Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Pulang bareng 2


__ADS_3

"Masuk." Ucap Rendi saat berada di dekat mobil, dan tanpa ba bi bu lagi, Mitha segera membuka pintu penumpang bagian belakang kursi pengemudi. Dia cukup tau diri, dengan tidak membuka kursi penumpang sebelah Rendi, karena dia tau kalo pacar dari suaminya itu pasti ingin duduk di depan. 'Pacar dari suami' haa... Mitha tidak pernah menyangka akan berada di posisi seperti ini. Sasya yang melihat Mitha duduk di kursi belakang, tersenyum senang.


"Baguslah kalau tau diri." Batinnya.


Saat mobil akan meninggalkan parkiran, Mitha melihat Reno yang sedang berdiri tidak jauh dari mobil Rendi tadi.


"Dia pasti melihat semuanya." Batin Mitha.


Tidak lama kemudian, ponsel miliknya bergetar. Segera Mitha melihatnya, ternyata pesan dari Reno.


"Umi nggak apa-apa?"


"Kenapa Umi ikut mereka?"


"Suruh dia berhentiin mobilnya, biar aku yang anterin Umi pulang."


"Apa mereka gangguin Umi? Apa pacarnya bersikap kasar pada Umi?"


Serentetan chat dari Reno pun masuk ke ponsel Mitha, dan menimbulkan beberapa kali bunyi getaran. Sehingga membuat Rendi merasa terganggu mendengarnya.


"Berisik banget sih ponsel lo, kenapa? Pacar lo ngajakin pulang bareng? Tadi gue liat, dia ngeliatin lo terus di parkiran. Mungkin dia khawatir kalo gue bakal tertarik sama lo, kalo lo pulang bareng gue. Tenang aja, bilang sama cowok lo, kalau itu nggak bakal terjadi. Lagi pun gue juga udah punya pacar, cantik lagi. Dan pastinya jauh lebih menarik dan lebih enak dipandang, nggak kayak lo yang culun, cupu. Jadi gue nggak bakal tertarik sama lo, apalagi dengan penampilan lo yang nggak banget itu. Lo itu bukan tipe gue banget." Mitha memejamkan matanya sebentar dan menghela nafas panjang, mendengar ucapan pedas Rendi.

__ADS_1


"Sabar Tha... Sabarrr.... Ingat, orang sabar disayang Allah. Astaghfirullah haladzim." Mitha pun beristigfar dalam hati, dan mencoba untuk menghibur diri sendiri. Sedangkan Sasya sudah senyam-senyum terus daritadi, apalagi saat Rendi memujinya cantik dan menarik. Senyumnya jadi semakin lebar saja.


"Dia bukan pacar aku, tapi temanku." Ucap Mitha datar, setelah berhasil mengontrol perasaannya yang sempat berkecamuk karena ucapan pedas Rendi.


"Pacar juga nggak papa, gue nggak masalah kalo lo mau punya pacar juga. I don't care." Ucap Rendi lagi.


"Astaga, suami macam apa sih dia, bisa-bisanya dia ngomong kayak gitu sama istrinya sendiri." Batin Mitha. "Sepertinya mulai sekarang, aku harus menyiapkan stok sabar yang lebih banyak lagi untuk ngadepin nih cowok." Batin Mitha lagi. "Kami hanya berteman, tidak lebih. Jadi nggak usah asal nuduh."


"Terserah, gue nggak peduli."


Drrttt.... Drrttt...


Ponsel Mitha kembali bergetar, tanda ada chat masuk.


"Ok." Mitha pun membalas pesan Reno dengan singkat.


"Sayang, kita cari tempat makan dulu yuuk... Aku laperrr..." Rengek Sasya pada Rendi dengan manja, dia bahkan tanpa ragu memeluk lengan Rendi dan bersandar di bahunya. Dia seolah tidak menganggap kehadiran Mitha ada di mobil itu, Rendi juga sama saja. Dengan santainya dia mengelus-elus pipi Sasya yang tengah bersandar di bahunya. Sungguh pasangan yang tidak punya perasaan.


Mitha sempat melirik sebentar kearah pasangan yang tengah bermanja-manjaan di depannya, hanya sebentar, karena jujur saja Mitha tidak tahan melihatnya.


"Astaghfirullah haladzim, sabar-sabar... Tenang Mitha, tenang. Jangan terpengaruh, atau mereka nanti semakin bertingkah. Hhuuffftt... Sabarrr..." Mitha menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan, untuk mengontrol perasaannya agar lebih baik. Tapi sepertinya Rendi memang sengaja ingin menguji kesabarannya, dengan santainya dia mencium pucuk kepala Sasya di depan Mitha. Sasya yang diperlukan seperti itu, tentu saja senang bukan main. Apalagi ini pertama kalinya Rendi menciumnya, selama mereka berpacaran. Ya walau yang dicium hanya pucuk kepalanya saja, tapi dia merasa sangat bahagia. Dengan tanpa rasa malu, dia semakin mengeratkan pelukannya dilengan Rendi, dan mendongak ke arah Rendi dengan memperlihatkan senyuman manisnya, yang dibalas Rendi dengan senyuman juga.

__ADS_1


Mitha segera mengalihkan pandangannya ke buku yang sejak tadi dipegangnya, berpura-pura kalau dia sedang asyik baca buku dan tidak perduli dengan apa yang Rendi dan pacarnya lakukan. Walau dia sempat merasakan perasaan aneh dihatinya, saat melihat Rendi mencium pucuk kepala Sasya tadi. Rasanya tidak rela, jika melihat suaminya sendiri melakukan itu dengan wanita lain.


Rendi melirik kearah kaca spion di depannya, untuk melihat ekspresi Mitha. Rendi mengernyitkan keningnya, saat melihat Mitha terlihat biasa saja, dan malah asyik membaca buku. Rendi berdecak samar, karena Mitha tidak terlihat kesal sama sekali. Padahal dia sengaja membiarkan Sasya terus menempel padanya, agar Mitha kesal. Dia bahkan sengaja mencium pucuk kepala Sasya, hal yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya, bahkan dengan mantan-mantannya yang lain juga tidak pernah. Dan hal itu dilakukannya hanya untuk melihat reaksi Mitha, dia pikir Mitha akan mencak-mencak dan marah-marah. Tapi ternyata reaksi Mitha biasa saja dan tenang-tenang saja.


"Tuh cewek kok B aja sih, dia nggak cemburu atau apa gitu ngeliat gue sama Sasya. Minimal protes lah, atau minta diturunin. Ini malah anteng-anteng aja." Batin Rendi, karena melihat Mitha daritadi hanya diam saja. Tidak tau saja Rendi, kalau dibalik diamnya Mitha itu ada luka dihatinya.


"Yaaannggg... Kok diem aja sih?" Rengek Sasya dengan manjanya, sehingga membuat Mitha ingin muntah mendengarnya.


"Hmm... Kenapa sayang? Tadi kamu nanya apa?" Tanya Rendi dengan lembut, berbeda sekali saat berbicara dengan Mitha.


"Aku bilang, kita mampir ditempat makan dulu, aku lapeerrrr...."


"Maaf yah sayang, kamu makannya pas sampai dirumah aja yah. Aku lagi buru-buru soalnya, takut ditungguin Bunda kalo kelamaan. Maaf yah sayang."


"Yaaahhh... Yaudah lah mau gimana lagi, tapi nanti malam kita tetap jadi jalan kan?"


"Iya dong sayang, kan aku dah janji."


******************


Assalamualaikum semuanya 😁😅

__ADS_1


Maaf yah baru bisa up sekarang 😅😅


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰


__ADS_2