Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Anak konglomerat?


__ADS_3

"Bukan karena lo takut jadi duda ngenes, karena belum sempet ngerasain indahnya malam pertama bareng istri, tapi udah keburu ditinggal duluan, yahkan?" Ucap Dokter Kevin lagi, sengaja ingin membuat Rendi kesal. Karena membuat Rendi kesal, merupakan suatu hiburan untuknya. Dan jangan heran kenapa Dokter Kevin tau banyak tentang hubungan Rendi dan Mitha, itu karena Ayah Rendi yang menceritakannya saat pergi untuk memeriksakan kesehatannya di RS.


"Sembarangan lo kalau ngmong, gue nggak ada yah pemikiran ke situ." Sewot Rendi lagi.


"Tapi keinginan adakan?" Ucap Dokter Kevin sambil menaikturunkan alisnya didepan Rendi.


"Dasar Dokter mesum lo." Seru Rendi sambil melemparkan bantal yang ada didekatnya kearah Dokter Kevin.


"Dasar sepupu nggak ada akhlak." Ucap Dokter Kevin saat bantal yang dilempar Rendi tepat mengenai mukanya.


"Hussttt... Nggak usah berisik! Dia lagi istirahat." Ucap Rendi sambil menunjuk Mitha dengan kepalanya.


"Iya deh, si yang paling perhatian sama istri." Ledek Dokter Kevin, sehingga membuat Rendi menghela nafas lelah, karena terus digoda oleh Dokter Kevin.


"Terserah kau sajalah, lagian kenapa masih disini sih? Sana balik." Usir Rendi.


"Ck, ngusir. Gini nih, habis manis sepah dibuang. Setelah pertolongan gue udah nggak dibutuhin, gue disuruh pulang. Emang lo nggak liat diluar masih hujan deres, kalau gue kenapa-napa dijalan gimana? Asal lo tau aja, perjuangan gue buat dateng kesini tuh gak gampang. Gue harus menembus hujan dan melewati badai, dan sekarang lo ngusir gue gitu aja. Benar-benar sepupu idaman lo." Rajuk Dokter Kevin, membuat Rendi menghela nafas mendengarnya.


"Nggak usah drama."


"Dasar lo." Ucap Dokter Kevin lagi, namun Rendi hanya diam dan memilih mengabaikannya.


"Btw, kalian lagi nggak ada masalahkan?" Tanya Dokter Kevin, setelah terdiam beberapa saat. Saat ini mereka tengah duduk berdampingan disofa yang ada dalam kamar Mitha.


"Kenapa lo nanya gitu?"


"Dari hasil pemeriksaan gue tadi sih, dia kayaknya lagi banyak pikiran gitu. Dia juga kurang istirahat, apa dia tidur dengan baik beberapa hari ini?"


"Entahlah." Rendi mengedikkan kedua bahunya, tanda tidak tau.


"Bagaimana dengan makannya? Apa pola makannya baik, dan dia makan dengan teratur?" Tanya Dokter Kevin lagi.


"Mana gue tau." Jawab Rendi lagi.

__ADS_1


Plaaakkkkk....


"Auw, apaan sih lo! Sakit tau." Keluh Rendi saat Dokter Kevin memukul kepalanya dari belakang.


"Baguslah kalau lo tau apa itu rasa sakit, rasa sakit lo ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan istri lo karena punya suami seperti lo. Haa... Aku merasa kasihan pada istri lo karena punya suami yang sangat tidak perhatian seperti lo. Tentang tidur dan makan istri sendiri nggak tau, bagaimana lo bisa menyebut dirinya sebagai istri lo, sedangkan lo sendiri nggak tau apapun tentang dia." Omel Dokter Kevin.


"Gue nggak tinggal serumah sama dia, kalo lo lupa. Jadi gimana gue mau tau tentang kesehariannya." Bela Rendi.


"Iya yah, lupa gue. Tapi tetap saja kau seharusnya bisa memperhatikannya lebih baik lagi, walau tidak tinggal serumah sama dia." Omel Dokter Kevin lagi, tidak mau kalah.


"Terserah kau sajalah."


"Ck, anak ini kalau dibilangin. Yaudah gue cabut, hujannya udah mulai reda."


"Hmm."


"Inget, perlakuin istri lo dengan baik. Walaupun kalian menikah tanpa cinta, tapi setidaknya lo harus mulai belajar buka hati buat istri lo. Walau bagaimanapun juga, dia itu calon Ibu dari anak-anak lo nanti. Perlakuin dia dengan baik, jangan sakiti fisiknya ataupun hatinya. Dia itu cuman wanita biasa, bisa sakit hati dan terluka. Jadi jangan sampai nyesel kalo suatu hari nanti dia ninggalin lo, karena udah nggak sanggup ngadepin sikap lo itu."


"Udah ceramahnya?"


"Hmm, baguslah." Ucap Rendi.


Dokter Kevin pun kembali beranjak dari duduknya, namun bukannya melangkah keluar dokter Kevin malah diam menatap wajah Mitha. Rendi yang melihatnya merasa tidak suka, dia pun ikut mendekat ketempat tidur Mitha.


"Ngapain lo liatin dia kayak gitu? Naksir?" Sentak Rendi.


"Kenapa? Cemburu?" Pancing Dokter Kevin, sehingga membuat Rendi mendengus kasar.


"Dia itu istri sepupu lo, kalo lo lupa." Sewot Rendi.


"Dia istri lo, kalo lo lupa. Jadi perlakuin dia dengan baik, jangan sampai buat dia stress dan sakit lagi."


"Hmm."

__ADS_1


"Gue pamit."


"Jawab dulu, kenapa lo liatin dia kayak tadi?" Tanya Rendi.


"Ohh itu, gue kayak ngerasa pernah ngeliat dia aja. Tapi dimana yah?"


"Mungkin di rumah sakit." Tebak Rendi.


"Rumah sakit?"


"Iya, soalnya Kakaknya itu seorang Dokter. Mungkin lo ngeliat dia pas dia nemuin Kakaknya di rumah sakit."


"Memangnya Kakaknya siapa?" Tanya Dokter Kevin.


"Gue sih nggak terlalu kenal sama Kakaknya, cuman tau namanya aja. Namanya kalau nggak salah Miko."


"Miko?"


"Iya, kenapa, lo kenal?" Tanya Rendi. Bukannya menjawab, Dokter Kevin malah sibuk mengotak atik hpnya.


"Yang ini bukan?" Tanya Dokter Kevin sambil menunjukkan sebuah foto, para Dokter yang sedang makan siang bersama.


"Iya, yang ini." Ucap Rendi saat Dokter Kevin menunjuk foto Miko.


"Wah, nggak nyangka gue. Ternyata yang lo nikahin ini anak konglomerat." Ucap Dokter Kevin, sehingga membuat Rendi mengernyitkan keningnya.


"Kayaknya lo salah deh, soalnya dia ini cuman cewek biasa yang tinggal didaerah gang apalah namanya itu, gue juga nggak tau. Dan tiap kali ke sekolah juga naik sepeda, penampilannya juga biasa-biasa saja. Masa iya dia anak konglomerat, lo salah kali." Ucap Rendi tidak percaya.


"Masa sih? Kalau dia memang benar adiknya Miko, itu artinya dia anak konglomerat. Soalnya si Miko ini anak dari pemilik RS tempat gue kerja. Malah yang gue denger nih, katanya sebentar lagi itu RS bakal jadi milik dia." Ucap Dokter Kevin.


...****************...


Assalamualaikum para readers kiuuu 😊😅

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh....😁🥰🥰


__ADS_2