Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 55 APA AKU SANGGUP?


__ADS_3

Sean sangat terkejut mendengar ucapan sang papa. Pria itu benar-benar tidak menyangka kalau papanya meneleponnya hanya untuk membahas tentang Sandra.


Ibrahim bahkan mengancam akan menikahkannya dengan perempuan lain pilihan ibunya. Walaupun ini bukan pertama kalinya sang papa mengucapkan kalimat ancaman itu, tetapi, entah mengapa kali ini ucapan itu terlihat begitu berbeda. Sepertinya, kedua orang tua Sean kali ini benar-benar serius.


"Papa–"


"Sean. Kamu itu anak papa. Kalau istri kamu benar-benar mencintai kamu, ia pasti akan menuruti semua keinginanmu."


"Sandra pasti akan melakukan apa pun demi kebahagiaan kamu, bukannya malah mementingkan karirnya saja!" Suara Ibrahim masih terdengar di ujung sana.


"Kamu pikirkan baik-baik. Jika dalam setahun ini istri kamu masih juga menolak melakukan program hamil dan tidak mau berhenti dari dunia modelling, jangan salahkan papa jika suatu saat papa akan menyingkirkan istri kamu itu dari daftar menantu papa!" ancam Ibrahim.


"Papa!"


"Pikirkan ucapan papa baik-baik, Sean! Sandra itu tidak pernah mencintaimu, tapi dia lebih mencintai karirnya dibandingkan kamu!"


"Pa–"


Belum selesai Sean bicara, sang papa sudah mematikan ponselnya. Sean menghembuskan napas panjang. Laki-laki itu menggusar rambutnya dengan kasar.


"Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini? Lagipula, sejak kapan papa ikut-ikutan berpikiran sempit seperti mama dengan dalih ingin memiliki cucu secepatnya?" ucap Sean lirih. Pria berwajah tampan itu benar-benar merasa frustasi dengan masalah yang kini datang menimpanya hanya karena Sandra tidak ingin hamil.


"Seandainya mama dan papa tahu kalau saat ini Sandra sedang berencana membohongi mereka, apa mama dan papa akan memaafkan Sandra?" batin Sean.

__ADS_1


Ingatannya kembali pada Kanaya. Istri kedua yang ternyata adalah cinta pertamanya.


Cinta pertama yang tidak pernah bersambut karena Sean tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Nabila Kanaya. Gadis cupu yang tak pernah lepas dari pandangannya.


Sean kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Kanaya, tetapi, dengan kesal pria itu melempar ponselnya karena kesal panggilan teleponnya tidak diangkat oleh istri keduanya meskipun tersambung.


"Kamu benar-benar keterlaluan, Bila!" sungut Sean kesal.


"Kalau kamu tetap tidak mau mengangkat panggilan teleponku, besok aku akan ke rumah dan memaksamu untuk menemuiku." Bibir Sean masih bergerak-gerak. Ngedumel alias menggerutu. Hobi baru Sean setelah tidak bisa bertemu dengan Kanaya.


Sial! Kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya?


Sean kembali mengacak rambut kesal. Pria tampan yang biasanya bersikap dingin itu kini terlihat gelisah, galau dan merana ditinggal istri kedua yang seringkali disakitinya tanpa sadar.


***


Laki-laki itu tidak berhenti menelepon dari pagi sampai malam, sampai akhirnya menjelang pagi lagi.


Benar-benar menyebalkan! Mau dia itu apa sebenarnya? Bukankah seharusnya dia senang karena bisa berkumpul lagi dengan istri yang sangat dicintainya?


Kenapa sekarang dia terus saja menggangguku?


Bibir Kanaya mengerucut. Bibirnya yang berbentuk love itu terlihat begitu menggemaskan. Seandainya saja di sana ada seorang laki-laki yang menyukai Kanaya, laki-laki itu sudah pasti akan langsung mencium bibir perempuan itu karena gemas. Seperti dalam novel-novel romantis yang sering dibaca oleh Kanaya.

__ADS_1


Dulu, dia seringkali memperingatkan aku agar tidak terlalu terbawa perasaan setiap kali bersamanya. Dia selalu mengingatkan aku agar aku tidak memakai hati saat sedang bersamanya.


Meski sedang bercinta pun, dia seringkali mengingatkanku kalau perempuan yang sangat dicintainya adalah Sandra.


Sandra, Sandra dan Sandra!


Lalu, kenapa saat aku sedang menghindarinya seperti sekarang, dia yang seolah merasa kehilangan?


Dasar aneh!


Kanaya memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Saat ini, perempuan hamil itu sedang menikmati rujak mangga buatan Bi Marni.


Pikiran Kanaya melayang sambil menikmati makanan yang sedari kemarin menggodanya itu. Wanita cantik yang menjadi istri siri Sean itu mengusap perutnya.


Sampai sekarang, ia sungguh tidak mengerti kenapa perutnya terasa mual setiap kali melihat Sean. Kanaya bahkan ingin segera memuntahkan makanan dari dalam perutnya setiap kali menghirup aroma tubuh suaminya itu.


Apa kamu juga kesal karena papamu memperlakukan mama dengan tidak baik? Kenapa setiap kali mama bertemu dengan papamu, perut mama terasa mual?


Kanaya mengusap perutnya dengan lembut. Dalam hati, ada rasa bahagia sekaligus luka saat mengingat kalau dirinya harus menyerahkan bayi yang saat ini bersemayam di rahimnya pada Sandra dan Sean.


*Tuhan ... apa aku sanggup jika suatu saat nanti aku harus menyerahkan anakku pada mereka?


BERSAMBUNG*

__ADS_1


Sambil nunggu author update, baca juga karya keren punya temen author yuk!



__ADS_2