Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Kejadian memalukan dikelas


__ADS_3

"Lem? Entahlah, gue juga nggak tau. Lagipula dari tadi gue dudukin nih kursi aman-aman aja, nggak ada yang aneh. Sampai saat gue mau berdiri, nih kursi nggak mau lepas-lepas." Ucap Rendi, sedangkan Rangga yang mendengarnya segera teringat sesuatu.


Baru saja dia hendak mengingatkan Rendi, tapi terlambat karena Rendi sudah menarik paksa p*ntatnya dari kursi, dengan dibantu dengan Sasya dan Vino yang memegangi kursinya.


"Satu... Dua... Tiga..." Aba-aba Rendi, dan dia pun beranjak berdiri dari kursinya dengan kasar dan sedikit dipaksa. Bersamaan dengan itu, Rangga berseru untuk menghentikannya.


"Tunggu dulu jangan ditarik..." Seru Rangga tiba-tiba, namun sayang dia terlambat menghentikannya.


Sreeeeettttttt....


Semua mata langsung terbelalak melihatnya, Rendi jangan ditanya lagi. Jika dia berada didunia kartun, mungkin kedua bola matanya sudah jatuh menggelinding di lantai, saking kagetnya. Sedangkan Rangga sendiri segera bersandar di kursi dan menepok jidatnya. Pak Budi sampai menutup mulut untuk menahan tawanya, begitupulah dengan murid-murid yang lain.

__ADS_1


Pak Budi menahan tawanya, karena ingin menjaga perasaan Rendi agar dia tidak merasa semakin malu. Sedangkan yang lain menahan tawa karena takut diamuk Rendi. Rendi yang melihat celana dibagian p*ntatnya sobek karena menempel di kursi saat dia paksakan untuk berdiri, segera duduk kembali di kursinya.


Apalagi saat dia sadar kalau para murid lain pasti sudah melihat boxernya yang 'antimainstream' wkwkwk, hahaha (Author ketawa jahat).


Rendi duduk dengan lesu di kursinya, saat Rangga mengajaknya berbicara.


"Udah gue bilangin jangan ditarik, kalau itu beneran lem, celana lo bisa sobek dan nempel di kursi." Ucap Rangga.


"Lo telat ngomongnya, celana Rendi udah keburu sobek nempel di kursi." Ucap Vino, walaupun saat ini dia ingin tertawa ngakak melihat kemalangan yang terjadi pada sahabatnya itu, tapi sebisa mungkin ditahannya. Semata-mata untuk menjaga perasaan sang sahabat.


"Pffttt...Yang, seriously. Itu boxer kamu warnanya pink, mana motif bunga-bunga lagi, hahaha... Aku nggak nyangka ternyata selera kamu pinky." Ucap Sasya yang tidak mampu lagi menahan tawanya. Rendi juga bisa melihat para murid yang lain mulai tertawa kecil, bahkan ada yang sampai memalingkan wajahnya kearah lain, karena tidak mampu lagi menahan tawa.

__ADS_1


Rendi kembali melihat kearah sang pacar yang masih terus tertawa tanpa memikirkan perasaannya sama sekali, benar-benar pacar yang pengertian.


"Sasya benar-benar keterlaluan, dia udah bikin gue tambah malu di depan semuanya. Awas aja lo nanti, sekarang lo ketawa-ketawa tapi besok lo bakal gue bikin nangis-nangis." Batin Rendi dengan tangan mengepal kuat dan melihat Sasya dengan tatapan tajam. Sasya yang masih belum menyadari kesalahannya, masih terus tertawa.


Rendi yang perasaannya sudah campur aduk, antara malu, kesal, dan marah, kini semakin emosi karena ucapan dan tingkah Sasya saat ini. Dengan emosi yang sudah tidak tertahan, Rendi menggebrak meja di depannya dengan keras. Sehingga membuat tawa Sasya seketika terhenti dan berganti dengan perasaan kaget. Apalagi saat melihat tatapan tajam dan wajah marah Rendi, membuat Sasya menjadi takut, dan seketika tersadar dengan perilakunya tadi.


Braaaaakkkk....


"Itu bukan urusan lo!" Sentak Rendi kemudian.


...****************...

__ADS_1


Assalamualaikum semuanya 😁😅


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...


__ADS_2