Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Diantar Pak Min


__ADS_3

"Nona muda, biar saya antar nona ke sekolah." Ajak Pak Parmin. "Sebentar lagi sudah jam masuk, kalau nona tidak berangkat sekarang, nona muda bisa terlambat." Lanjut Pak Parmin lagi.


"Hmm.... Baiklah, tapi jangan sampai depan gerbang yah Pak Min."


"Siap nona muda, kalau begitu saya ambil mobil dulu." Setelah mengatakan itu, Pak Parmin atau yang biasa di panggil Pak Min oleh gadis itu segera mengambil kunci mobil yang akan dipakainya.


Didalam mobil


"Nona muda, saya minta maaf karena tadi malam harus pulang duluan dan tidak menunggu nona di sekolah."


"Iya tidak papa, oh ya, bagaimana keadaan istri Pak Min? Apa dia sudah melahirkan?" Semalam Pak Parmin memang datang ke sekolah bersama Bi Runa, tapi dia harus pulang duluan karena dia mendapat kabar kalau istrinya akan melahirkan.


"Iya nona muda, istri saya sudah melahirkan. Dan alhamdulilah keadaan istri saya baik-baik saja. Bayi kecil kami juga baik-baik saja." Ucap Pak Parmin dengan semangat, gadis itupun tersenyum mendengarnya.


"Alhamdulillah kalo begitu, semoga istri dan anak Pak Parmin sehat-sehat selalu. Dan Pak Parmin juga semoga sehat-sehat selalu."


"Makasih nona untuk doanya."


"Iya, sama-sama." Balas gadis itu. "Pak Parmin, saya turun disini saja." Pinta gadis itu, saat sudah hampir sampai digerbang sekolah.


"Nona yakin mau turun disini?" Tanya Pak Parmin, sebenarnya dia merasa heran. Kenapa nonanya tidak pernah mau diantar sampai depan sekolah.


"Iya, saya berangkat ke sekolah dulu yah Pak Parmin. Assalamualaikum."


"Iya nona muda, waalaikum salam." Pak Parmin memandangi gadis itu, yang setengah berlari kesekolahnya. Dia masih tidak habis pikir, kenapa nona mudanya itu tidak pernah mau diantar sampai depan gerbang sekolah. Sebenarnya dia ingin menanyakan hal tersebut, tapi diurungkan. Dia pikir itu adalah privasi nonanya, jadi dia tidak ingin ikut campur.


"Mungkin nona muda tidak ingin teman-temannya tau siapa dia sebenarnya, mungkin itu sebabnya juga nona muda selalu naik sepeda kesekolah daripada naik mobil. Padahal mobil dirumah cuman nganggur. dan jadi penghias garasi." Gumam Pak Parmin.

__ADS_1


***************


Dirumah Rendi


Saat ini Rendi dan keluarganya tengah sarapan bersama, mereka menikmati sarapan mereka dengan tenang hingga akhirnya adik perempuan Rendi bertanya padanya.


"Kak, benar yah kata Bunda. Katanya tadi malam kakak digrebek sama guru olahraga kakak, gara-gara ketahuan berdua-duaan sama teman cewek kakak diruang olahraga." Tanya Nia, adik Rendi.


"Ralat dek, bukan berdua-duaan tapi kekunci berdua diruang olahraga."


"Emang beda yah?" Rendi menghela napas mendengar pertanyaan adiknya.


"Ya bedalah dek, kalau berdua-duaan itu artinya kakak mojok sama dia. Tapi inikan beda, kakak kekunci sama dia. Dan itu bukan maunya kakak ataupun dia, kayaknya ada orang yang iseng ngunciin kakak sama dia diruang olahraga." Jelas Rendi, agar adiknya mengerti.


"Ckk, sama aja kali kak. Intinya kan kakak sama teman cewek kakak itu tetap berdua-duaan kan diruang olahraga, yakan?"


"Yah maaf, Bunda nggak sengaja bilang. Keceplosan Bunda."


"Oohh... Jadi gitu yah sekarang, main rahasia-rahasiaan sama adek. Mana ngatain adek sok tau lagi." Sewot Nia.


"Emang kamu sok tau."


"Nggak yah!" Elak Nia.


"Iya."


"Nggak!"

__ADS_1


"Iyya dek."


"Ishh... Pokoknya adek bilang enggak yah enggak. Bunda, liat tuh kak Rendi, masa adek dibilang sok tau. Nggak kan Bunda." Rajuk Nia pada Bundanya.


"Ckk, nggak nyadar diri." Sindir Rendi, sehingga membuat Nia semakin kesal.


"Bundaa.... Kak Rendi tuh, rese." Rajuk Nia, Bunda yang sedang menikmati sarapannya pun menghentikan aktivitasnya dan menegur anak-anaknya.


"Sudah-sudah, kalian ini. Bunda mau sarapan dengan tenang aja nggak bisa." Tegur Bunda, hingga membuat kedua anaknya kicep.


"Dengar tuh kak, ditegur Bunda kan."


"Kamu juga dek. Udah sekarang kamu habisin sarapan kamu dan berangkat ke


sekolah, nanti kamu telat." Ujar Bunda.


"Siap Bunda, anakmu yang cantik dan manis ini siap melaksanakan perintah." Ucap Nia narsis, dengan tangan kanan didahi seperti orang yang sedang memberi hormat. Rendi yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Jadi sayang, gimana kabar teman kamu yang semalam? Apa dia sampai dirumah dengan selamat? Dan apa keadaannya baik-baik saja? Dia pasti merasa takut dan tertekan semalam." Tiba-tiba Bunda menanyakan tentang gadis itu.


"Nggak tau." Balas Rendi singkat, Bunda yang mendengarnya pun mengernyitkan dahinya.


...***************...


Assalamualaikum para readers kiuuu...πŸ˜πŸ˜…


Maaf yaaahhh baru bisa up sekarang....

__ADS_1


Semoga nggak bosan yah sama ceritanya πŸ˜…β˜ΊοΈ


__ADS_2