
"Aaamiiinnn... Emang cuman Nia yang paling ngertiin Om, tos dulu dong." Pak Rudi dan Nia pun saling tos. Rendi yang sudah jengah melihat mereka semua pun, berlalu begitu saja meninggalkan mereka semua.
"Woy Ren, mau kemana? Main cabut aja." Teriak Vino.
"Balik." Balas Rendi singkat.
***
Rendi merebahkan badannya di atas kasur empuk miliknya, dia terus saja melihat cincin yang terpasang dijari manisnya.
"Haahhh... Nggak nyangka, sekarang gue udah nikah, udah punya bini." Gumam Rendi pelan, dan tak lama setelah itu diapun tertidur. Karena kelelahan dan capek mengurus pernikahannya hari ini, Rendi pun tertidur dengan lelap.
Keadaan yang berbanding terbalik dengan Mitha, saat ini dia masih terjaga dari tidurnya. Mitha melirik jam dinding di kamarnya.
"Astaga... Sudah jam dua, tapi mataku kok nggak ngantuk-ngantuk yah?" Gumam Mitha. Dia pun bangkit tidurnya, dan melihat cincin yang tersemat di jari manisnya.
"Gimana yah, sama nasib hidupku kedepannya. Hhuuffftt...." Mitha pun menghela nafas panjang, setelah itu diapun meraba bibirnya yang tadi sudah lancang menci*m bibir Rendi, walaupun tak disengaja, tapi tetap saja itu mengganggu ketenangan Mitha.
"Mau ditaro dimana coba muka aku, kalau ketemu dia besok. Haaa... rasa malunya aja masih terasa sampai sekarang, pasti sekarang dia mikir kalau aku ini cewek ganjen dan genit. Tapi itu semua kan nggak disengaja, haa.... Sudahlah, apa yang bakal terjadi besok, biar jadi urusan nanti. Mending sekarang aku tidur." Ucap Mitha, dan diapun langsung berbaring kembali. 5 menit, 10 menit, 30 menit, dan sekarang sudah satu jam, tapi Mitha tetap saja tidak bisa tidur.
"Menyebalkan, padahal kan besok sekolah. Tapi kenapa aku nggak bisa tidur sih?" Gerutu Mitha kesal. Setelah terdiam sebentar, Mitha pun memutuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat malam. Setelah itu Mitha pun mengambil Al-Qur'an dan mengaji, sambil menunggu matanya mengantuk.
***
__ADS_1
"Ya ampun Dek, itu muka kamu kenapa kucel gitu? Kayak nggak tidur semalaman aja Dek." Ucap Miko yang kaget melihat penampilan Mitha pagi ini.
"Memang." Balas Mitha lesu.
"Kamu kenapa Dek, sakit?"Khawatir Miko, dan di balas dengan gelengan kepala oleh Mitha.
"Kak, boleh yahh hari ini aku nggak ke sekolah." Pinta Mitha, Miko yang mendengarnya pun, menghela nafas panjang sebelum menjawabnya.
"Kakak ngerti, kamu pasti masih belum siap buat ketemu sama teman-teman kamu, setelah mereka tau kalau kamu udah nikah kemarin, iyakan?" Tanya Miko, dan dijawab anggukan kepala oleh Mitha. Ya, Mitha belum siap untuk bertemu dengan teman-temannya dulu, terutama dengan Rendi dan teman-temannya. Bayangan kejadian memalukan kemarin masih terus terngiang di kepalanya.
"Ya udah kalo kamu belum siap kesekolah, tapi besok, udah siap buat ke sekolah kan?"
"Iya Kak, insya Allah."
"Hah? Maksudnya, kuat apa yah Kak?"
"Kuat ngadepin kenyataan, hehehe..." Lawak Miko, mencoba menghibur adiknya.
"Kakak juga makan yang banyak yah, biar kuat."
"Tenang aja Dek, Kakak biarpun nggak sarapan selalu kuat kok."
"Bukan kuat itu Kak."
__ADS_1
"Lalu, kuat apa?"
"Kuat nyari jodohnya, biar nggak jomblo terus. Biar ada yang ngurusin."
"Ckk, dasar kamu. Mentang-mentang udah nikah duluan." Ucap Miko pura-pura merajuk.
"Hehe... Canda Kak." Cengir Mitha dan dibalas senyuman oleh Miko.
Dikamar Rendi
"Astaga Rendi, udah jam segini masih belum bangun juga." Kesal Bunda, saat melihat Rendi masih tertidur dengan pulas. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 06:00.
"Ren.... Bangun Ren, Rendi... Bangun, udah siang ini, udah jam 07:00." Bohong Bunda, agar Rendi cepat bangun. Dan ternyata berhasil, Rendi segera bangun dan bergegas ke kamar mandi.
"Ya ampun Bunda, kenapa baru bangunin Rendi sih Bun, kan jadi kesiangan nih." Gerutu Rendi, sambil masuk ke kamar mandi. Bunda yang melihatnya hanya tersenyum, sambil geleng-geleng kepala. Setelah mandi, Rendi pun menuju ke wastafel untuk sikat gigi. Saat akan gosok gigi, Rendi melihat bekas luka dibibirnya karena ci*man berdarah Mitha kemarin.
"Ckk, si*lan tuh cewek. Gara-gara dia, gue jadi kehilangan ci*man pertama gue yang berharga. Padahal kan selama ini gue udah jaga baik-baik nih bibir buat orang tersayang dan tercinta gue nanti. Tapi sekarang, semuanya gagal gara-gara tuh cewek." Gerutu Rendi. Diapun lalu sikat gigi, dan bersiap-siap buat ke sekolah. Saat di meja makan, dan bersiap untuk sarapan, Rendi baru menyadari kalo dia sudah dibohongi oleh Bundanya. Padahal tadi dia sudah sangat buru-buru, ternyata dia di prank oleh Bundanya sendiri. Dengan wajah ditekuk, Rendi pun memulai sarapannya.
...****************...
Assalamualaikum para readers semuanya..
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...😁😁
__ADS_1