Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 53 KEKESALAN SEAN


__ADS_3

"Kanaya!" Sean berteriak kesal saat tiba-tiba panggilan teleponnya dimatikan secara sepihak oleh Kanaya.


Sean mengembalikan ponsel itu pada Sandra yang sedang terkikik geli melihat kekesalan suaminya.


"Aku tidak tahu kesalahan apa yang kamu perbuat sampai-sampai calon anak kita begitu membencimu," ucap Sandra sembari tertawa.


Perempuan itu tidak habis pikir, kenapa sekarang Kanaya begitu membenci Sean. Sahabatnya itu tidak akan membenci seseorang tanpa sebab. Pasti ada sebab kenapa dia begitu membenci laki-laki yang masih menjadi suaminya itu.


Mengingat kata suami, Sandra mengembuskan napas lelah. Perempuan itu mau tidak mau tetap menerima keadaan yang saat ini terjadi antara dirinya, Sean juga Kanaya.


Nasi sudah menjadi bubur. Pernikahan sudah terjadi, bahkan saat ini Kanaya pun sedang hamil anak yang sangat diharapkan olehnya agar mertuanya tidak menikahkan Sean dengan perempuan lain.


Kandungan Kanaya saat ini sudah menginjak usia dua bulan. Sebulan lagi, Sandra dan Maya berencana akan mengumumkan kehamilan Sandra. Setelah itu, Sandra akan mengurangi kegiatannya di dunia modelling sebelum akhirnya dia mengumumkan kalau dirinya akan tinggal di luar negeri pada masa kehamilannya.


Sungguh rencana yang sudah disusun sangat baik oleh Sandra dan managernya. Hanya saja, Sandra masih memikirkan kendala yang tidak terduga yang akan datang nantinya.


"Kamu jangan khawatir, aku yakin, orang tua Sean tidak akan tahu kalau kamu membohonginya." Maya menenangkan Sandra saat itu.


Perempuan yang menjadi sahabat sekaligus managernya itu selalu meyakinkan Sandra kalau semuanya pasti akan baik-baik saja.


"Percayalah padaku, aku akan membantumu merekayasa kehamilan kamu agar semua orang tidak curiga padamu." Maya berucap pasti membuat Sandra tersenyum karena perasaannya merasa lebih baik dari sebelumnya.


Begitulah Maya. Perempuan itu selalu saja mendukung Sandra dan menganggap semua masalah itu mudah untuk diselesaikan.


Sandra mengembuskan napas panjang saat mengingat semua kata-kata Maya beberapa hari yang lalu. Wanita cantik itu kemudian kembali menatap Sean yang wajahnya masih terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Wajah pria itu cemberut, mulutnya terus saja menggerutu menggumamkan kata-kata tidak jelas. Kedua mata pria itu terpejam sambil mengembuskan napas berkali-kali.


"Sean, kamu bilang, kamu tidak punya perasaan apa-apa pada Kanaya bukan? Tapi kenapa kamu merasa sangat kesal saat Kanaya mengatakan kalau dia sangat membencimu?" Sandra berucap dengan hati-hati. Ia tidak mau kalau suami tercintanya itu merasa tersinggung dengan ucapannya.


Semenjak Sandra mengungkapkan penyesalannya setelah mengetahui kehamilan Kanaya, Sandra seringkali menyulut emosi Sean saat perempuan itu membicarakan tentang Kanaya.


Apalagi, saat Sandra mengatakan kalau dirinya merasa sangat cemburu setelah mengetahui kehamilan sahabat yang ia pilih sebagai madunya itu.


"Apa maksudmu, Sandra? Apa kamu ingin mengatakan kalau saat ini aku jatuh cinta pada Kanaya, karena itu aku merasa kesal saat sahabatmu itu mengabaikan aku?" Sean menatap tajam ke arah wanita yang sangat dicintainya itu.


"Kamu sangat tahu siapa aku, Sandra. Kalau pun suatu saat kalau kata-katamu itu memang benar, bukankah kamu sendiri yang memulainya?"


Sandra tersentak kaget mendengar ucapan Sean. Sandra memang sudah menduga kalau suami tercintanya itu pasti akan marah jika dirinya membahas tentang perasaan yang dirasakan oleh Sean pada Kanaya.


Namun, Sandra seringkali merasa penasaran pada Sean. Perempuan itu penasaran apakah Sean mempunyai perasaan lebih pada Kanaya? Apalagi, pria itu sudah menyentuh tubuh Kanaya dan sebentar lagi akan menjadi ayah dari calon bayinya.


Ah! Seandainya waktu bisa diputar, aku tidak akan membiarkan Sean memadu kasih bersama perempuan lain. Apalagi, perempuan itu adalah sahabatku sendiri.


Sandra menatap Sean yang saat ini masih menatapnya dengan tajam.


"Kalau bukan karena dirimu, aku tidak akan menikah dengan perempuan lain, apalagi perempuan itu adalah wanita menyebalkan seperti Kanaya!"


"Sean ...."


"Selama ini aku selalu menuruti keinginan kamu karena aku mencintaimu, Sandra. Tapi, kesabaranku juga ada batasnya. Sekali lagi kamu mempertanyakan tentang perasaanku pada Kanaya ...." Sean menghentikan ucapannya.

__ADS_1


Pria berwajah tampan dan sangat berkharisma itu memindai wajah cantik istrinya. Kedua matanya menatap tajam pada Sandra, istri yang sangat dicintainya.


Sean memejamkan matanya saat tiba-tiba wajah cantik Kanaya terlintas di kepalanya.


"Aku akan benar-benar mewujudkan apa yang saat ini ada di kepalamu seandainya kamu masih terus menerus mempertanyakan perasaanku terhadap Kanaya, Sandra!" Sean mengucapkan kekesalannya pada Sandra.


Sementara itu, kedua mata Sandra membola, perempuan itu tampak terkejut saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut suami tercintanya.


"Jadi, maksud kamu ... kamu akan membuktikan padaku kalau kamu benar-benar jatuh cinta pada Kanaya?"


BERSAMBUNG ....


Sambil nunggu update, mampir juga di karya keren punya temen Author yuk!



Blurb:


David Walker tewas di tangan paman dan sepupunya sendiri yang serakah akan peninggalan harta kekayaan keluarga Benjamin dari pihak ibu.


David tewas di tepi danau Ray Hubbard, Dallas. Karena kesalahan Brayan, David kembali hidup ke 336 jam sebelumnya.


Ada harga yang harus di bayar oleh David untuk kehidupan keduanya. Dia harus menjaga Elaina, yang tak lain adalah salah seorang maid di mansion miliknya.


Apa kaitannya Elaina dengan kehidupan kedua David?

__ADS_1


Akankah David kembali tewas jika gagal melindungi Elaina?


__ADS_2