit mendorong Sasya, sehingga membuat Sasya kaget karena hampir saja jatuh.
"Loh sayang, kok aku didorong sih?"
"Nggak usah peluk-peluk." Ucap Rendi dengan datar.
"Tapi kenapa? Tadi kamu juga meluk aku." Bingung Sasya.
"Ck, kalau gue bilang nggak, yah berarti nggak." Tegas Rendi.
...****************...
Assalamualaikum para readers 😁😅🥰
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh