Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Ditinggal dipinggir jalan


__ADS_3

"Baguslah." Ucap Rendi, lalu melenggang pergi dari hadapan Mitha dan masuk ke dalam mobilnya. Tidak butuh waktu lama, mobil Rendi pun melaju dengan cepat meninggalkan Mitha yang sendirian dipinggir jalan.


TES...


Mitha segera menghapus kasar air mata yang sudah sejak tadi ditahannya. "Udah dong, kamu tuh nggak boleh cengeng Mitha, kamu gadis yang kuat. Jadi stop nangisnya, jangan jadi cewek lemah. Kamu pasti bisa." Ucap Mitha menghibur dirinya sendiri. Air mata yang sedari tadi ditahannya pun, terus saja menetes, membasahi pipinya. Sampai-sampai membuat kacamatanya jadi buram. Padahal selama ini, dia selalu bisa mengendalikan dirinya, saat air matanya mendesak keluar. Tapi sekarang, kenapa rasanya sulit sekali menahannya. Untung saja dia tidak menangis didepan Rendi tadi, bisa-bisa dia semakin terlihat lemah didepan Rendi. Selama ini dia selalu bersikap kuat di depan Rendi, agar dia tidak mudah ditindas ataupun direndahkan. Walaupun kenyataannya sekarang, dia sudah ditindas. Mitha benar-benar tidak menyangka kalau Rendi bisa bersikap sekasar tadi padanya, apalagi sampai meninggalkannya dipinggir jalanan yang sepi seperti ini.


***


"Apa gue udah kelewatan yah tadi, sama tuh cewek? Apa sikap gue tadi itu udah berlebihan? Lagian kenapa gue bisa sekasar itu sih sama dia? Padahal selama ini gue nggak pernah kasar sama cewek, ahh... sudahlah. Ngapain juga gue mikirin tuh cewek, bodo amat, ah. Siapa suruh dia bikin gue kesel, ngebangkang lagi. Biar ini tuh jadi pelajaran buat dia, supaya next time, dia nggak ngebantah omongan gue lagi." Lagi-lagi ego Rendi mengalahkan secuil rasa bersalah yang dirasakannya, dan kembali membenarkan tindakannya.


"Tapi apatuh cewek udah dapat kendaraan pulang belum yah? Secara gue turunin dia ditempat yang lumayan sepi. Aduuhhh... Kenapa gue jadi mikirin tuh cewek sih. Mau dia udah dapat kendaraan atau belum, itu urusan dia. Mending sekarang gue mikirin alasan yang tepat, biar Sasya nggak ngambek, gara-gara gue telat jemput dia." Ucap Rendi, sedangkan dilain sisi, Mitha saat ini tengah duduk dipinggir jalan tempat Rendi menurunkannya tadi. Dia masih sibuk mengontrol perasaannya, agar menjadi lebih baik. Mitha menatap nanar jalanan sekelilingnya.


"Padahal ini malam Minggu, tapi jalanan disini kok sepi banget? Jangankan taksi atau ojek, aku bahkan nggak ngeliat ada orang yang lewat sini. Padahal aku udah hampir setengah jam disini, hhuuffftt..." Mitha menghela nafas, bingung memikirkan cara dia pulang. Dia pun merogoh ponsel didalam tasnya, siapa tau ponselnya masih bisa menyala sebentar, setidaknya sampai dia bisa meminta seseorang menjemputnya. Salahnya juga, kenapa tadi tidak mengisi daya ponselnya dirumah Rendi. Kan kalau udah kayak gini, dia juga yang susah.

__ADS_1


"Astaga, kok nggak ada?" Seru Mitha, saat tersadar kalau dompetnya tidak ada didalam tas. Membuat Mitha jadi semakin pusing saja.


Dirumah Rendi


"Lho, ini dompet siapa? Kok ada dibawah meja?" Bingung Bunda Desi, yang tidak sengaja menemukan dompet milik Mitha dibawah meja. Karena penasaran, Bunda pun membuka dompet itu untuk melihat identitas pemiliknya.


"Astaga, ini punyanya Mitha. Pasti dia sekarang lagi nyariin dompetnya, mending aku hubungin dia sekarang." Bunda pun mencoba untuk menghubungi Mitha, tapi tidak bisa tersambung, karena ponsel Mitha sedang mati karena kehabisan daya. Karena Mitha tidak bisa dihubungi, maka Bunda pun menghubungi Rendi.


"Halo Bun, kenapa?"


"Hehe... Assalamualaikum Bunda, maaf lupa." Cengir Rendi.


"Waalaikum salam, makanya Kak harus selalu dibiasain ngucap salam, biar nggak kelupaan lagi."

__ADS_1


"Iya Bunda."


"Oh yah Kak, Mitha masih sama kamu?" Rendi menelan ludahnya dengan susah payah, saat mendengar pertanyaan Bundanya.


"Mmm... Mitha udah nggak sama Rendi lagi Bun, tadi habis nganterin dia, aku pergi nongkrong sama teman-teman aku." Bohong Rendi, karena saat ini dia sedang jalan dengan Sasya.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😁


Maaf yah baru up sekarang...


Makasih yah buat kalian yang selama ini udah sabar nungguin up dari author...☺️😊 Maaf kalau nggak bisa up banyak-banyak, karena author juga punya kesibukan di dunia nyata...πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁πŸ₯°


__ADS_2