
"Apaan nih?" Tanya Rendi dengan mengerutkan kedua alisnya.
"Emm... Bekal buat kamu, anggap aja sebagai tanda terima kasih aku buat pertolongan kamu kemarin."
"Nggak perlu, gue udah sarapan. Dan soal kemarin, nggak usah diungkit-ungkit lagi, kalau perlu anggap aja nggak pernah terjadi. Gue duluan." Ucap Rendi dengan melangkahkan kakinya hendak pergi.
"Terus bekalnya gimana?" Tanya Mitha, sehingga membuat Rendi menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Mitha.
"Lo kasih yang lain aja." Ucap Rendi, kemudian hendak berlalu. Namun lagi-lagi langkahnya tertahan saat mendengar ucapan Mitha.
"Tapi aku bikin ini buat kamu." Lirih Mitha dengan sendu, kecewa karena Rendi tidak mau menerima bekal darinya. Padahal dia sudah bela-belain bangun lebih pagi dari biasanya, buat bikin bekal buat Rendi. Tapi Rendi malah menolaknya. Melihat wajah sendu Mitha, mendadak Rendi jadi tidak tega dan diapun berdecak kesal karenanya.
"Ck, yaudah sini." Ucap Rendi dengan datar sambil menjulurkan tangannya.
"Beneran?"
"Hemm..."
"Yaudah ini, makasih yah udah mau ambil bekalnya." Ucap Mitha dengan memberikan paperbag berisi dengan kotak bekal itu pada Rendi dan dengan sedikit tersenyum, walaupun aslinya Mitha rasanya ingin tersenyum lebar karena Rendi mau menerima kotak bekal darinya. Rendi pun segera mengambil paperbagnya dan pergi dari parkiran.
"Gue duluan." Ucap Rendi sambil berlalu dari hadapan Mitha.
__ADS_1
"Iya." Balas Mitha.
Setelah Rendi sudah agak jauh, Rangga berjalan mendekati Mitha.
"Lo tenang aja, gue bakal pastiin tuh anak bakal makan bekal dari lo." Ucapnya pada Mitha.
"Yaps, dan kalaupun bekalnya nggak dimakan sama Rendi, lo nggak perlu khawatir makanannya bakal mubazir karena kita siap kok buat mengeksekusinya." Ucap Vino sambil tersenyum.
"Kalo makanan aja, lo cepet." Sindir Beni yang sudah kembali bersekolah.
"Kayak lo nggak aja." Balas Vino.
"Udah-udah nggak usah ribut, pusing gue liatnya." Lerai Rangga.
"Iya, Waalaikum salam." Kompak Rangga cs.
"Tadi kamu ngasih apa ke cowok itu?" Tanya Bian saat Mitha sudah menghampirinya kembali, dan anak OSIS yang tadi pun juga sudah pergi.
"Oh itu, tadi aku ngasih dia bekal, sebagai tanda terima kasih aku karena pertolongan dia kemarin.
"Pertolongan, pertolongan apa?" Tanya Bian.
__ADS_1
Mitha pun kemudian menceritakan tentang dirinya yang pingsan dan ditolong oleh Rendi.
"Apa? Jadi kemarin kami pingsan? Terus sekarang perasaan kamu gimana? Kenapa nggak bilang, seharusnya kamu nggak ke sekolah dulu hari ini. Seharusnya tuh kami sekarang lagi istirahat ditempat tidur, gimana sama kepala kamu? Masih pusing, pening, atau sakit? Atau ada anggota badan kamu yang lain yang sakit? Apa kamu mau ke UKS buat istirahat, atau kita balik aja, aku anterin kamu pulang kerumah yah biar kamu istirahatnya lebih nyaman kalo dirumah."
Bukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan Bian yang sedang mengkhawatirkannya, Mitha malah tertawa lepas dibuatnya.
"Hahaha... Astaga Bi, kamu itu lebih lebay tau nggak dari Kak Miko. Aku nggak papa kali, udah baikan, udah bugar gini. Jadi nggak usah lebay, lagian tadi kamu nanya, atau lagi nyanyi sambil ngerap sih. Aku sampai bingung mesti jawab yang mama dulu, hehehe..." Ucap Mitha masih sambil tertawa, tidak peduli dengan Bian yang kini sedang berkacak pinggang didepannya dengan muka masam.
***
"Ren... Rendi... Sayang tungguin aku." Seru Sasya saat melihat Rendi. "Sayang, aku daritadi manggilin kamu loh." Manja Sasya dengan memeluk lengan Rendi, namun hanya beberapa detik karena Rendi segera menghempas tangan Sasya.
"Apaan sih lo, kayak lintah tau nggak nempel-nempel mulu." Kesal Rendi pada Sasya yang sudah mulai berkaca-kaca matanya, sepertinya sebentar lagi dia akan menangis.
"Sayang kok kamu gitu sih, aku sedih tau kamu giniin." Ucap Sasya dengan sendu.
"Ck, nggak usah drama. Dan stop manggil-manggil gue dengan sebutan sayang, kita udah putus semalem kalo lo lupa. Dan satulagi yang harus lo ingat, gue macarin lo bukan karena gue suka apalagi tertarik sama lo. Tapi karena Bastian ngajakin taruhan buat pacaran selama sebulan sama lo, terus gue putusin. Sama seperti lo yang udah pacarin sepupunya Bastian terus lo putusin gitu aja, dan semua itu lo lakuin karena lo juga taruhan sama teman-teman lo. Jadi nggak usah gangguin gue lagi, dan terima aja nasib lo sekarang. Anggap aja ini karma atas perbuatan lo sama sepupunya Bastian dulu." Sentak Rendi sambil tersenyum miring kearah Sasya.
...****************...
Assalamualaikum para readers kiuuu 😊😅
__ADS_1
Masih ada yang inget sama Bastian nggak???? Jangan lupa komen yahh😁😁
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰