Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Cowok macha


__ADS_3

Braaaaakkkk...


"Itu bukan urusan lo!" Sentak Rendi kemudian.


"Sa... Sayang, maaf aku nggak maksud ngomong kayak gitu tadi. Aku cuman..."


"Cuman apa? Cuman mau bikin gue tambah malu, iya? Kalau itu maksud lo, selamat. Karena lo udah berhasil bikin gue tambah malu." Sentak Rendi lagi, lalu berbalik kearah Rangga. "Ngga, pinjem Hoodie lo dulu."


Rangga pun segera melepas Hoodie yang dipakainya, dan memberikannya pada Rendi. Rendi pun segera mengikat Hoodie Rangga dibagian belakangnya, untuk menutupi celananya yang sobek. Setelah itu Rendi pun beranjak dari tempat duduknya.


"Sebaiknya kamu ke koperasi sekolah buat beli celana baru." Saran Pak Budi.


"Iya Pak, saya memang mau kesana, permisi." Ucap Rendi kemudian berlalu keluar kelas, mengabaikan Sasya yang masih terus merengek meminta maaf. Vino dan Rangga yang melihatnya, saling berpandangan dan tersenyum lebar. Mereka senang akhirnya hubungan Rendi dan Sasya merenggang juga dengan sendirinya, tanpa mereka harus bersusah payah menjauhkan Rendi dari Sasya.


"Loh, kalian mau kemana?" Tanya Pak Budi, saat melihat Rangga dan Vino beranjak dari kursi mereka.


"Maaf Pak, tapi kami harus ke tempat latihan basket sekarang, dipanggil sama Pak Bowo. Kayaknya mau bahas soal pertandingan basket yang akan yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi." Ucap Vino, yang tentunya hanya kebohongan belaka. Karena Pak Bowo sama sekali tidak memanggil mereka, itu hanya akal-akalan Vino saja, agar bisa menyusul Rendi bersama dengan Rangga.


"Hmm, baiklah. Kalian boleh keluar." Ucap Pak Budi, percaya.


"Makasih Pak."

__ADS_1


Vino dan Rangga pun segera keluar dari kelas, dan segera menyusul Rendi. Sasya sebenarnya mau ikut menyusul, tapi tidak diijinkan oleh Pak Budi.


***


"Kira-kira siapa yah, orang yang udah ngerjain lo Ren?" Ujar Vino pada Rendi. Saat ini mereka sedang berada di kantin, tentunya setelah Rendi mengganti celananya dengan yang baru.


"Nggak tau, tapi yang jelasnya kalau gue tau siapa orangnya, gue bakal bikin perhitungan sama dia, karena udah bikin gue malu." Ucap Rendi dengan kesal, sedangkan Rangga hanya diam saja.


"Ngomong-ngomong tentang malu, kok lo bisa sih pakai boxer warna pink gitu, motif bunga-bunga lagi. Jujur aja yah Ren, tiap kali ngingetnya pengen bikin gue ngakak abis. Luarnya aja macho ternyata dalamnya macha, manis dan menggemachkan, bhuahaha..." Seloroh Vino, diakhiri dengan ketawa ngakaknya. Dia merasa begitu plong karena bisa tertawa juga, setelah menahannya sejak dikelas tadi. Sedangkan Rangga hanya tersenyum saja mendengarnya.


"Anj*r, dasar teman lak*at lo. Temen lagi kesusahan, malah diketawain. Ibarat kata lo itu udah nabur garam diatas luka gue yang masih basah, perih."


"Yang lo rasain sekarang, belum ada apa-apanya dengan yang selama ini dirasain sama Mitha karena kelakuan lo." Ucap Rangga, diangguki oleh Vino sebagai tanda setuju.


"Anggap aja ini karma kecil buat lo, karena selama ini udah bersikap buruk sama istri lo."


Lanjut Rangga lagi.


"Setuju!!! 100 buat Mas Rangga."


Rendi yang mendengarnya, hanya memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


"Oh yah, gimana keadaan Beni sekarang? Udah baikan?" Tanya Rendi, mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tadi dia udah chat gue, katanya dia udah mau membaik. Kata dokter dia cuman demam biasa aja." Jawab Vino, hari ini Beni memang tidak ke sekolah karena sedang sakit. "Kira-kira gimana yah, ekspresi Beni kalau tau kejadian yang menimpa lo tadi." Ucap Vino.


"Ck, nggak usah disebar."


"Helah, tanpa gue sebar pun, satu sekolah pun juga bakal tau. Because kejadian kayak tadi tuh, ibarat virus, mudah menyebar dari orang yang satu ke yang lainnya.


"Gue setuju." Ucap Rangga juga, sehingga membuat Rendi terduduk dengan lemas, membayangkan satu sekolah mengetahui kejadian memalukan yang menimpanya tadi.


"Oh yah, lo belum jawab pertanyaan gue yang tadi."


"Pertanyaan yang mana lagi sih?"


"Kok lo bisa pakai boxer warna pink sih? Iya kalau motifnya keren, nha ini motif bunga-bunga." Heran Vino.


"Ck, ini semua tuh gara-gara Nia." Ucap Rendi, sehingga membuat Vino dan Rangga mengerutkan alis, bingung.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅 Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2