Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
SAH???


__ADS_3

"Nggak sayang, jangan bilang begitu. Bagi Mama kamu tetap putri Mama yang terbaik, dan untuk yang terjadi sama kamu sekarang, anggap saja semua itu sudah takdir dari yang Mahakuasa. Dan semoga kamu bisa menjadikan semua ini sebagai pelajaran dimasa depan, agar lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu." Nasehat Mama Mitha.


"Iya Ma."


"Mbak, Mbak tenang saja. Saya dan keluarga akan merawat dan menjaga Mitha seperti putri kami sendiri." Ucap Bunda Rendi tiba-tiba.


"Iya mbak, makasih. Saya titip Mitha putri saya yah mbak, tolong tegur dia jika dia salah. Dan tolong bimbing dan ajari dia menjadi istri dan menantu yang baik." Ucap Mama Mitha.


"Iya, mbak nggak usah khawatir. Mitha akan baik-baik saja disini."


"Iya, makasih mbak. Dan maaf karena saya dan suami tidak bisa hadir disana. Karena kondisi cuaca disini sedang kurang baik, jadi penerbangan ke Indonesia harus diundur untuk sementara waktu. Apalagi kondisi kakeknya Mitha masih belum pulih."


"Iya mbak, nggak apa-apa. Saya dan keluarga ngerti kok, mbak nggak usah khawatirin Mitha. Saya dan keluarga akan menjaga Mitha disini, mbak fokus saja sama pengobatan kakeknya Mitha disana. Dan semoga beliau cepat sembuh, dan tolong sampaikan salam saya pada beliau." Tutur Bunda Rendi.


"Iya mbak, sekali lagi makasih. Saya titip Mitha yah mbak."


"Iya mbak, lagipula sebentar lagi Mitha ini akan menjadi putri saya juga." Bunda Rendi dan Mama Mitha pun saling melemparkan senyum.


"Ekhem... Maaf mengganggu, tapi bisa kita mulai sekarang ijab kabulnya?" Tanya Pak penghulu yang sudah menunggu dari tadi.


"Bagaimana sayang, bisa kita mulai sekarang ijab kabulnya?" Tanya Ayah Rendi.


"Mitha tanya Papa Mitha dulu om." Jawab Mitha.


"Kok om sih sayang? Panggil Ayah dong, sama kayak Rendi."


"I... iya Yah." Ayah Rendi pun hanya tersenyum mendengarnya, Ayah Rendi benar-benar tidak menyangka kalau akan segera menikahkan putra sulungnya secepat ini. Hal yang sama pun dirasakan oleh Papa Mitha, dia juga tidak menyangka akan segera menikahkan putri bungsunya diusia yang masih sangat muda.


Setelah Mitha berbicara kepada Papanya, akad nikah pun segera dimulai. Sebelum Rendi menjabat tangan Pak penghulu, Mitha mendekatkan dirinya dan berbisik kepada Rendi.


"Kamu udah tau namaku dan Papaku kan? Jangan sampai salah sebut, jangan bikin malu." Bisik Mitha.

__ADS_1


"Ckk, berisik. Lo tentang aja, gue udah tau semuanya. Jadi nggak usah bawel, ngerti?"


"Baguslah kalo gitu."


"Hem..."


Rendi pun menjabat tangan Pak penghulu, walaupun tangannya sempat gemetar dan berkeringat. Tapi dia mencoba untuk terlihat tenang, jantungnya jangan ditanya lagi, udah berdisko ria sejak tadi. Rendi pun menarik nafas dan membuangnya perlahan dengan mulutnya, berharap detak jantungnya bisa sedikit tenang. Atau dia akan jadi khawatir terkena penyakit jantung dadakan, karena jantungnya yang berdebar sangat cepat saat ini. Kan nggak lucu kalo dia meninggal karena terkena serangan jantung dadakan akibat terlalu gugup, karena mau ucap ijab kabul.


"Hhuuffftt..." Rendi kembali menghela nafasnya, untuk menenangkan ritme jantungnya.


"Bagaimana, sudah siap?" Tanya Pak penghulu, singkat, padat, dan jelas. Tapi mampu membuat jantung Rendi semakin berdetak tidak karuan, dahinya bahkan sudah berkeringat. Teman-temannya yang melihatnya, bukannya prihatin malah pada cekikikan. Sedangkan Nia bertugas untuk memegang ponsel Mitha, agar orang tua Mitha bisa mengikuti acara ijab kabul melalui VC. Jantung Rendi semakin berdetak dengan cepat saat Pak penghulu, memintanya untuk mengucapkan ijab kabul. Rendi menghembuskan nafasnya dengan perlahan, dan mulai mengucapkan ijab kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mi..." Rendi tidak jadi melanjutkan kata-katanya. Karena terlalu gugup, dia jadi lupa nama calon istrinya. Rendi pun menoleh kearah Mitha.


"Aduhhh, kok gue bisa lupa sih, sama nama nih cewek. Mimi, Mina, atau siapa sih tadi. Aduhh.... Bego banget sih gue." Rutuk Rendi dalam hati. Dengan perlahan dia pun mendekatkan diri kearah Mitha.


"Hey! Nama lo siapa tadi? Gue lupa."


"Kamu ini, bikin Bunda sama Ayah malu aja sama calon besan." Kesal Bunda.


"Ya maaf, namanya juga lupa." Bela Rendi, dan berhasil membuatnya mendapat toyoran dilengannya dari sang Ayah.


"Makanya fokus, jangan mikirin yang lain dulu. Fokus sama akadnya." Ujar Ayahnya.


"Jangan mikirin MP nya dulu, sah-in dulu baru boleh mikirin MP nya, bahkan sudah bisa langsung dipraktekkin, kan udah halal." Ledek Pak penghulu, sehingga membuat pipi Mitha langsung memerah karena malu.


"Iisshh... Nih Pak penghulu apaan sih, bikin malu aja." Batin Mitha, dia pun akhirnya hanya menunduk, tak berani mengangkat kepalanya. Takut orang-orang melihat pipinya yang memerah karena malu.


"Hah? MP? Apaan tuh Pak?" Beo Rendi, sehingga mengundang cibiran dari adiknya Nia.


"Ya ampun kak Rendi, kok kakak jadi lola gini sih? MP itu artinya Malam Pertama, malam pertama kakak sama kak Mitha jadi pengantin baru. Masa itu aja nggak tau sih." Panjang lebar Nia menjelaskan, wajah Mitha semakin memerah mendengarnya.

__ADS_1


"Ooohhh ituu..." Rendi pun hanya ber'oh' ria saja, mungkin karena efek terlalu gugup, otak Rendi jadi ngeblank. Sedangkan teman-temannya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Rendi, yang terlihat konyol dimata mereka.


"Aauuwwhhh....." Keluh Rendi, saat lagi-lagi dia mendapat toyoran dilengannya dari sang Ayah.


"Kamu ini, bikin Ayah malu saja."


"Ya maaf..."


Pak penghulu yang melihatnya jadi senyum-senyum sendiri. "Sudah-sudah tidak apa-apa, wajar kalo pengantin pria salah dalam ijab kabul. Pasti saat ini dia sedang gugup dan grogi, jadi tolong rilex dan santai saja."


"Iya Pak."


"Bisa kita lanjutkan?"


"Iya Pak."


Pak penghulu pun mengucap basmalah, dan mulai membacakan ijab kabulnya dan menggerakkan tangan Rendi. Tanda agar Rendi mengucapkan ijab kabulnya. Rendi pun menghela nafasnya, dan mulai mengucapkan ijab kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mitha Indriyani Arlangga bin Arlangga Wiratman dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Bagaimana para saksi. Namun belum sempat ada yang menjawab, tiba-tiba ada yang berteriak.


"BERHENTI...!!! Pernikahan ini tidak SAH! Saya tidak setuju dengan pernikahan ini." Teriak orang itu, sehingga membuat suaranya menggelegar keseluruh ruangan. Mitha yang melihat orang tersebut pun langsung berdiri. Dengan segera dia pun menghampiri orang tersebut, diikuti dengan pandangan heran dan bingung dari orang yang ada di ruangan tersebut. Mereka penasaran, siapa gerangan orang yang sudah mengganggu acara ijab kabul.


...****************...


Assalamualaikum para readers kiuuu...☺️😊


Author datang lagi nih...πŸ˜…πŸ˜


Kira-kira siapa yah orang itu???? Penasaran nggaaakkk???? Hehehe...😁😁


Tungguin author up lagi yah...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh....


__ADS_2