Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 101 BERTAHANLAH!


__ADS_3

Bagas mengemudikan mobilnya dengan cepat. Pria itu terlihat panik. Apalagi, saat melihat jas yang dipakai untuk menutup luka Sandra sudah basah oleh darah yang terus mengalir dari perut Sandra.


"Bertahanlah! Aku mohon ...." Bagas meraih tangan Sandra yang terasa dingin, membuat laki-laki itu semakin panik.


Tidak! Kamu harus selamat. Aku tidak ingin menjadi pembunuh.


"Sial!"


"Brengsek, kamu Maya! Aku bersumpah akan memberimu pelajaran karena sudah menipuku!" maki Bagas.


Netranya melirik ke arah Sandra yang memejamkan mata. Seketika panik kembali menyerang dua kali lipat.


"Sandra, buka matamu! Bertahanlah!" teriak Bagas. Laki-laki itu menambah kecepatan mobilnya agar segeralah sampai di tujuan.


"Bertahanlah! Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit."


"Sandra!"


"Sandra!"


Bagas menggoyang-goyangkan tangan Sandra, tetapi, perempuan itu tidak bergerak.


"Sandra!"


"Sial! Jika terjadi sesuatu padanya, tamatlah riwayatku di depan keluarga Ibrahim."


"Sialan! Kamu benar-benar perempuan brengsek, Maya!"


Saking paniknya, Bagas tidak berhenti memakai dan berteriak. Sementara itu, Sandra sudah lemas tak bertenaga. Luka di perutnya masih mengeluarkan darah.


Beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah sampai di rumah sakit. Bagas berlari menggendong tubuh Sandra menuju IGD. Pria itu benar-benar merasa panik, apalagi, saat melihat wajah Sandra yang semakin pucat pasi.

__ADS_1


Beberapa perawat mendorong brankar menyambut kedatangan Bagas yang sedang menggendong Sandra.


Bagas dengan hati-hati meletakkan tubuh Sandra di atas brankar. Para perawat mendorong brankar masuk ke dalam ruang IGD.


"Dokter! Tolong selamatkan dia!" Bagas berteriak saat beberapa perawat mendorong brankar itu masuk dengan diiringi oleh seorang dokter.


Bagas terus memaki, menyesali kebodohannya yang dengan begitu mudah mempercayai Maya.


Bagas meremas rambutnya wajahnya masih terlihat panik dia semua tidak bisa membayangkan seandainya terjadi sesuatu pada Sandra model cantik yang ternyata begitu menjaga tubuhnya agar tidak dijamah oleh laki-laki lain selain suaminya


Seandainya saja Maya tidak berbohong pada Bagas tentang Sandra, laki-laki itu juga tidak akan dengan sembarangan memaksa Sandra untuk melayani nafsunya. Apalagi, dia sangat tahu kalau Sandra adalah istri dari Sean Ibrahim. Putra pewaris tahta dari keluarga Ibrahim.


Kalau saja Maya tidak membohonginya, Bagas juga pasti akan akan berpikir berulang kali untuk menyentuh Sandra.


Bagas meraih ponsel miliknya di dalam saku celana. Beruntung, meskipun dalam keadaan panik, dia tidak lupa membawa ponselnya yang saat itu terletak di atas nakas.


Bagas menghubungi Alex. Ingin menanyakan pada pria itu, saat ini mereka ada di mana. Pria itu ingin memastikan kalau Maya masih di tangan mereka berdua.


"Gue di kamar sebelah, nungguin lu main sama Sandra. Lu lama banget mainnya. Gimana rasanya? Gue pengen juga nyobain tubuh wanita seksi itu."


"Brengsek! Ngapain lu nungguin gue? Kenapa lu nggak garap saja tuh cewek sialan?" Amarah Bagas naik seketika mendengar Maya masih berada di sana.


"Maya lagi digarap sama Hans. Si brengsek itu nggak tahan gara-gara ngebayangin lu maen sama Sandra," sahut Alex di seberang sana.


"Berarti bener, Maya ada di sana?"


"Iya. Apa perlu gue rekam dia lagi maen sama Hans?" Alex terkekeh.


"Bagus juga. Cepat rekam mereka berdua! Wanita brengsek itu harus dapet balasan karena sudah berani nipu gue!"


"Sialan!" Bagas berteriak kesal.

__ADS_1


"Ada apa? Apa yang terjadi? Jangan bilang kalau lu kalah di depan Sandra?" Alex kembali terkekeh.


"Berarti lu puas dong, maen sama dia? Gue jadi nggak sabar," lanjut Alex sambil masih terus tertawa.


"Maen dengkulmu! Gue belum sempet sentuh dia, perempuan itu keburu bunuh diri."


"Apa?" Alex berteriak kaget.


"Maya udah nipu kita. Sandra bukanlah pemain handal seperti yang dia ceritain. Perempuan itu bahkan memilih mati daripada melayani pria yang bukan suaminya."


"Apa?" Suara Alex bergetar.


"Gue sekarang lagi di rumah sakit. Lu jagain si Maya jangan sampai kabur!" teriak Bagas yang masih merasa panik.


"Satu lagi, hubungi keluarga Ibrahim. Beritahu mereka kalau Sandra ada di rumah sakit."


"Ke–keluarga Ibrahim?" Alex semakin gemetar.


"Iya. Hubungi suami Sandra, Sean Ibrahim!" Bagas berteriak kemudian memutuskan panggilannya secara sepihak.


Tangan Alex gemetar. Netranya menatap ke arah kedua orang yang sedang asyik bercinta di atas ranjang. Maya yang awalnya menolak Hans habis-habisan, kini justru terlihat begitu menikmati saat Hans terus memacu tubuh bagian bawahnya pada inti tubuhnya.


Perempuan itu bahkan sesekali menjerit saat kenikmatan dunia itu menerjang tubuhnya. Seperti perintah Bagas, Alex meletakkan ponselnya, merekam kedua insan yang sedang berbagi peluh itu.


Merasa emosi setelah mendengar ucapan Bagas, Alex kemudian membuka seluruh pakaiannya. Laki-laki itu kemudian ikut bergabung di atas ranjang.


"Dasar wanita ******! Kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan pada Bagas!" teriak Alex dalam hati.


Laki-laki itu menatap tubuh Maya yang bergoyang di atas tubuh Hans. Kemudian ikut bergabung menikmati tubuh perempuan itu dengan brutal.


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2