Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Rencana makan malam.


__ADS_3

Papa Mitha yang melihat dua wanita kesayangannya saling menangis, juga ikut menangis. Hatinya terasa sangat sakit saat melihat dua wanita kesayangannya sedang bersedih dan menangis seperti itu. Papa Mitha pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri istri dan anaknya.


"Mitha..." Panggil papa Mitha dengan suara serak karena sedang menangis, mendengar suara papanya, Mitha pun melepaskan pelukan mamanya.


"Papa..." Mitha pun segera menghambur kedalam pelukan papanya, dan semakin menangis dalam pelukan papanya.


***


Setelah acara tangis menangis yang cukup menguras energi tadi, kini sekarang Mitha sedang duduk bersama dengan kedua orangtuanya, dan yang lainnya di ruang tamu yang tak lain adalah Bian dan orang tuanya. Kebetulan orang tua Bian juga sudah pulang siang tadi, dan saat melihat orang tua Mitha sudah pulang mereka pun datang berkunjung.


"Oh yah sayang, kamu darimana aja kok baru pulang?" Tanya mama Mitha sambil mengusap lembut punggung Mitha yang sekarang sedang bergelayut manja di lengan papanya.


"Oh... Tadi Rendi ngajakin Mitha jalan ma, jadi pulangnya telat." Ucap Mitha tanpa mengatakan kalau Rendi hanya memanfaatkannya agar bisa jalan dengan pacarnya.


"Terus tadi pulang sama siapa, Rendi? Kok nggak diajak masuk?" Tanya papa Mitha.


"Mmm... Bukan, tadi Mitha pulangnya naik taksi online."


"Lho, kok naik taksi online? Emangnya Rendi nggak nganterin kamu pulang?" Tanya Miko.


"Nggak, tadi dia mendadak ada urusan gitu, terus..."


"Terus kamu disuruh pulang sendiri gitu?" Potong Miko cepat.


"Isshhh... Kak Miko, Mitha belum selesai."

__ADS_1


"Yaudah lanjut."


"Tadi Rendinya mau nganterin pulang dulu tapi Mitha yang larang, karena nggak mau ngerepotin, jadi..."


"Jadi dia ngebiarin kamu pulang gitu aja, hanya karena kamu larang? Seharusnya sebagai suami yang baik dan bertanggung jawab dia tetap kekeh nganterin kamu pulang, walaupun udah kamu larang." Potong Miko lagi, sehingga membuat Mitha mendengus pelan karena Miko terus memotong ucapannya.


"Tadi dia usah maksa buat nganterin Mitha pulang kok, Mitha nya aja yang gak mau, karena nggak mau ngerepotin. Kasian dia harus bolak-balik." Bohong Mitha. "Maafin Mitha ya Allah karena udah bohong lagi, maafin Mitha juga Kak Miko karena udah bohongin Kakak." Batin Mitha.


"Lha, emang itu udah kewajiban dia sebagai seorang suami buat mastiin kamu pulang dengan selamat, kenapa harus dikasihanin?" Cecar Miko.


"Sudah-sudah nggak usah di bahas lagi, yang penting kamu pulang dengan selamat." Ucap papa Mitha.


"Iya pa."


"Iya Kak." Jawab Mitha. "Oh yah, papi sama mami kapan datangnya? Kok Mitha nggak tau." Tanya Mitha pada orang tua Bian, sekalian mengalihkan pembicaraan agar Kakaknya tidak membahas tentang Rendi lagi. Dan tentang orang tua Bian, Mitha memang sudah biasa memanggil mereka dengan panggilan mami papi. Begitupun sebaliknya, Bian juga memanggil orang tua Mitha dengan sebutan mama papa. Walaupun mereka tidak memiliki ikatan darah, tapi mereka sudah seperti keluarga. Apalagi orang tua Bian dan Mitha memang sudah bersahabat, jauh sebelum Mitha dan Bian lahir kedunia. Udah lama banget kan.


"Tadi siang sayang, dan tadi waktu mama papa kamu pulang, mami nggak sengaja liat. Jadi yah udah mami sama papi kesini, nanyain kabar sekalian ngeliat keadaan kakek kamu." Ucap Rumi, maminya Bian.


"Oh iya, kakek sekarang ada dimana? Gimana sama keadaannya?" Tanya Mitha yang baru teringat dengan kakeknya.


"Alhamdulillah keadaan kakek sudah jauh lebih baik, itu sebabnya kita udah pulang sekarang. Dan sekarang kakek lagi istirahat di kamarnya." Ucap mama Mitha.


"Alhamdulillah kalo gitu, Mitha lega ngedengernya."


"Iya sayang."

__ADS_1


"Oh yah sayang, ada yang pengen papa omongin sama kamu."


"Apa pa?"


"Rencananya mama sama papa mau ngundang suami sama mertua kamu kesini buat makan malam, sekalian silaturahmi juga kenalan secara langsung sama suami kamu dan keluarganya."


"Ohh, emang kapan pa?" Tanya Mitha.


"Insya Allah besok malam sayang, jadi besok disekolah kamu kasih tau suami kamu buat bilang sama orangtuanya."


"Iya pa." Jawab Mitha dengan raut muka biasa saja, walaupun sebenarnya dalam hati Mitha masih belum ingin bertemu apalagi berbicara dengan Rendi karena kejadian dibioskop tadi. Hati Mitha masih sakit rasanya jika mengingatnya.


"Oh yah Rum, kamu sama Anton juga datang yah besok malam biar makin rame. Iyakan pa?" Ucap mama Mitha, mendengar suara mamanya yang berbicara dengan maminya Bian, lamunan Mitha tentang Rendi jadi terhenti.


"Iya ma bener, kalian juga datang aja besok malam, biar ikut meramaikan suasana." Ucap papa Mitha juga.


"Tapi nggak enak ah kalau dateng, nanti malah ganggu kalian sama besan baru." Ucap mama Bian merasa tidak enak.


"Udah nggak papa, nggak usah ngerasa nggak enak segala. Pokoknya besok kalian harus luangin waktu buat dateng, kamu juga yah Bian."


"Insya Allah ma." Jawab Bian yang sedari tadi hanya diam saja.


...****************...


Assalamualaikum para readers semuanya 😁😅 Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2