Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Bertahan dengan pacar


__ADS_3

"Santai aja kali Ngga, lagian yang gue peluk juga cewek gue sendiri, pacar gue sendiri kok." Balas Rendi santai, sehingga membuat Rangga semakin kesal saja melihatnya.


"Bisa-bisanya yah, lo ngomong kayak gitu. Lo juga, jadi cewek ganjen banget. Rendi ini udah punya istri, ngapain lo masih deket-deketin dia. Pake peluk-peluk segala, nggak tau malu banget sih lo." Semprot Rangga pada Sasya.


Sasya yang dimarahi oleh Rangga, segera memeluk lengan Rendi.


"Sayang... Maaf kalau aku udah lancang peluk-peluk kamu kayak tadi, hiks... Tadi aku benar-benar shock dan kaget waktu tau dari anak-anak yang lain, kalau kamu udah nikah kemarin, hiks... Aku sayang dan cinta banget sama kamu, hiks... Aku belum siap buat kehilangan kamu, hiks... Kamu nggak akan putusin aku kan? Hiks..." Rengek Sasya sambil sesenggukan, tidak lupa dengan wajah yang sesedih mungkin. Sehingga membuat yang melihatnya jadi merasa iba dan kasihan. Tapi tidak berlaku untuk Rangga, Vino, dan Beni. Sebenarnya dari awal mereka sudah tidak suka dan tidak setuju kalo Rendi pacaran dengan Sasya, karena menurut mereka Sasya itu terlalu drama queen.ereka juga bingung, kenapa Rendi bisa kepincut dan sampai jadian sama tuh cewek.


"Ckk, dasar drama queen." Sindir Rangga.


"Tau tuh." Timpal Vino.


"Nggak usah ngarep ketinggian deh, yah jelas Rendi bakal mutusin lo lah. Dia kan udah punya istri, masa iya punya pacar juga. Aneh lo." Sewot Beni juga. Sasya yang mendengar itu semua, langsung mengalihkan tatapannya kearah Rendi. Dengan tatapan yang sayu, dan berurai air mata. Rendi yang melihatnya seolah mengerti akan arti dari tatapan itu. Dengan perlahan dan tanpa ragu, Rendi mengangkat tangannya dan mengusap lembut air mata di pipi Sasya.


"Kamu tenang aja, aku nggak akan mutusin kamu. Kamu bakal tetap jadi pacar aku, itupun juga kalau kamu masih mau jadi pacar aku." Ucap Rendi lembut dan tersenyum manis.

__ADS_1


"Serius?" Tanya Sasya.


"Serius sayang, dua rius malah."


"Aku sayang kamu." Setelah berkata seperti itu, Sasya langsung memeluk Rendi.


"Aku juga sayang sama kamu." Ucap Rendi juga, lalu membalas pelukan Sasya. Rangga yang melihatnya menjadi geram sendiri pada sepupunya plus sahabatnya itu.


"Ren, apa-apaan sih lo? Lo udah nggak waras yah? Bisa-bisanya lo ngomong kayak gitu sama dia. Inget, lo itu udah punya istri. Nggak seharusnya lo masih ngejalin hubungan sama c'wek lain, emang lo nggak mikirin perasaan istri lo apa? Dia pasti sakit hati ngeliat lo kayak gini, apalagi didepan matanya sendiri." Marah Rangga, dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rendi. Dia pikir Rendi akan segera memutuskan Sasya, tapi malah sebaliknya. Rendi malah tetap mempertahankan Sasya jadi pacarnya. Kalo tidak mengingat Rendi adalah sepupunya, sudah dari tadi bogem mentahnya melayang ke wajah Rendi.


"Sorry yah bro, kalau kita ikut campur sama urusan pribadi lo. Tapi sebagai teman yang baik, gue cuman pengen ngingetin lo, supaya nggak salah jalan dan menyesal dikemudian hari. Walaupun lo sama Mitha nikah secara terpaksa, tapi tetap aja dia udah jadi bini lo sekarang. Dan yang seharusnya lo sayang-sayang sekarang tuh Mitha, bukan Sasya ataupun cewek lainnya." Ucap Beni.


"Wuiisshhh... Tumben otak lo bisa mikir bijak kayak gitu." Ledek Vino, karena jarang-jarang melihat Beni yang suka becanda, berbicara sebijak itu.


"BENI...." Ucap Beni bangga dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Denger tuh!" Sentak Rangga yang masih kesal pada Rendi. Setelah mendengar semua celotehan teman-temannya, Rendi pun akhirnya buka suara.


"Berisik lo semua, yang kalian bela B aja tuh." Tunjuk Rendi dengan dagunya kearah Mitha, yang masih setia menatap mereka dengan wajah datarnya.


"Kenapa kalian yang pada ribet sih?" Lanjut Rendi lagi, masih dengan gaya santainya. Membuat Mitha yang melihatnya, memutar bola matanya jengah. Sebenarnya dia sudah ingin pergi dari tadi, tapi Beni malah menarik ranselnya, dan menahannya agar tidak pergi sampai acara debatnya selesai.


"Emang benar Mit, kalo lo B aja ngeliat mereka? Lo nggak keberatan gitu, Rendi masih ngejalanin hubungan sama cewek lain, padahal statusnya dia itu udah jadi suami lo?" Heran Vino, karena daritadi Mitha hanya diam saja. Padahal Rendi dengan terang-terangan sudah peluk-pelukkan dan ngomong sayang sama cewek lain didepan matanya sendiri.


"Iya Mit, lo nggak cemburu gitu, ngeliat suami lo sayang-sayangan sama cewek lain?" Kali ini Beni yang bertanya. Mitha yang mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti itu dari teman-teman Rendi, menghela nafasnya pelan sebelum menjawabnya.


"Nggak, B aja." Jawab Mitha dengan datar dan tenang, namun berbanding terbalik dengan yang sebenarnya dirasakannya. Istri mana sih, yang tidak terluka melihat suami sendiri peluk-pelukkan, sayang-sayangan, dan terang-terangan menjalin hubungan dengan cewek lain.


...****************...


Assalamualaikum semuanya....😁😅

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅😅


__ADS_2