Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 88 KEMARAHAN NYONYA IBRAHIM


__ADS_3

"Mama ...."


Plakk!


Sebuah tamparan mendarat di pipi sang model. Wajahnya terlempar ke samping.


"Kurang ajar!"


"Brengsek!"


"Dasar perempuan tidak tahu diuntung! Berani-beraninya kamu membohongiku!" Rentetan makian penuh amarah keluar dari mulut Rosie.


"Perempuan sialan!"


Musnah sudah sikap baik dan elegan yang selama ini melekat pada Rosie. Perempuan itu benar-benar telah habis kesabaran menghadapi menantunya.


"Mama ...." Sandra menangis sambil memegangi pipinya yang terasa perih. Tubuhnya bergetar, menatap wajah sang ibu mertua yang terlihat penuh amarah. Hatinya berdenyut mendengar suara makian yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.


Sementara itu, Sean dan Kanaya yang sangat terkejut melihat kedatangan Rosie, saling berpandangan. Wajah Kanaya terlihat pucat. Tidak menyangka kalau Rosie tiba-tiba datang, hingga akhirnya semua rahasia yang mereka simpan selama ini terbongkar.


Terbongkar karena kebodohan mereka sendiri. Bagaimana bisa mereka lupa kalau saat ini kedua orang tua Sean bisa datang kapan saja ke kamar Nathan?


Kanaya melirik Sean yang sudah berkeringat. Laki-laki itu terlihat panik saat melihat mamanya tiba-tiba masuk dan langsung menampar Sandra.

__ADS_1


"Sialan, kamu, Sandra! Aku pikir, kamu benar-benar hamil dan melahirkan anak. Tapi ternyata kamu membohongiku dan juga suamiku?" Rosie menunjuk ke arah Sandra. Kedua matanya memerah. Terlihat jelas amarah sekaligus kekecewaan yang terpancar dari wajah perempuan itu.


"Kamu benar-benar sangat keterlaluan!" Kembali, tangan Rosie terangkat menampar Sandra.


Sandra menjerit saat rasa sakit kembali terasa di pipinya. Model cantik itu menatap sang ibu mertua dengan air mata mengalir di pipinya.


Bukan hanya Sandra, Sean pun ikut berteriak kaget.


"Mama!"


Sementara itu, Ibrahim hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh istrinya. Sedari kemarin, wanitanya itu menahan kesal akibat kelakuan Sandra yang tidak mau menyusui Nathan.


Sekarang, istrinya itu justru dikejutkan oleh kabar yang seketika membuat dunia runtuh. Seorang cucu yang ia dambakan ternyata tidak lahir dari rahim menantunya, melainkan rahim seorang wanita yang saat ini sedang menggendong Nathan.


Mendengar teriakan Sean, pandangan Rosie beralih pada putranya. Putra kebanggaan yang tunduk pada istrinya. Rosie sungguh tidak menyangka, kalau Sean dengan rendah hati menuruti keinginan gila istrinya. Benar-benar seperti kerbau dicucuk hidungnya.


Apa laki-laki itu benar-benar putranya? Pewaris keluarga Ibrahim? Rasanya, Rosie benar-benar ingin tertawa sekaligus menangis. Bagaimana bisa pria tampan, gagah dan berwibawa seperti dia bisa tunduk pada wanita yang bahkan tidak pernah menghormati semua pengorbanannya?


Sean, kamu benar-benar bodoh!


Rosie memaki dalam hati. Giginya bergemeletuk. Tatapan matanya menatap tajam ke arah Sean dan Sandra secara bergantian.


"Sean! Apa kamu benar-benar laki-laki keluarga Ibrahim?" teriak Rosie dengan marah. Wajah tuanya yang masih terlihat cantik memerah, rahangnya mengeras. Kedua bola matanya menatap Sean dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


Lagi, dan lagi! Laki-laki itu menjadi budak keegoisan Sandra. Rosie terkadang sampai berpikir, kalau anaknya itu terkena pelet oleh menantunya, karena itu Sean begitu penurut dan mau berkorban memenuhi semua keinginan istrinya.


Sean terdiam mendengar teriakan sang mama.


"Apa kamu sudah gila? Kamu bahkan mau mengikuti keinginan Sandra menyewa rahim perempuan lain hanya demi mendapatkan anak?"


"Kamu bahkan ikut merencanakan semuanya dengan baik sampai mama dan papa tidak tahu kalau kalian semua membohongi kami!" Rosie kembali berteriak. Wajahnya memancarkan kekecewaan yang begitu mendalam.


"Mama ... maaf!" Sean menatap Rosie dengan penuh penyesalan. Melihat kekecewaan mamanya, hatinya berdenyut sakit.


Sean memang sudah memprediksi kemarahan sang mama saat mengetahui kebohongan yang ia buat dengan Sandra. Hanya saja, Sean tidak menyangka kalau waktunya akan secepat ini.


Ia bahkan belum bersiap-siap!


Sean menangis dalam hati. Kedua mata pria itu berkaca-kaca. Setelah hatinya merasa sakit akibat rasa kecewanya pada Sandra, kini hatinya kembali terluka melihat perempuan yang melahirkannya itu terlihat kecewa dengan keputusannya.


"Maafkan aku, Ma. Maaf!"


"Mama tidak akan memaafkan kesalahan kamu kali ini, Sean!"


"Mama ...." Sean menatap mamanya dengan sorot mata tak percaya.


"Ceraikan Sandra, nikahi wanita itu!"

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2