Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Pergi ke rumah Rendi


__ADS_3

"Ya nggak gitu juga kali." Gerutu Rendi.


"Lalu harus bagaimana?"


"Ah sudahlah, nggak usah dibahas lagi." Kesal Rendi, karena bingung harus menjawab apa.


"Yaudah, lepaskan tanganmu dari lenganku." Ucap Mitha dengan dingin. Setelah Rendi melepaskan lengannya, Mitha pun membalikkan badannya hendak pergi. Namun sebelum itu, dia kembali berbalik kearah Rendi.


"Oh yah, terserah kau ingin melakukan apa dan dengan siapa pun itu, aku tidak perduli. Jadi tidak usah menjelaskan apapun padaku." Ucap Mitha lagi.


"Oh yah? Emang lo nggak marah atau keberatan gitu, gue punya banyak pacar."


"Hehe... Kenapa harus marah? Bukankah kita cuman orang asing." Ucap Mitha dengan sedikit tertawa, dan segera berlalu dari tempat itu, meninggalkan Rendi sendirian dan tanpa menunggu jawaban Rendi. Sedangkan Rendi sendiri, merasa sedikit tersentil dengan ucapan Mitha barusan.


"Tuh cewek maksudnya apa coba ngomong kayak gitu? Dia pengen nyindir atau apa sih, dasar cewek aneh, bikin kesel aja. Ck, ngapain juga gue harus mikirin tuh cewek, nggak penting banget. Bikin mood gue rusak aja." Oceh Rendi sendirian, dengan perasaan kesal.


Mitha mendudukkan b*kongnya di kloset yang sudah tertutup, dia yang tadi awalnya ingin kembali menemui pengunjung yang ditinggalnya tadi, mendadak berubah pikiran dan melangkahkan kakinya menuju toilet. Mitha rasa sepertinya dia membutuhkan sedikit waktu untuk menenangkan diri setelah pertemuan dan perdebatannya dengan Rendi tadi. Jujur Mitha merasa terkejut saat Rendi bilang kalau wanita yang bersamanya tadi, adalah pacar barunya. Mengetahui Rendi masih berhubungan dengan Sasya saja, sudah membuatnya kecewa. Apalagi saat mengetahui fakta baru tentang Rendi, yang ternyata tidak hanya playboy dan suka gonta ganti pacar. Tapi juga suka mengoleksi pacar, ini baru dua yang Mitha tau, entah kalau masih ada yang lain. Mitha tidak tau dan tidak tertarik untuk tau.


Padahal Mitha sudah berniat untuk membuka hati untuk Rendi, tapi setelah mengetahui Rendi punya banyak pacar, Mitha jadi ragu dan berubah pikiran. Jadi sebelum dia melangkah terlalu jauh, dia akan berhenti. Takut kalo nanti hatinya semakin kecewa dan terluka dengan segala sikap dan perbuatan Rendi. Kalau Rendi masih suka memacari banyak perempuan, bagaimana Rendi bisa belajar bertanggung jawab dan menjadi imam serta pemimpin yang baik untuk rumah tangganya nanti.

__ADS_1


Tapi seketika pikiran Mitha teringat dengan segala ucapan orang tuanya, yang berharap banyak pada pernikahan Mitha ini. Ingin memberitahu orang tuanya tentang sifat Rendi yang sebenarnya, tapi Mitha tidak ingin mengecewakan kedua orangtuanya. Apalagi kalau mereka tau, kalau Rendi suka bersikap dan berkata kasar padanya. Pasti mereka akan lebih kecewa dan sedih nantinya, lalu sekarang dia harus bagaimana? Bertahan sakit, pergi pun sulit. (Eh, kok jadi mirip judul lagu, hehe...🤭🤭)


Disaat Mitha tengah termenung, memikirkan nasibnya kedepan akan bagaimana, tiba-tiba telpon disakunya bergetar.


Drrrttt.... Drrrttt.... Drrrttt...


Bunda calling...


Mitha segera menekan tombol hijau, dan mengangkat telpon dari Ibu mertuanya.


"Halo, assalamualaikum Bunda."


***


"Hhuuffftt..." Mitha menghembuskan nafasnya perlahan, menatap rumah mewah yang ada dihadapannya dengan gugup. "Hhuuffftt..." Mitha kembali menghela nafasnya, sambil memejamkan mata. "Bismillah, kamu bisa Mitha." Ucap Mitha menyemangati dirinya. Dengan langkah pelan namun perlahan, Mitha mendekati pintu rumah itu dan mengetuknya.


Tok... Tok... Tok...


"Assalamualaikum..."

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pintu pun terbuka.


"Waalaikum salam, eh, non Mitha udah datang, mari masuk non." Ucap Bi Sri, ART di rumah Rendi. Yap! Mitha sekarang sedang berada di rumah Rendi, tadi waktu Bunda Desi menelponnya, dia meminta Mitha untuk datang dan menginap, karena sudah akhir pekan. Bunda Desi memang selalu meminta Mitha untuk datang menginap di akhir pekan, sebenarnya Mitha ingin menolak, tapi dia merasa tidak enak. Jadi disinilah dia sekarang berada, dikediaman keluarga Rendi.


Mitha mengerutkan keningnya, bingung kenapa ART Rendi bisa mengenal dan mengetahui namanya. Padahal ini baru pertemuan pertama mereka, melihat Mitha hanya diam saja dan terlihat kebingungan. Bi Sri kembali berbicara.


"Non pasti bingung, kenapa saya bisa tau dan kenal sama non kan?" Tanya Bi Sri, yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Mitha.


"Jadi sebelum non Mitha datang, Ibu sudah memberitahu saya tentang non Mitha, dan Ibu juga sudah memberitahu saya, kalau non Mitha akan datang. Itu sebabnya saya tau." Jelas Bi Sri, membuat Mitha mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mari non masuk, Ibu sama Bapak sudah menunggu di dalam." Ucap Bi Sri ramah.


"Iya Bi." Jawab Mitha.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅 Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰


Dan makasih buat kalian semua yang udah mampir... Lope lope buat kalian deh❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2