
Dia sangat ingin sekali rasanya menghampiri Rendi tadi dan menghajarnya, apalagi saat melihat Rendi bersikap kasar pada Mitha. Tangannya terasa sangat gatal ingin memukul dan menghajar Rendi sampai babak belur, tidak sampai meninggal, tapi setidaknya dia akan membuat Rendi bermalam beberapa hari di RS.
Dia merasa sangat marah saat melihat sikap kasar Rendi pada Mitha, apalagi sampai membuatnya meneteskan air mata. Hal yang tidak pernah dilihatnya sejak pertama kali mengenal Mitha, bahkan disaat-saat tersulit dalam hidupnya, Mitha selalu saja memperlihatkan senyum manisnya, dan berkata kalau dia baik-baik saja.
Pernah suatu hari, Mitha terjatuh dari sepeda. Sampai badannya luka-luka dan lengannya lumayan koyak karena tergores sesuatu saat jatuh ke selokan, namun karena banyak darah yang keluar, orang tuanya panik dan langsung membawanya ke RS dan harus dirawat dirawat di RS. Orang itu melihat kalo dari awal Mitha jatuh sampai dirawat di RS, tidak ada air mata yang jatuh dari mata indahnya. Padahal orang itu tau, kalau Mitha pasti sedang kesakitan sekarang.
Walaupun sesekali terdengar meringis, saat merasa lukanya sakit, tapi dia tidak pernah meneteskan air matanya. Yang ada dia malah selalu tersenyum, dan berkata kalau dia tidak apa-apa dan baik-baik saja. Orang itu tau, kalau Mitha sengaja selalu berusaha untuk tersenyum, walaupun dia sedang kesakitan, agar tidak membuat keluarganya atau orang lain khawatir. Tapi hari ini dia melihat Mitha menangis,dan itu semua karena Rendi.
BUGH...
Lagi-lagi orang itu memukul tembok yang ada didepannya. Walaupun tadi dia sangat ingin menghampiri Rendi, tapi sekuat tenaga ditahannya. Karena dia sudah memiliki rencana lain untuk membalas perbuatan Rendi dan memberikannya pelajaran.
__ADS_1
Kalau dia langsung datang dan menghajar Rendi, Rendi hanya akan merasa kesakitan sebentar. Tapi yang akan dilakukannya ini akan membuat Rendi menderita berkali-kali lipat dari Mitha, dan akan dia pastikan kalau Rendi tidak akan melupakannya. Orang itu tersenyum miring saat memikirkan rencana-rencana yang akan dia lakukan pada Rendi. Tidak sabar rasanya melihat wajah menderita Rendi.
"Kau sudah membuat kesalahan besar dengan menyakiti orang yang ku sayang. Tapi karena aku baik hati, aku kan akan membiarkanmu selama beberapa hari, dan membiarkanmu bersenang-senang. Karena saat aku sudah memulai rencanaku, maka hanya akan ada hari-hari buruk yang kau rasakan." Ucapnya dengan tersenyum miring.
Setelah itu, orang itu segera pergi. Niat awalnya tadi ingin menemui Mitha, tapi siapa sangka kalo dia akan melihat pemandangan yang membuatnya begitu muak.
"Tunggu saja tanggal mainnya." Ucap orang itu dengan tersenyum miring, dan lalu melajukan kendaraannya meninggalkan sekolah.
Satu Minggu kemudian.
Mitha merebahkan badannya yang terasa lelah di kasur, dia baru saja pulang bekerja, ya bekerja. Walaupun dia anak orang kaya, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk bekerja, dia ingin menjadi wanita yang mandiri. Yang tidak hanya mengandalkan uang dari orang tua. Rasanya lebih 'WAH' saat mendapat uang dari hasil keringat sendiri, setidaknya itulah yang dirasakan Mitha selama ini.
__ADS_1
Walaupun orang tua Mitha masih rajin mengirim uang bulanan untuknya, tapi sangat jarang dia gunakan. Paling hanya sebulan sekali, itupun uangnya dia gunakan untuk diberikan ke panti asuhan, anak jalanan dan orang yang kekurangan. Berharap pahala dari kebaikan yang dilakukannya ini, menjadi milik orang tuanya, karena dia hanya perantara saja.
Kakaknya pun juga masih rutin mengirimkan uang jajan untuknya, walaupun dia tau adiknya itu tidak pernah menggunakan uang yang diberikannya. Tapi Kakak Mitha tetap rajin menyisihkan uang jajan untuknya. Katanya siapa tau, suatu saat nanti Mitha membutuhkannya. Walau sudah menolak, tapi Kakaknya ini tetap memaksa. Dan akhirnya Mitha pun pasrah dan menerimanya.
...****************...
Assalamualaikum all...😁😅
Author dateng lagi nih...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰
__ADS_1