
"Tanggung jawab pala lu, emang gue apain dia?" Tanya Reno dengan menunjuk Lia. "Iya sih, gue akuin gue ini emang tampan dan berkharisma. Tapi bukan berarti kalian bisa bebas modusin gue gini yah, kalo naksir bilang aja. Nggak usah banyak alasan." Ucap Reno dengan pedenya, sengaja ingin membalas ledekan Arum dan Lia.
"Najis."
"Huuueeekkk...." Lia yang berada di dekat Rendi, berlagak seolah ingin muntah mendengarnya.
"Hayoloh No... Lo apain si Lia sampai muntah-muntah gitu? Perasaan yang baru nikah kemarin itu Umi, kok lo yang hamil duluan sih Li?" Beo Satya yang baru saja datang, dan sukses membuatnya mendapatkan pelototan tajam dari Lia.
"Enak aja lo, hamil-hamil. Jangan sembarangan ngomong yah, kalau ada yang denger, nanti jadi salah paham, ngerti?"
"Nggak." Jawab Satya dengan watadosnya alias wajah tanpa dosa."
"Ishh, nyebelin banget sih lo." Lia yang kesal pada Satya pun mencubit lengan Satya dengan keras. Sehingga membuat Satya berteriak kesakitan.
"Aauuuwwww.... Sakit ogeb."
"Bodo, rasain."
"Umiiii... Liat ini Umi, anak Umi yang bontot ini udah nyubit lengan aku dengan cara yang tidak berprikemanusiaan. Sakit Umiii.... Pokoknya pecat aja dia jadi anak." Adu Satya kepada Mitha seperti anak kecil.
"Halah, lebay. Baru gitu doang, udah ngadu. Dasar tukang ngadu."
"Biarin, daripada lo, bontot. Bontot... Bontot... Bontot..."
"Isshhh... Nyebelin banget sih lo..." Lia yang kesal pun, berniat untuk melayangkan kembali cubitan mesranya alias cumesnya di lengan Satya. Tapi dengan cepat Satya menghindar dan akhirnya terjadilah kejar-kejaran diantara mereka dalam kelas. Reno yang melihatnya langsung geleng-geleng kepala.
"Dasar bocil." Ucap Reno pelan, namun masih bisa didengar oleh yang lainnya.
"Ckk, nggak nyadar diri."
__ADS_1
"Eh, apa maksudnya itu? Maaf yah, tapi gue ini udah bukan bocil lagi. Tapi pria dewasa yang mempesona, dan berkharisma."
"Iya iya tau, yang udah jadi pria tua." Ledek Arum.
"Ckk, bukan pria tua, tapi pria dewasa."
"Iya nih, bukan pria tua Rum, tapi... Bapak-bapak, hahaha..."
"Hahaha... Eh, salah. Bukan bapak-bapak, tapi om-om. Hahaha..."
"Ya... Ketawa aja terus, gue ini emang cuman butiran debu buat kalian." Ucap Reno pura-pura ngambek.
"Wuuu... Ayoloh Rum, Reno nya ngambek tuh. Bujukin gih." Tunjuk Vina dengan dagunya.
"Ogah ah, males. Lo aja."
"Gue juga males, yaudah biarin aja. Nanti juga baikan sendiri, bye bye tukang ngambeeekkk....." Ucap Arum sambil melambaikan tangannya pada Reno, lalu menuju ketempat duduknya bersama Vina.
"Sabar yah No." Ucap Mitha sambil menepuk bahu Reno.
"Hhuuffftt.... Asal Umi tau saja, karena kesabaran ku inilah, aku masih bisa menahan diri untuk tidak melempar mereka-mereka ini dari lantai dua." Ucap Reno sambil menunjuk-nunjuk kearah Arum cs duduk.
"Hehehe... Semangat sabar yah No, orang sabar itu disayang sama Allah."
"Aaamiiinnn... Balas Reno.
Mitha pun berjalan menuju kursinya, sesaat setelah mendaratkan b*kongnya di kursi. Mitha menoleh kekursi sebelah kanannya.
"Kamu kapan pulang sih Bi...? Aku kangeeeennnn..." Batin Mitha, sambil melihat kursi Abi alias Bian.
__ADS_1
"Cieee... kayaknya ada yang kangen sama Abi nih..." Ledek Lia, yang duduk dimeja sebelahnya.
"Hati-hati loh Umi, nanti ada yang cemburu." Seru Lala teman sekelas Mitha. Jangan heran, kenapa dia juga bisa manggil Mitha dengan sebutan Umi. Itu karena kelima sahabat Mitha, selalu memanggilnya dengan sebutan Umi. Maka teman-teman sekelasnya yang lain pun jadi ikut-ikutan memanggilnya dengan sebutan Umi. Bahkan para anggota OSIS yang pernah di ketuainya, juga memanggilnya dengan sebutan Umi.
"Siapa yang cemburu La?" Beo Satya.
"Ckk, yah misuanya lah. Siapa lagi."
"Ohh..."
"Cemburu? Hahh, aku tidak yakin." Batin Mitha, dengan tersenyum kecut.
***
Saat ini Mitha cs lagi pada ngumpul di kantin, untuk menghentikan aksi demo yang dilakukan oleh Tuan dan Nyonya cacing di perut mereka.
"Umi umi... Haaahh... Haahh... Emang hah... Beneran hah... yah kalo..."
"Udah-udah, duduk dulu. Gue yang capek denger lo ngomong kayak gitu." Ucap Satya pada Lia yang tiba-tiba datang dari toilet dengan nafas ngos-ngosan.
"Minum dulu." Mitha pun memberikan air minum kepada Lia, agar dia bisa lebih tenang.
"Gimana? Udah bisa cerita sekarang? Gue penisirin nih, lo mau ngomong apa." Ucap Arum penasaran.
...****************...
Assalamualaikum semuanya 😁😁
Menurut kalian Lia kenapa yah??? 🤔🤔
__ADS_1
Penisirin nggaaakkk....😁😁😁 Tungguin author up lagi yah🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...