Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Detik-detik Ijab Kabul


__ADS_3

"Ckk, nggak usah lebay deh lo. Kayak lo tau aja."


"Gue emang nggak tau banyak tentang tuh cewek, tapi yang gue tau, tuh cewek, Ketos di sekolah kita. Eh, mantan Ketos maksudnya. Soalnya gara-gara insiden ini, dia dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketos. Kalau nggak salah sih namanya Mitha Indriyani Airlangga." Jelas Vino.


"Oh... Jadi namanya Mitha." Ucap Rendi.


"Eh, btw calonnya kakak tuh orangnya gimana? Cantik ga? Cantikan mana sama Nia?" Cerocos Nia. Rendi pun diam, mencoba mengingat-ingat kembali bagaimana penampilan Mitha tadi.


"B aja, nggak ada yang special." Ucap Rendi.


"Masa sih?" Timpal Nia.


"Kalo nggak percaya, liat aja nanti." Balas Rendi.


***************


20 menit menjelang ijab kabul


Tok... tok... tok...


Mitha segera berdiri untuk membuka pintu, saat mendengar pintunya diketuk.


"Bunda..."


"Hai sayang, boleh Bunda masuk?" Untuk sekejab Bunda mengerutkan keningnya, melihat penampilan Mitha.


"Silahkan Bunda."


"Sayang, kok kamu belum dirias? Mang perias pengantinnya belum datang?" Tanya Bunda Rendi.


"Hmm... Maaf Bunda, sebenarnya tadi perias pengantinnya udah dateng, tapi Mitha suruh pulang. Soalnya Mitha nggak pengen dirias."

__ADS_1


"Kenapa? Kok Mitha nggak mau dirias? Ini kan hari pernikahan Mitha, mang Mitha nggak mau tampil cantik dihari pernikahan Mitha? Bukan maksud Bunda Mitha jelek kalo nggak dirias, Mitha cantik kok, cantik natural. Tapi kalo di touch up dikit, pasti lebih cantik. Mau yah, Bunda pakein make up dikit." Harap Bunda.


"Hmm, tapi jangan yang menor-menor yah Bunda."


"Iya sayang kamu tenang aja, Bunda janji nggak akan menor-menor. Cuman di touch up dikit kok." Ucap Bunda dengan senyum manisnya. "Oke, sekarang kamu duduk disini. Bunda ambil alat tempur Bunda dulu dimobil, ok."


"Ok Bunda." Bunda Rendi pun segera bergegas menuju ke mobilnya. Setelah menemukan yang dicarinya, Bunda segera kembali keruangan tempat Mitha berada. Bunda memang sengaja menyimpan sebagian make up-nya di mobil, untuk jaga-jaga kalau akan dibutuhkan disaat mendesak. Setelah sampai di ruangan tempat Mitha berada, Bunda pun segera mengeluarkan bakat meriasnya pada Mitha.


Tidak butuh waktu lama, Bunda pun selesai me make up Mitha. Bunda menegakkan punggungnya dan tersenyum puas memandang wajah Mitha. Padahal dia hanya memolesnya sedikit, tapi hasilnya sangat memuaskan. Mitha terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya.


"Wah sayang, kau ini sebenarnya memiliki wajah yang sangat cantik. Buktinya, baru Bunda poles dikit, kamu sudah terlihat secantik ini. Bagaimana kalau yang make up in seorang MUA, wah Bunda yakin pasti anak Bunda makin klepek-klepek sama kamu." Tutur Bunda bahagia, puas dengan hasil polesannya di wajah Mitha. Mitha yang mendengarnya jadi tersipu malu.


"Bunda bisa aja."


Tidak lama kemudian, terdengar pintu diketok dari luar. Tok... tok... tok...


"Bunda buka pintu dulu." Tidak lama kemudian, Bunda kembali masuk dan menuju kearah Mitha.


"Sayang, akad nikahnya udah mau dimulai. Kita keluar sekarang yuk." Ajak Bunda.


"Gugup yah?"


"Sedikit Bunda."


"Nggak papa, wajar kok kalau kamu gugup. Dulu waktu Bunda mau nikah sama Ayahnya Rendi, Bunda juga sangat gugup. Sampai-sampai Bunda harus bolak-balik ke toilet, karena saking gugupnya perut Bunda jadi mules, hehe. Mama Bunda sampai ngomel-ngomel ngeliat Bunda bolak-balik ke toilet terus, takut riasan Bunda rusak katanya."


"Tapi Bunda tetap cantik kok, walau nggak pake make up." Puji Mitha.


"Ah, kamu bisa aja."


"Serius Bunda, waktu Bunda ke sekolah waktu itu, Bunda nggak pake make up berlebihan. Tapi tetap keliatan cantik dan anggun, Bunda juga awet muda." Puji Mitha lagi, dan sukses membuat Bunda Rendi jadi tersipu malu.

__ADS_1


"Ah, kamu ini bisa aja kalau muji, Bunda kan jadi malu, hehe." Mereka pun tertawa bersama, untuk sejenak Mitha melupakan kegugupannya dan perasaan tidak nyaman yang mengganggunya dari tadi. "Ya udah sayang, kita keluar sekarang yuk."


"Iya Bunda."


***************


"Ini mempelai wanitanya mana sih?" Celoteh Vino.


"Wah, jangan-jangan mempelai wanitanya kabur lagi." Timpal Beni juga.


"Bisa aja, mungkin dia udah nyadar kali, kalau nikah sama Rendi tuh bukan pilihan yang terbaik dan hanya akan membuatnya menderita." Celoteh Vino lagi, sehingga membuat Rendi mendelik tajam kearahnya.


"Mang kalian pikir, gue mau nyiksa dia apa. Sorry yah, gue bukan cowok yang suka main tangan sama cewek."


"Ckk, nyiksa bukan berarti harus selalu fisik doang, tapi batinnya juga. Lo nggak lupakan kalo lo itu udah..." Belum juga Rangga menyelesaikan ucapannya , suara cempreng Nia langsung mengalihkan atensi mereka semua.


"Gaes... gaes... Mempelai wanitanya udah dateng tuh." Heboh Nia saat melihat Mitha datang bersama Bundanya.


"Wah, Ren. Itu yang lo bilang B aja, katarak mata lo." Ucap Beni tak kalah hebohnya.


"Tau tuh kak Rendi, ini sih bukan B aja. Tapi double B plus C."


"Hah? Apaan tuh?" Bingung Vino.


"Benar-Benar Cantik."


Rendi sendiri tidak terlalu memperdulikan ucapan-ucapan adek dan teman-temannya, karena sejak tadi pandangannya terus mengarah kearah Mitha yang masih terus setia berjalan sambil melihat kearah lantai.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Assalamualaikum para readers kiuuu....☺️😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh....


Like, komen, dan votenya, author tunggu yah... ☺️😁


__ADS_2