
Hari berlalu, bulan pun berganti. Selama beberapa bulan itu, Sandra tetap tinggal di rumah Kanaya. Mereka berdua hidup dengan akur seperti biasanya. Tidak seperti di novel-novel di mana istri pertama selalu bertengkar dengan madunya.
Sandra terbiasa menahan rasa cemburunya saat melihat Kanaya dengan Sean. Namun, Sandra sungguh bersyukur karena Kanaya masih menjaga jarak dengan suaminya.
Menjaga jarak dalam artian tidak mau disentuh oleh Sean. Mereka berdua hanya berinteraksi di depan Sandra saat Sean datang. Selebihnya, Sean akan tidur di kamar Sandra. Pria itu memenuhi janjinya untuk tidak menyentuh Kanaya.
Semakin hari, perasaan Sean semakin tumbuh. Kini, ia menyadari kalau hatinya memang sudah terbagi. Sean tidak bisa membohongi perasaannya. Akan tetapi, pria itu tidak mungkin mengatakan perasaannya pada Kanaya.
Sean tidak ingin apa yang sekarang ia rasakan menyakiti Sandra. Biar bagaimanapun, Sandra adalah istrinya. Banyak janji yang sudah terlontar dari mulutnya untuk wanita itu. Termasuk, mewujudkan mimpi perempuan itu untuk menjadi seorang model terkenal.
Sean menghela napas lelah. Laki-laki itu baru saja sampai di kantor. Seamalam, ia menginap di rumah Kanaya atas permintaan Sandra.
Istri pertamanya itu meminta Sean datang ke rumah Kanaya agar bisa menemani mereka berdua. Perut Kanaya semakin membesar, Sandra ingin suaminya itu menjadi suami siaga untuk Kanaya. Menurut Sandra, biar bagaimanapun, Sean adalah ayah dari anak yang dikandung oleh Kanaya.
Seandainya saja Sandra tahu kalau apa yang dia lakukan itu semakin membuat perasaan Sean terhadap Kanaya semakin besar, apa perempuan itu masih akan tetap mendekatkan dirinya dengan Kanaya?
Ah! Sebegitu percayanya wanita itu pada Sean. Rasanya, Sean tidak sampai hati seandainya ia sampai mengkhianati perempuan itu.
Memang benar, Sandralah yang telah membuat hubungan mereka menjadi rumit. Dia sudah menjebak Kanaya dan dirinya dalam sebuah pernikahan yang jelas sangat merugikan kanaya. Menikah dengan laki-laki yang sudah beristri dengan kondisi pernikahan yang disembunyikan dari semua orang.
Mereka berdua memang menikah secara siri. Akan tetapi, sampai sekarang, keluarga Kanaya tidak tahu kalau Sean sudah menikah. Kecuali Riyanti, perempuan yang telah melahirkan Kanaya.
Semenjak tinggal bersama Kanaya, Sandra mengalami banyak perubahan. Penyesalan Sandra yang telah menjebak Kanaya hingga menyebabkan perempuan itu menikah dengan Sean adalah salah satu bukti kalau Sandra menyesali keputusan yang telah ia buat.
__ADS_1
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Perempuan itu kini tidak bisa mundur. Apalagi, dirinya dan Maya telah mengumumkan kehamilannya dengan Maya saat jumpa pers beberapa bulan yang lalu.
Bukan hanya itu saja yang menyebabkan Sandra tidak bisa menghentikan rencananya. Akan tetapi, kedua orang tua Sean yang ternyata telah mengetahui kehamilan Sandra membuat model cantik itu tidak bisa menarik kembali rencana yang sudah ia susun selama ini.
"Maafkan aku, Nay, aku khilaf! Seharusnya aku tidak menyuruhmu menikah dengan Sean." Sandra meminta maaf pada Kanaya malam itu.
"Aku minta maaf karena aku sudah membuatmu terjebak dalam sandiwara yang aku buat. Maaf!" Model cantik itu menangis. Merasa bersalah dan sangat menyesali perbuatannya.
Namun, semuanya sudah terlambat. Penyesalannya tidak akan merubah apapun. Sean sudah menikah dengan Kanaya, sekarang perempuan itu juga sudah hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan.
Semua rencana Sandra berjalan lancar. Namun, ternyata semua itu tidak membuat hati Sandra senang. Perempuan itu justru merasa ketakutan. Takut kalau kedua orang tua Sean mengetahui semua kebohongannya.
Sandra sungguh tidak bisa membayangkan seandainya mertuanya itu tahu. Ia bukan hanya akan kehilangan Sean, tetapi Sandra sudah pasti juga akan langsung ditendang dari rumah besar keluarga Ibrahim.
Rahangnya mengeras saat mengingat siapa dalang di balik ide gila Sandra. Dari dulu, Sean dan Sandra sangat mempercayai Maya. Namun, Sean tidak menduga kalau perempuan itu menyuruh Sandra untuk melakukan sesuatu hal yang membuatnya terjebak dalam pernikahan kedua.
Bodohnya Sandra, karena mengikuti saran dan kemauan Maya demi obsesinya. Wanita itu tidak menyadari kalau apa yang dilakukan oleh Maya adalah sebuah kesalahan yang akan berakibat fatal pada dirinya.
Sean sungguh dilema dengan perasaannya.
Dua wanita yang sama-sama penting itu memenuhi seluruh ruang hatinya.
"Salahkah jika aku serakah karena aku ingin memiliki keduanya?" batin Sean.
__ADS_1
Namun, senyuman getir terulas di wajah tampannya.
"Aku tidak ingin menyakiti perasaan Sandra. Tetapi, aku juga tidak bisa membuang begitu saja rasa cintaku terhadap Kanaya. Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?'
Sean mengacak rambutnya kesal. Laki laki itu merasa frustasi dengan perasaan cinta yang ia rasakan. Perasaan cinta yang berlabuh pada dua perempuan dalam waktu bersamaan.
Lamunan Sean buyar saat terdengar dering ponsel di atas meja kerjanya.
"Sean! Kamu harus pulang sekarang juga. Kanaya akan melahirkan!"
"Apa?!"
BERSAMBUNG ....
Mampir juga di novel temen Author yuk! Dijamin bikin ketagihan.
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tiba-tiba masuk ke dunia di dalam cerita yang kamu tulis sendiri? Marah, frustasi, atau justru malah senang?
Kali ini aku akan membawa kisah seorang penulis novel ternama yang bernama Amelia Tan. Dia tiba-tiba masuk dan terdampar ke dalam dunia fantasi yang dia ciptakan dalam novelnya dan menjadi tokoh protagonis wanita yang menerima ketidakadilan.
Amelia Tan yang jomblo akut di dunia real bertemu dengan seorang pangeran tampan yang sangat mirip salah satu aktor kenamaan yang akan memerankan film yang diangkat dari novelnya. Apakah Amelia Tan selamanya akan terjebak di sana sebagai Xiao Jin?
__ADS_1
Simak kisah selengkapnya dan jangan lupa support novel ini ya ... 🥰