Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 54 PERASAAN SEAN


__ADS_3

Setelah pertengkarannya dengan Sandra malam itu, Sean memilih diam agar situasi di antara mereka tidak semakin memanas. Sean tidak ingin ucapannya semakin membuat Sandra terluka.


Laki-laki itu kini sedang mengurung diri di ruang kerjanya. Menghabiskan waktu untuk mengurus semua pekerjaan yang tertunda. Sean mencoba mengalihkan pikirannya pada pekerjaan kantor yang menumpuk.


Akhir-akhir ini Sean tidak bisa berhenti memikirkan Kanaya. Wanita yang sedang hamil anaknya itu terus saja menghantui pikirannya. Apalagi, saat bayangan masa lalunya kembali muncul.


Cinta pertama yang gagal ia miliki karena jarak dan waktu. Seandainya dulu Sean memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis cupu yang waktu itu sangat menarik perhatiannya, mungkin saat ini ia dan Kanaya bisa bersama.


Bisa bersama?


Seandainya aku bersama Kanaya, lalu bagaimana dengan Sandra?


Sean mengembuskan napas panjang.


Sepertinya, lama-lama aku bisa


gila dengan perasaan yang aku rasakan. Kenapa dia tiba-tiba hadir di saat aku sudah bahagia bersama Sandra? Kenapa aku harus dipertemukan kembali dengannya dalam situasi rumit seperti ini?


Seandainya aku dipertemukan dengan kamu saat aku belum bersama Sandra, mungkin saat ini aku akan menjadi orang yang


sangat bahagia. Apalagi, saat ini kamu adalah istriku dan juga calon ibu dari anakku.


Aku benar-benar dilema dengan


perasaanku sendiri. Satu sisi, aku sangat mencintai Sandra. Tapi, di sisi lain, setelah aku bertemu kembali denganmu, aku merasakan sesuatu yang dulu pernah aku rasakan padamu kembali lagi.

__ADS_1


Sean menggusar rambutnya kasar. Laki-laki itu menyingkirkan berkas-berkas di depannya. Niat hati ingin menghabiskan waktu untuk bekerja agar bisa menghilangkan bayangan Kanaya, tetapi, kenyataannya, wanita itu justru semakin menari-nari di kepalanya.


"Huuuhhh ... kenapa susah sekali menghubungimu, Bila?" Sean mengusap wajahnya kasar.


Harusnya, saat ini aku ada di sana, menemanimu yang saat ini pasti sedang mengidam.


Hembusan napas Sean kembali terdengar. Pria itu benar-benar merasa frustasi dengan perasaan yang ia rasakan saat ini.


Mungkinkah aku jatuh cinta padamu lagi? Akan tetapi, bukankah saat ini aku sangat mencintai Sandra? Tidak mungkin aku jatuh cinta pada dua perempuan sekaligus bukan?


Akan tetapi, aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan yang aku rasakan saat ini. Aku memang sangat mencintai Sandra, tetapi, aku juga tidak bisa menepis perasaan yang tiba-tiba muncul di hatiku. Perasaan yang sudah lama aku kubur di lubuk hatiku yang paling dalam.


Sudah lama aku mengubur dalam-dalam rasa cinta yang dulu pernah aku rasakan padamu. Sampai akhirnya, tiba-tiba kamu muncul kembali di hadapanku. Kini, mampukah aku menepis semua rasa yang dulu pernah aku rasakan padamu?


Jujur, sejak pertama kali aku menyentuhmu, sampai sekarang aku belum bisa melupakan kamu.


Ponsel Sean berbunyi, membuat pria itu terpaksa bangun dan meraih ponselnya di meja kerjanya. Kedua matanya menyipit saat melihat siapa orang yang menelepon.


"Papa," ucap Sean lirih saat melihat nama yang tertera pada layar ponselnya.


"Halo, Pa."


"Sean, apa kamu sudah memikirkan ucapan papa waktu itu?" tanya Ibrahim di seberang sana, tanpa basa-basi.


"Ucapan Papa yang mana?" Sean mengernyit heran.

__ADS_1


"Tentang Sandra dan calon pewaris tahta keluarga kita. Apa kamu sudah memikirkan ucapan papa waktu itu?"


"Papa–"


"Papa dan mama sudah tidak punya toleransi lagi untuk istrimu. Kalian sudah menikah cukup lama, sudah saatnya kalian memikirkan untuk mempunyai seorang anak," tukas Sean cepat.


"Suruh Sandra melakukan program kehamilan, kalau tidak, mama kamu sudah mempersiapkan perempuan lain di sini untuk melahirkan anakmu!"


"Papa ...."


BERSAMBUNG ...


Segini dulu ya, teman-teman. Mohon maaf, Author sibuk ngurusin si kecil yang lagi demam kena cacar. Mohon pengertiannya jika updatenya masih belum beraturan 🙏🙏🙏


Baca juga karya teman Author yang satu ini yuk!



Blurb:


Sudah tiga tahun Bara dan anaknya ditinggalkan oleh sang istri, Silvia yang lebih memilih mengejar karir daripada mempertahankan rumah tangganya. Kondisi perekonomian Bara jauh meningkat, namun tidak memiliki wanita di sampingnya. Zack menyarankan agar Bara mau menikah lagi dan mengakhiri kesendiriannya. Namun, Bara masih trauma menjalin hubungan lagi dengan wanita.


Retha, seorang guru TK dengan segala permasalahannya, terpaksa harus mengambil pekerjaan sampingan sebagai pemberi layanan pijat plus plus demi membayar hutang sang ayah dan biaya sekolah adiknya.


Kedua insan yang saling membutuhkan itu akhirnya dipertemukan saat Retha ternyata mendapat panggilan untuk melayani Bara yang ternyata ayah dari muridnya. Meskipun memalukan, Retha tetap melakukan pekerjaannya demi uang. Sementara, Bara juga membutuhkan seorang wanita untuk mengisi kekosongan hidupnya.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan kisah Bara dan Retha? Akankah cinta mereka berlabuh?


__ADS_2