Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Lebih manis dari es krim


__ADS_3

"Ok, sip itu mah. Yaudah yuk." Ajak Bastian dengan hati bahagia karena Mitha setuju untuk makan es krim dengannya.


***


"Gimana, enak nggak?" Tanya Bastian saat melihat Mitha menyuap es krimnya.


"Iya, enak. Makasih yah udah ditraktir es krim." Ucap Mitha setelah menelan es krimnya.


"Iya sama-sama, makasih juga udah dikasih baju gratis." Balas Bastian.


"Iya." Ucap Mitha, dan setelahnya hanya hening yang terjadi, karena baik Mitha ataupun Bastian kini sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Mitha yang sedang memikirkan Rendi yang saat ini sedang bersama dengan pacarnya.


"Kira-kira mereka lagi apa yah sekarang, masih nonton atau enggak? Atau mungkin mereka sekarang sedang berkencan dan menghabiskan waktu berdua, huffttt..." Batin Mitha, dia pun menundukkan kepalanya dengan sedih, berusaha menahan rasa sesak dan sakit yang ada di dadanya. Sedangkan Bastian tengah memikirkan sebuah pertanyaan yang tepat dan tidak menyinggung perasaan Mitha, karena sebenarnya sudah sejak tadi Bastian menahan rasa penasarannya dan keinginannya untuk bertanya pada Mitha, penyebab dia menangis saat mereka bertemu tadi.


Tapi karena takut membuat Mitha merasa tidak nyaman jika dia menanyakannya, Bastian pun urung menanyakannya. Namun saat melihat Mitha menunduk dengan wajah sedih, bibirnya benar-benar gatal untuk bertanya. Setelah menghirup nafas panjang, Bastian berdehem sebelum memulai bertanya.


"Ekhem... Mmm... Boleh gue tanya sesuatu?" Tanya Bastian akhirnya, Mitha yang mendengar pertanyaan Bastian segera mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


"Tanya apa?"


"Mmm... Kalau boleh tau, waktu kita tabrakan tadi, lo nangis kenapa?" Tanya Bastian pelan.


"Ohh... Itu... Nggak kok, nggak papa. Tadi itu aku cuman... Habis nonton film sedih aja dibioskop." Bohong Mitha, karena yang sebenarnya bukan film sedih yang habis ditontonnya, tapi kemesraan sang suami dengan pacarnya. Bastian yang mendengarnya pun kembali mengingat-ingat kalau tadi mereka memang tabrakan tidak jauh dari tempat bioskop.


"Ohh... Gitu, hehe... Ternyata lo baperan juga yah orangnya, habis nonton film sedih aja udah nangis kayak habis mergokin pacar selingkuh." Ucap Bastian dengan tertawa kecil.


"Bukan mergokin pacar selingkuh, tapi suami." Batin Mitha dengan tersenyum kecil.


"Nha... Gitu dong, senyum. Kan enak diliatnya, apalagi senyum lo itu terlihat manis. Es krim gue aja kalah manis sama senyum lo." Puji Bastian.


"Cuma lo, dan yang gue katakan tadi bukanlah gombalan, tapi kenyataan."


"Masa sih?"


"Beneran, kalo nggak percaya terserah." Pasrah Bastian kalo Mitha memang hanya menganggap ucapannya tadi sebagai gombalan, padahal itu benar-benar tulus dari dalam hatinya. Menggombal? Hah... Dia bahkan tidak tau cara menggombal seorang wanita, jujur saja Mitha adalah wanita pertama setelah ibunya yang bisa membuatnya merasa nyaman saat bersama. Sehingga diapun bisa mengakrabkan diri dengan baik, padahal selama ini dia termasuk cowok yang sulit didekati oleh wanita.

__ADS_1


Bukan karena tidak ada wanita yang mau padanya, tapi karena dia yang tidak mau didekati. Tapi dengan Mitha, dia merasa beda. Mitha seperti memiliki pesonanya sendiri, sehingga bisa membuatnya membuka diri untuk Mitha. Walaupun Mitha berpenampilan cupu dan terkesan biasa-biasa saja, tapi itu sama sekali tidak masalah untuk Bastian. Buatnya penampilan bukanlah segalanya, tapi attitude dan ketulusan hati orang itulah yang menarik perhatiannya.


"Btw, kayaknya doa lo waktu itu nggak kekabul deh." Ucap Bastian setelah menghabiskan es krimnya.


"Doa? Doa yang mana yah?" Bingung Mitha.


"Doa lo malam itu, yang berharap nggak pengen lagi ketemu sama gue dan temen-temen gue." Ucap Bastian mengingatkan.


"Ohh doa itu... Terkadang tidak semua yang kita inginkan atau kita harapkan bisa terwujud. Tapi bukan berarti kita harus berhenti berdoa, karena terkadang Allah menjawab doa kita dengan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Allah itu maha tau segalanya, Allah punya cara sendiri dalam membahagiakan hambanya, walaupun Allah tidak mengabulkan doa kita, tapi kita tidak boleh berpaling darinya. Karena itu kita tidak boleh bersedih ataupun kecewa saat doa kita tidak dikabulkan, karena mungkin Allah sudah menyiapkan yang lebih baik dan yang lebih kita butuhkan." Ucap Mitha dengan bijak, membuat Bastian yang mendengarnya merasa semakin kagum dengan Mitha.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Tegur Mitha saat Bastian menatapnya dengan dalam dan tanpa berkedip, membuatnya merasa sedikit tidak nyaman. Apalagi saat mengingat statusnya saat ini yang sebagai seorang istri, seharusnya sebagai seorang istri yang baik dia tidak pergi berdua seperti ini dengan pria yang bukan muhrimnya. Tapi karena mereka berada ditempat umum, Mitha merasa itu tidak papa, kecuali kalo hanya mereka berdua Mitha pasti akan merasa sangat tidak nyaman.


Walaupun Rendi berselingkuh dengan wanita lain, tapi sebisa mungkin dia akan tetap selalu menjaga kesetiannya pada Rendi, suami yang tidak menganggapnya.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰


__ADS_2