Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 107 AYO KITA BERCERAI!


__ADS_3

Sean menatap Sandra dengan tatapan tak percaya. Laki-laki itu sangat terkejut saat Sandra mengusirnya.


"Pergi, Sean!" teriak Sandra.


Sean menggeleng pelan.


"Aku sengaja kesini ingin melihat keadaan kamu. Semua orang di rumah sangat mengkhawatirkan kamu, Sandra. Apalagi Kanaya," ucap Sean.


Mendengar nama Kanaya disebut, Sandra menatap pria yang masih menjadi suaminya itu dengan kedua mata berembun.


"Aku baik-baik saja. Katakan pada Kanaya kalau aku baik-baik saja," jawab Sandra dengan suara terbata.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Sean pada Sandra. Meskipun dirinya sudah tahu, tetapi, Sean ingin mendengar kelakuan orang yang telah dihajarnya habis-habisan beberapa menit lalu itu dari Sandra.


Pria itu mendekati istrinya. Menatap Sandra dengan tatapan tak terbaca.


Perasaannya bergejolak, rasanya ingin sekali Sean menarik Sandra ke dalam pelukannya. Namun, saat dirinya sudah bergerak ingin memeluk Sandra, wanita itu menolaknya.


Sandra mengangkat tangannya sebagai isyarat agar Sean tidak menyentuhnya.


Sandra terdiam, menatap Sean yang tampak terkejut. Manik mata Sean yang begitu tajam menatapnya. Pria itu ingin memeluknya, tetapi dengan segera Sandra menolaknya.


Setelah kejadian kemarin, saat Bagas berusaha memperkosanya. Sandra merasa dirinya sudah kotor karena tubuhnya sudah disentuh oleh laki-laki lain selain Sean.


Laki-laki itu memang tidak berhasil memperkosanya, tetapi, dia telah berhasil memukul mental Sandra yang selama ini selalu menjaga tubuhnya dari laki-laki lain selain suaminya.


Sandra memang seorang model. Dia adalah seorang perempuan yang sangat ambisius menjadi model terkenal. Namun, sudah tidak menjadi rahasia umum lagi kalau Sandra adalah perempuan yang sangat susah didekati oleh pria manapun.

__ADS_1


Maka dari itu, Sandra merasa tak percaya saat Bagas mengatakan kalau Maya lah yang mengatakan kalau dirinya sudah terbiasa melayani laki-laki yang bukan suaminya di atas ranjang.


Padahal, Maya sangat tahu kalau dia bukanlah perempuan gampangan yang bisa diajak bermain di atas ranjang dengan pria yang bukan suaminya.


Sandra sangat menjaga tubuhnya dari laki-laki lain. Termasuk dari orang-orang yang menjanjikan akan menaikkan karirnya seandainya model cantik itu mau menemaninya tidur di hotel.


Sandra tidak seperti beberapa teman oknum model lainnya, yang menggunakan cara licik hanya untuk menaikkan pamornya sebagai seorang model dengan cara menemani dan melayani seseorang di atas ranjang.


Apa yang Sandra raih adalah hasil kerja keras Sandra sendiri. Walaupun ada beberapa prestasi yang yang membuat Sandra melejit karena campur tangan Sean, tetapi, Sandra tidak mengetahuinya karena Sean membantunya di belakang layar tanpa sepengetahuan wanita itu.


"Pergilah! Aku ingin sendiri. Aku tidak mau diganggu oleh siapapun." Sandra memalingkan muka. Tidak sanggup menatap laki-laki yang sangat dicintainya dan sangat dirindukannya itu.


"Sandra–"


"Aku mohon ... aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk kamu," potong Sandra cepat. Sandra kembali berpaling ke arah Sean. Menatap pria itu dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Kenapa, Sandra? Kenapa aku tidak boleh berada di sini? Aku ini suamimu!" Sean merasa terpancing emosi dengan ucapan Sandra.


Sandra terdiam. Tapi dalam hati, ia sangat berharap kalau Sean mau mendengar ucapannya.


Entah mengapa, Sandra tidak ingin melihat Sean ada di dekatnya. Perempuan itu merasa malu dengan keadaan dirinya sekarang.


Mengingat perbuatan Bagas padanya, membuat Sandra semakin merasa bersalah pada Sean.


Aku sudah tidak pantas berada di sisimu lagi Sean. Aku sudah tidak pantas! Tubuhku sudah dijamah oleh laki-laki lain selain kamu.


Sandra menangis saat melihat Sean mulai marah. Laki-laki itu menatapnya dengan tajam. Raut wajahnya terlihat marah sekaligus panik.

__ADS_1


"Aku ingin menemanimu, Sandra. Apa yang sudah kamu alami mungkin telah membuatmu takut." Suara laki-laki itu terdengar kembali melembut.


Sean kembali tersadar, kalau saat ini Sandra baru mengalami hal buruk.


Sean mendekati Sandra. Tangannya terulur mengusap kepala istrinya. Namun, lagi-lagi Sandra memperingatkannya.


"Jangan menyentuhku, Sean!"


"Sandra." Sean lagi-lagi terkejut. Namun, saat dirinya akan marah karena sikap Sandra, laki-laki itu berpikir, mungkin saja Sandra merasa trauma akibat apa yang dialaminya.


Mengingat itu, Sean mengepalkan tangannya. Laki-laki itu sangat marah. Gara-gara perbuatan bajingan itu, Sandra jadi seperti ini. Terlihat ketakutan saat dia ingin menyentuh istrinya.


Sandra menatap Sean dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Perempuan itu tiba-tiba mengingat tentang kemarahan Sean dan mertuanya kemarin.


Sean marah karena Sandra lebih memilih pekerjaannya dibandingkan mengurus Nathan, yang jelas-jelas sudah Sandra nantikan kehadirannya demi memenuhi keinginan sang mertua.


Sandra juga mengingat kemarahan Rosie dan Ibrahim saat mendengar kebenaran tentang Nathan yang ternyata bukanlah anak yang keluar dari rahimnya.


Mengingat itu semua, timbul rasa penyesalan di hatinya. Model cantik itu merasa menyesal karena dia sudah membohongi orang sebaik Rosie dan Ibrahim.


Demi memang menginginkan kehadiran seorang anak yang diinginkan oleh kedua mertuanya, Sandra menghancurkan hidup Kanaya dengan cara menikahkan perempuan itu dengan suaminya.


Terlalu banyak kesalahan yang sudah dia berbuat, tetapi, Sean dan keluarganya selalu memaafkannya. Sandra sungguh sangat menyesal.


"Sean, ayo kita bercerai!"


"Apa?"

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2