
Hubungan Sandra dan Sean akhirnya kembali membaik. Mereka kembali pulang ke ibukota. Sementara itu, hubungan Sean dan Kanaya pun semakin baik.
Meskipun wanita itu tetap bersikap dingin dan menjaga jarak, tetapi semua itu tetap tidak bisa menghalangi Sean untuk terus mendekati Kanaya.
Ia tahu, apa yang dilakukannya itu salah dan mungkin akan menyakiti hati Sandra. Namun, karena Sandra seolah membiarkan Sean terus bertemu dengan istri pertamanya, laki-laki itu akhirnya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menemui Kanaya.
Sementara itu, demi menutupi kebohongan kehamilannya, Sandra mulai berdandan seperti orang hamil. Wanita itu bahkan membeli banyak baju hamil secara online.
Bukan hanya untuk dirinya saja Sandra membeli baju itu. Akan tetapi, ia juga membelinya untuk Kanaya. Meskipun Sandra seringkali merasa cemburu dengan kedekatan Kanaya dan Sean, tetapi, Sandra tetap tidak bisa marah atau pun membenci Kanaya. Bagi Sandra, Kanaya adalah sahabat terbaik selain Maya.
Apalagi, mereka menikah karena keinginan Sandra sendiri bukan karena perselingkuhan.
Maya ... mengingat Maya, Sandra merasa sedikit kesal. Wanita yang menjadi managernya itu sampai sekarang masih memberikan pekerjaan untuknya. Padahal, Maya sudah berjanji, setelah jumpa pers waktu itu, tidak akan ada lagi pekerjaan karena Sandra sudah dinyatakan hamil meskipun itu hamil pura-pura.
Namun, akhirnya mau tidak mau, Sandra pun menuruti keinginan wanita itu untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
Akan tetapi, Sandra mengancam, tidak akan lagi menerima pekerjaan jika tanpa konfirmasi terlebih dahulu padanya.
Setelah pekerjaan dan urusannya dengan Maya selesai, Sandra memutuskan untuk tinggal bersama dengan Kanaya. Perempuan itu ingin ikut menjaga kehamilan sahabatnya itu.
Meskipun awalnya agak ragu, Sean akhirnya mengizinkan istri pertamanya itu tinggal bersama madunya. Sebenarnya Sean sangat senang karena mereka berdua tetap akur.
Namun, Sean tidak tahu apakah mereka benar-benar akur atau menyimpan luka di hati mereka. Apalagi Sandra. Sean sangat tahu kalau Sandra sangat mencintainya, sama seperti dirinya yang juga sangat mencintai Sandra.
Pria itu sangat yakin, kalau selama ini Sandra pasti menyembunyikan lukanya di balik senyuman yang selalu ia berikan. Sean seringkali tidak sengaja melihat perempuan itu menangis sendirian.
Akan tetapi, setiap kali Sean bertanya, istri cantiknya itu selalu menjawab kalau dirinya baik-baik saja. Sebagai suami yang baik, Sean hanya bisa memeluk wanita yang dicintainya itu.
__ADS_1
"Setelah semuanya berakhir, aku harap kamu segera berpisah dengannya. Lupakan semua kisah yang kalian jalin selama kalian bersama."
Permintaan Sandra yang sekarang justru terasa berat untuk Sean.
***
Sean baru saja sampai di rumah Kanaya. Setelah pulang kantor, Sean langsung menuju rumah Kanaya diantar oleh sopir pribadinya.
Sean sengaja diantar sopir agar dirinya bisa beristirahat selama perjalanan.
Semenjak Sandra memutuskan untuk tinggal bersama Kanaya, Sean terpaksa bolak-balik ke rumah Kanaya. Biar bagaimanapun, Sean adalah laki-laki normal. Ia tidak bisa jauh dari Sandra karena kebutuhan biologisnya harus terpenuhi.
Sementara dengan Kanaya, sampai sekarang Sean tetap memenuhi janjinya untuk tidak menyentuh perempuan itu.
Kalau sekedar makanan atau pun menyiapkan pakaian, mungkin Sean masih bisa menyiapkan sendiri dibantu oleh asisten rumah tangganya.
Sean adalah pria setia. Ia selalu bisa menjaga diri walaupun godaan sering datang menghampiri. Sean adalah laki-laki sempurna yang jelas sangat diinginkan oleh kaum hawa. Bahkan di kantornya pun tak jarang banyak mata wanita yang menatapnya penuh puja.
Namun, bagi Sean, tidak ada perempuan manapun yang bisa membuatnya tertarik kecuali Sandra. Ya, Sandra! Hanya perempuan itu yang selama ini membuatnya takluk.
Akan tetapi, keadaan berbeda setelah Sean bertemu dengan Kanaya. Perempuan cantik yang dipilih oleh Sandra untuk menjadi ibu dari anaknya kelak. Perempuan yang ternyata sudah bersemayam di hatinya bahkan sebelum ia bertemu dengan Sandra.
Semenjak bertemu dengan Kanaya, keyakinan Sean tentang kesetiaan tiba-tiba goyah. Hatinya yang awalnya hanya memikirkan tentang Sandra, kini justru malah terbagi menjadi dua.
Di sisi lain, Sean sangat mencintai Sandra, tetapi, di sisi lain, laki-laki itu juga sangat mencintai Kanaya.
Kalau pun Sean disuruh memilih, ia tidak tahu siapa yang akan ia pilih. Karena bagi Sean, kedua perempuan itu adalah perempuan sangat istimewa di hatinya.
__ADS_1
"Halo, Sayang ...." Sandra mendekati Sean. Memeluk tubuh pria itu dengan erat. Bibirnya maju mengecup bibir suaminya sekilas. Sebelum akhirnya melepaskan pelukannya pada tubuh kekar Sean.
Sementara itu, di belakang mereka terlihat Kanaya tersenyum tipis. Pemandangan di depannya itu membuat sudut hatinya terasa ngilu. Namun, perempuan itu berusaha menahannya dengan mengulas senyum pada wajah cantiknya.
Setelah Sean melepaskan pelukannya pada Sandra, pria itu mendekati Kanaya. Tangannya terulur mengusap kepala perempuan itu.
Rasanya, Sean ingin juga memeluk dan mencium Kanaya seperti yang ia lakukan pada Sandra. Namun, Kanaya jelas akan menolak perlakuannya.
Perempuan itu sangat menghargai perasaan Sandra. Dia tidak mau kalau Sandra salah paham. Kanaya memang benar-benar perempuan yang baik. Sean sangat beruntung Sandra bisa berteman dengan perempuan seperti Kanaya.
Setelah uluran tangan Sean disambut oleh Kanaya dengan mencium punggung tangannya, Sean kemudian berlutut, mengusap lembut perut buncit Kanaya, kemudian menciumnya.
"Anak papa tidak rewel hari ini 'kan?" Sean mendongak dan langsung mendapat jawaban gelengan kepala dari Kanaya. Sean tersenyum saat melihat perempuan itu tersenyum manis ke arahnya.
Sean kembali mengusap perut Kanaya yang sudah membuncit. Bibirnya kembali menciumi perut itu dengan gemas.
Kanaya tersenyum. Perasaannya menghangat dengan sikap Sean. Sementara itu, Sandra menatap interaksi mereka berdua sambil menahan perasaannya.
'Seandainya saat ini aku benar-benar hamil, aku yakin, Sean juga pasti akan sangat bahagia dengan kehamilanku.'
'Bodohnya aku, yang membiarkan suamiku memiliki anak dari perempuan lain ....'
BERSAMBUNG*
Baca juga novel karya temen aku yuk!
__ADS_1
Dita seorang penulis, biasanya menulis happy ending bagi setiap kisahnya. Kenyataan kehidupan nyatanya tak seindah fiksi yang biasa dia rangkai dalam novelnya. Satu persatu kejadian tak mengenakan terjadi, konflik di ceritanya menjadi nyata. Mampukah dia bertahan? Bagaimana cara dia untuk mengatasi semuanya? Akankah ada kesempatan baru?