Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Arti dari cemburu


__ADS_3

"Santai aja kali, nggak usah ngegas. Lagipula bibir lo bukan selera gue juga, jadi nggak usah ngarep buat dicium. Nggak minat gue." Ucap Rendi dengan santainya, membuat Mitha mendengus pelan mendengarnya. Mitha pun mendorong dada Rendi agar menjauh darinya.


"Maaf, tapi aku juga tidak tertarik untuk kamu cium. Lagipula aku juga nggak selera dengan bibir kamu yang pahit itu, jadi nggak usah kege'eran. Awas minggir, aku mau ke perpustakaan, jangan halangi jalanku." Mitha pun melangkahkan kakinya melewati Rendi, namun baru beberapa langkah, Mitha harus terhenti. Dia bahkan sampai harus berjalan mundur saat Rendi menarik kerah baju belakang milik Mitha.


"Mau kemana? Gue belum selesai."


"Apalagi sih? Aku mau ke perpus." Ucap Mitha dengan malas.


"Entar aja ke perpusnya, ada yang mau gue tanyain ke lo."


"Apaan?"


"Cowok yang meluk lo tadi siapa?" Tanya Rendi, walaupun sebenarnya dia sudah tau. Tapi dia ingin mendengar jawaban langsung dari Mitha.


"Oohhh... Itu Abi, eh maksud aku Bian."


"Abi?" Tanya Rendi dengan mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"Itu panggilan buat dia dari anak-anak."


"Anak-anak siapa?" Tanya Rendi lagi.


"Teman-teman aku sama Bian."


"Oohhh...Kalian pacaran?"


"Nggak." Jawab Mitha sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi kalian keliatannya deket banget yah, sampe peluk-pelukkan segala, di lapangan lagi." Ucap Rendi.


"Mikir yang macam-macam? Emang lo tau, gue sekarang lagi mikirin apa, hem?"


Mendengar itu, Mitha pun mengangkat kedua bahunya.


"Kalau boleh aku tebak, kamu sekarang lagi mikir kalau aku sama Bian ada hubungan spesial, iyakan?"

__ADS_1


"Bukannya emang gitu yah"


"Hhuuffftt... Kan aku udah bilang tadi, kalau aku sama Bian itu cuman sahabatan, nggak lebih. Lagipun, aku sudah anggep dia kayak kakak aku sendiri."


"Dan apa dia juga nganggep lo sebagai adik, atau cuman sahabat, atau mungkin lebih dari seorang sahabat." Mitha yang mendengar ucapan Rendi, jadi kesel sendiri.


"Kamu ini sebenarnya kenapa sih? Cemburu sama Bian?"


"Hahaha... Lo lucu banget sih, emang lo tau arti dari cemburu itu apa." Ucap Rendi di sela-sela tawanya.


"Mmm, rasa nggak suka saat ngeliat orang yang kita sayang dan cinta, deket atau akrab sama yang lain." Ucap Mitha menjelaskan arti cemburu sesuai yang dia tau.


"Nha, itu lo tau. Terus kenapa masih bilang kalo gue cemburu. Sedangkan dari penjelasan lo barusan, lo bilang kalau cemburu itu rasa nggak suka saat ngeliat orang yang kita sayang dan cinta, deket atau akrab sama yang lain. Pertanyaannya adalah, emang gue sayang sama lo? Emang gue cinta sama lo? Nggak kan, jadi kenapa gue harus cemburu. Gue nggak peduli, lo mau akrab ataupun deket sama siapapun. Gue juga pernah bilang kan sama lo, kalau gue nggak bakal ngelarang lo buat jalin hubungan sama cowok lain. Tapi satu pesan gue, dan masih sama kayak apa yang pernah gue bilang sebelumnya. Jangan pernah ngelakuin sesuatu yang bisa mencoreng nama baik gue, atau pun bikin gue malu. Dan apa yang lo lakuin dilapangan tadi, peluk-pelukkan sama cowok lain di depan semua orang. Itu sama aja lo bikin gue malu, karena punya istri yang ngebiarin tubuhnya disentuh sama cowok lain." Ucap Rendi menggebu-gebu, tiba-tiba dia merasa emosi saat mengingat Bian memeluk Mitha dilapangan tadi pagi.


Dan yang membuatnya lebih kesal adalah Mitha yang diam saja saat dipeluk Bian, dan terlihat pasrah saja dipeluk oleh Bian, alih-alih memberontak minta dilepaskan.


...****************...

__ADS_1


Assalamualaikum semuanya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜…


Maaf yah baru up, soalnya lagi ada acara di rumah tetangga. Jadi nggak sempet nulis๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...


__ADS_2