Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 65 PERASAAN SEAN


__ADS_3

Sean menatap wajah sang istri yang kini sudah terlelap. Wanita hamil itu akhirnya tertidur setelah Sean mengusap perut juga pinggangnya.


Kata-kata Kanaya sebelum terlelap yang menanyakan tentang anak yang sedang dikandungnya saat ini, menghujam jantung Sean.


Entahlah! Apa dia sendiri sanggup memisahkan Kanaya dengan darah dagingnya? Jika ia boleh memilih, tentu saja dirinya akan memilih Kanaya untuk tetap tinggal.


"Maafkan aku dan Sandra. Seandainya Sandra tidak buta karena ambisinya, mungkin kamu tidak akan pernah menderita. Maaf!" Sean berucap lirih menatap wajah Kanaya yang memejamkan mata.


"Aku juga minta maaf atas segala sikapku yang telah sengaja menyakiti hatimu. Aku pikir, wanita yang dipilih Sandra bukanlah wanita baik, karena tidak mungkin perempuan baik-baik mau menikah dengan laki-laki yang sudah beristri. Apalagi, menikah demi mendapatkan uang." Sean masih memindai wajah cantik itu.


Laki-laki itu sungguh menyesal dengan semua yang pernah ia perbuat pada Kanaya. Apalagi, saat mengetahui kalau Kanaya adalah Nabila. Gadis cantik yang menjadi cinta pertamanya semasa SMA.


Awalnya aku tidak tahu kalau uang itu kamu pakai untuk pengobatan ayahmu. Akan tetapi, walaupun aku tahu kamu melakukannya untuk keluargamu, aku tetap merasa kesal padamu karena telah menyetujui rencana Sandra.


Seandainya kamu menolak keinginan Sandra, aku juga tidak akan terjebak dalam pernikahan ini. Pernikahan yang membuatku beristri dua dan mengkhianati Sandra. Meskipun Sandra sendiri sebenarnya yang telah membawaku ke jurang pengkhianatan.


Saat pertama kali menyentuhmu, rasa bersalah pada Sandra semakin besar. Aku merasa seperti laki-laki bajingan yang sedang mengkhianati istri yang aku cintai. Namun, saat mengingat Sandra sendirilah yang menginginkan aku menyentuhmu, akhirnya, dengan berat hati aku menyentuhmu.


Namun, sialnya tubuhmu justru menjadi candu bagiku. Bodohnya aku, aku terus menyangkal dan malah seringkali mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk menutupi perasaanku padamu.


"Maafkan aku, Sayang ...." Sean mengecup lembut kening Kanaya. Satu tangannya masih mengusap perut buncit Kanaya. Sean menatap bibir Kanaya yang terlihat menggoda. Pria itu mendekatkan wajahnya, kemudian, mengecup singkat bibir merah itu.


Sean tersenyum sambil mengusap wajah Kanaya.


"Meskipun aku sangat ingin, tapi aku janji, tidak akan menyentuhmu. Kecuali, jika kamu sendiri yang mengizinkannya." Sean berucap dengan nada parau. Mencoba menahan hasrat yang seketika naik saat melihat wajah polos istrinya.


Sepertinya, aku mulai terjatuh dalam pesonamu. Apalagi, saat aku tahu kalau kamu adalah Bila. Cinta pertama yang pernah aku lupakan dengan paksa.


"Cinta lama bersemi kembali." Sean tersenyum menyadari ucapannya. Akan tetapi, ia tidak menyangkal, karena memang itulah yang terjadi padanya saat ini.


Namun, tiba-tiba bayangan Sandra terlintas. Membuat Sean menghela napas panjang.


Jika Sandra tahu kalau aku menyimpan perasaan lebih pada Kanaya, dia pasti akan sangat terluka. Apa yang harus aku lakukan sekarang?


***

__ADS_1


Sandra menatap sepasang suami istri yang kini tengah duduk di teras rumah. Mereka terlihat sangat serasi. Sesekali, sang pria menyuapkan makanan meskipun wanita di hadapannya itu berkali-kali menolak.


Sandra dapat melihat dengan jelas, bagaimana sang pria menatap perempuan itu dengan lembut. Tatapan yang sama saat dia menatapnya.


Sandra memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. Pikirannya kini diliputi oleh rasa cemburu. Cemburu pada suami dan sahabatnya yang kini sedang bersantai di depan rumah layaknya sepasang suami istri yang hidup dengan bahagia.


Sakit hati Sandra semakin terasa, saat tiba-tiba Sean berjongkok di depan Kanaya. Mengusap perut buncit sahabatnya itu kemudian menciuminya. Sandra bisa melihat wajah Kanaya yang awalnya terlihat cemberut kini tersenyum saat mendapat perlakuan dari Sean. Tangan sahabat yang ia pilih sebagai madunya itu pun terulur mengusap kepala Sean.


Sepertinya, keputusanku untuk menikahkan kalian berdua adalah keputusan yang salah.


Sandra memegangi dadanya saat rasa sakit mengalir ke relung hatinya.


Perempuan itu terus menatap interaksi antara suami dan sahabatnya itu.


Semoga kalian berdua tidak menghianatiku, karena saat itu benar-benar terjadi, aku pasti tidak akan sanggup menahan rasa sakit di hatiku.


Sandra masih berdiri di depan pintu pagar. Perempuan itu memang sengaja tidak langsung masuk ke halaman rumah Kanaya. Sandra ingin masuk diam-diam tanpa membawa mobilnya ke dalam rumah.


Semalaman, ia menghubungi Sean. Akan tetapi, laki-laki itu tidak mengangkat panggilan teleponnya sama sekali. Kelihatannya, Sean benar-benar marah padanya. Hal yang tak pernah pria itu lakukan sepanjang pernikahannya selama lima tahun.


Akankah pernikahan yang ia inginkan itu akhirnya menjadi boomerang buat dirinya? Melihat perhatian Sean pada Kanaya, membuat api cemburu di hati Sandra menyala.


Namun, model cantik itu menahannya. Bukankah dia sendiri yang menginginkan suami tercintanya itu menikahi sahabatnya?


Dengan langkah gontai, Sandra kembali naik ke dalam mobil. Perempuan itu kemudian membunyikan klakson.


Pintu gerbang rumah yang ia beli untuk tempat tinggal Kanaya dan Sean itu terbuka. Di sana, ia melihat Sean dan Kanaya masih duduk di depan teras. Kanaya berdiri dengan senyum terkembang di wajah cantiknya. Sementara Sean, suami tercintanya berwajah masam.


Sepertinya, lelaki itu benar-benar marah.


Sandra turun dari mobil. Wajah cantiknya mengulas senyum yang langsung disambut oleh Kanaya.


"Sandra!"


Mereka berdua saling berpelukan.

__ADS_1


"Aku pikir, kamu tidak jadi datang. Dari kemarin aku dan Sean menunggumu."


"Benarkah?" Kanaya mengangguk sambil tersenyum.


"Tanya saja sama dia kalau kamu tidak percaya." Kanaya menunjuk ke arah Sean membuat Sandra tersenyum cantik.


Model cantik itu kemudian mendekati Sean dan langsung memeluk laki-laki yang sangat dicintainya itu.


Sean tak menolak saat perempuan yang masih sah menjadi istrinya itu memeluknya. Hanya saja, Sean tidak merespon ucapan Sandra. Laki-laki itu masih sangat kesal pada Sandra.


"Sayang ... maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku tidak berpikir jauh saat aku menerima saran dari Maya. Maafkan aku," ucap Sandra sambil terus memeluk tubuh Sean.


"Lakukan apa pun yang kamu mau jika itu memang membuatmu puas dan bahagia, Sandra. Tapi, jika suatu saat ada masalah yang terjadi, aku tidak akan ikut campur!"


"Sayang ...." Sandra mendongak menatap pria itu.


"Aku sudah seringkali memberimu peringatan dan kesempatan, Sandra. Jadi, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi padamu. Aku sudah sering membelamu di depan mama dan papa. Namun, aku tidak yakin, kalau kedua orang tuaku akan memaafkan kesalahan kita kali ini!"


"Sean ...."


BERSAMBUNG ....


Seperti biasanya, Author bakal kasih judul karya temen Author yang rekomended banget buat kalian. Jangan lupa mampir ya ....



Blurb


Ainisha menjadi pelakor demi membayar hutang sang ayah pada seorang rentenir.


Memisahkan sepasang kekasih yang telah bertunangan dengan berbagai cara. Bahkan melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.


Bagaimana jika sang pria yang bernama Haikal, adalah laki-laki yang dia kenal dan dia cintai?


Bagaimana jika Haikal jatuh cinta pada Alisha bukan pada Ainisha?

__ADS_1


Ikuti kisahnya.


__ADS_2