Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Khilaf


__ADS_3

Namun pikiran dan badannya tidak bekerja sama dengan baik, entah keberanian darimana Rendi semakin mendekatkan wajahnya. Mitha yang melihatnya hanya diam saja, karena mengira kalau Rendi hanya ingin mengerjainya saja dan membuatnya salah paham seperti tadi.


Namun saat Rendi semakin mendekatkan wajahnya, Mitha mulai merasa was-was. Baru saja dia hendak komentar, Rendi tiba-tiba memegang wajah Mitha dan mulai memiringkan kepalanya. Mitha tau dia seharusnya tidak hanya diam saja, tapi entah kenapa dia mendadak blank dan hanya diam saja. 10 cm... 7 cm... 5 cm... Dan saat bibir mereka hampir menyatu, tiba-tiba...


Cekrek...


Spontan Mitha dan Rendi tersadar dan langsung mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.


"Nia..." Seru Rendi saat melihat adiknya sedang berdiri didekat pintu sambil membawa hp, yang Rendi yakini sebagai alat yang dipakai sang adik untuk memotretnya bersama Mitha tadi.


"Hehe... Pagi Kak Mitha, Kak Rendi, maaf sudah mengganggu waktu berharga kalian. Hehehe..." Cengir Nia, sambil membentuk tanda peace menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Kamu ngapain disitu? Kamu motoin Kakak sama istri Kakak yah tadi?" Seru Rendi sambil menunjuk hp Nia. Sedangkan Mitha yang mendengar Rendi menyebutnya sebagai istrinya, tanpa sadar tersenyum malu-malu dengan wajah merah merona. Entah Rendi sadar atau tidak saat mengatakannya, yang jelas Mitha senang mendengarnya.


Nia yang melihat Kakak iparnya tersenyum malu-malu pun ikut tersenyum, dan menyadarkan punggungnya di tembok.


"Aduhh... Manisnya... Kak Mitha kalau lagi senyum malu-malu gitu keliatan ngegemesin banget, iyakan Kak Rendi." Seloroh Nia, sehingga membuat Mitha spontan menghentikan senyumnya dan menundukkan kepalanya agar Nia ataupun Rendi tidak melihat wajahnya yang sudah memerah karena malu. Namun Rendi yang sudah terlanjur kesal pada adiknya, sudah tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Nia, karena mengira kalau Nia hanya ingin mengalihkan pembicaraan.


"Ck, nggak usah ngalihin pembicaraan deh. Tadi kamu motoin Kakak sama Mitha kan? Ngaku nggak " Seru Rendi lagi.


"Kalau iya emang kenapa?"

__ADS_1


"Hapus nggak."


"Nggak mau, enak aja. Butuh perjuangan tau buat dapetin foto kayak gini." Kekeh Nia. Sedangkan Mitha hanya diam saja melihat Rendi berdebat dengan Nia.


"Nia! Kakak bilang hapus fotonya." Seru Rendi.


"Nggak mau."


"Pilih hapus sendiri fotonya atau Kakak yang hapus? Dan pastinya bukan cuman foto itu yang bakal Kakak hapus, tapi seluruh isi galerinya akan Kakak hapus." Ancam Rendi.


"Coba aja kalau bisa." Tantang Nia.


"Aaaaa... Kaburrr..." Seru Nia sambil berlari menuju kamarnya.


"NIA... Jangan lari kamu..." Seru Rendi sambil mengejar Nia, sedangkan Mitha hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


Braaaaakkkk...


Nia segera menutup pintu kamarnya dengan keras, dan segera menguncinya. Dengan nafas ngos-ngosan Nia menghampiri tempat tidurnya dan duduk dipinggirnya.


"Astaga... Hampir aja tadi, Kak Rendi ini benar-benar deh, bikin olahraga jantung pagi-pagi aja. Ini juga hp pakai acara bunyi segala lagi, kan jadi ketahuan, huffttt..." Ucap Nia sambil menyentuh dada bagian kirinya, merasakan bagaimana jantungnya berdebar kencang setelah berlari.

__ADS_1


Flashback On


Nia berjalan keluar dari kamarnya dengan sesekali menguap, terlihat kalau dia baru saja bangun. Dengan langkah gontai dia berjalan untuk menuju dapur, karena tenggorokannya terasa haus. Namun saat melewati depan kamar Mitha, tiba-tiba Nia menghentikan langkahnya dan celingak-celinguk kekanan kirinya. Melihat kondisi dan situasinya aman-aman saja, dengan pelan-pelan Nia mencoba untuk membuka pintu kamar Mitha.


Saat pintu sudah sedikit terbuka, Nia pun bisa melihat Rendi dan Mitha yang sedang pandang-pandangan. Tanpa pikir panjang lagi, Nia segera berlari menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya. Agar dia bisa memotret Kakaknya dan Mitha.


Flashback Off


Nia mendengus pelan mendengar suara pintu kamarnya yang terus digedor-gedor oleh Rendi.


"Dasar gadis nakal, awas aja nanti kalau keluar." Kesal Rendi sambil menggoyang-goyangkan tangannya yang terasa sakit saat menggedor-gedor pintu kamar Nia.


"Lagian gue juga apa-apaan sih tadi, bisa-bisanya gue khilaf gitu. Nanti kalau Mitha mikir kalau gue udah mulai ada rasa sama dia kan gawat, tadi itukan cuman murni ketidaksengajaan aja. Lagian gue juga cuman terbawa suasana aja tadi. Bego... Bego... Bego..." Gerutu Rendi sambil memukul-mukul kepalanya sendiri. Sedangkan didalam kamar, Mitha sedang memegang dadanya yang masih terasa berdebar-debar.


"Apa tadi dia ingin menciumku yah? Tapikan dia tidak menyukaiku, jadi untuk apa dia melakukan itu. Tapi tadi dia... Haiiisshhh... Membuatku bingung saja. Sebenarnya dia itu maunya apa sih? Kenapa dia suka sekali membuatku bingung. Tapi dia kemana yah, kok nggak balik-balik? Apa dia udah balik ke kamarnya yah?" Gumam Mitha, sambil menatap kearah pintu kamarnya yang tertutup.


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2