Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 52 AKU MEMBENCIMU!


__ADS_3

Kehamilan Kanaya saat ini sudah menginjak bulan kedua atau delapan minggu. Semenjak kedatangan Sandra yang meminta maaf padanya waktu itu, Kanaya sekarang semakin menjaga jarak dengan Sean.


Perempuan itu bahkan seringkali mematikan ponselnya saat pria itu ingin bicara padanya. Sean kembali ke Surabaya setelah mengantarkan Sandra kembali ke rumahnya saat itu.


Laki-laki itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Setelah sebulan kemudian, pekerjaan Sean selesai dalam waktu yang sudah ditentukan.


Sean kembali ke rumah Sandra dan tinggal dengan perempuan itu seperti dulu. Pria itu ingin sekali tinggal beberapa hari di rumah Kanaya, akan tetapi, istri keduanya itu tidak mengizinkannya tinggal di sana.


Begitupun dengan Sandra yang saat ini terlihat begitu posesif terhadapnya. Semenjak Sandra menyesali keputusannya, perempuan itu tidak mengizinkan Sean tinggal berlama-lama di rumah Kanaya.


Sebenarnya Sandra tetap mengizinkan Sean ke rumah Kanaya, hanya saja, model cantik itu tidak mengizinkan Sean berlama-lama tinggal di rumah sahabat sekaligus madunya itu.


"Ada apa, Sayang? Apa Kanaya belum juga menjawab teleponmu?" Sandra yang sedari tadi memperhatikan suaminya dari tempat tidur merasa penasaran karena sedari tadi suaminya bolak-balik melakukan panggilan telepon pada ponselnya.


"Sahabatmu itu benar-benar keterlaluan!" kesal Sean sambil melemparkan ponselnya ke atas ranjang.


Laki-laki itu kemudian mendekati Sandra.


"Sedari kemarin dia tidak mau mengangkat panggilan telepon dariku padahal ponselnya aktif." Sean masih menggerutu sambil membaringkan tubuhnya di sebelah Sandra.


"Memangnya ada apa sampai kamu ingin menelepon dia? Apa kamu merindukannya?"


"Sayang ... jangan mulai! Aku tidak ingin bertengkar sama kamu saat membahas tentang dia." Sean menatap istri cantiknya itu dengan raut wajah kesal.


Saat ini hatinya benar-benar kesal. Sudah lebih dari seminggu berlalu semenjak kepulangannya dari Surabaya, perempuan itu tidak bisa dihubungi sama sekali.


Ponselnya aktif, tetapi dia dengan sengaja tidak mengangkat panggilan teleponnya.

__ADS_1


Apa maksudmu sebenarnya Kanaya? Kenapa kamu sangat susah untuk dihubungi? Saat aku pulang ke rumah kemarin, kamu bahkan tidak mau menemuiku sama sekali.


Sial! Kenapa aku begitu ingin bertemu dan ingin sekali mendengar suaranya?


Melihat kekesalan Sean, Sandra akhirnya berinisiatif menelepon Kanaya. Sandra sendiri merasa heran karena sahabatnya itu sama sekali tidak ingin bertemu dan bicara dengan Sean.


Sedangkan saat dirinya yang menelepon, perempuan yang menjadi madunya itu langsung mengangkat panggilan teleponnya.


"Halo, Nay," ucap Sandra saat panggilan teleponnya tersambung. Perempuan itu tersenyum pada Sean membuat laki-laki itu semakin bertambah kesal.


"Halo, Sandra. Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting sampai-sampai kamu meneleponku malam-malam?" Suara Kanaya terdengar di ujung sana.


"Tidak apa-apa. Sean ingin bicara denganmu, tapi kamu tidak mengangkat panggilan teleponmu." Sandra kembali melirik ke arah suaminya, laki-laki itu mencebik kesal.


"Ada apa memangnya? Apa ada yang penting? Kalau tidak ada yang penting, aku tidak ingin bicara padanya. Apa kamu tahu, Sandra? Aku benar-benar tidak ingin bicara pada Sean, apalagi bertemu dengannya," jawab Kanaya tegas tanpa ada beban sama sekali.


Sean merasa kesal, sementara Sandra tertawa melihat kekesalan suaminya.


"Apa maksudmu kamu tidak ingin melihatku?" teriak Sean, laki-laki itu merebut ponsel Sandra.


Kanaya berdecak sebal saat mendengar teriakan Sean di ujung sana.


"Memangnya siapa dirimu sampai-sampai kamu tidak ingin melihatku?" Sean masih berteriak di ujung telepon. Sungguh! Dia sangat kesal mendengar ucapan Kanaya.


Dari semenjak kepergiannya dari rumah Kanaya bersama Sandra sampai Sean berangkat ke Surabaya dan akhirnya pulang lagi ke ibukota, laki-laki itu tidak pernah lagi bertemu dengan Kanaya.


Sean bahkan beberapa kali singgah ke rumah Kanaya,. tetapi perempuan yang sedang hamil anaknya itu menolak bertemu dengannya.

__ADS_1


Istri keduanya itu bersembunyi di dalam kamar, tidak ingin beertemu sama sekali dengannya. Saat Sean menginap dan memaksa beertemu dengan Kanaya, perempuan itu justru muntah-muntah dan menolak saat dirinya akan memberikan pertolongan.


Akhirnya, dengan berat hati Sean menyuruh Bi Marni untuk membantu Kanaya. Asisten rumah tangganya itu mengatakan kalau Kanaya sedang mengidam. Istri keduanya itu tidak ingin bertemu dengannya karena bawaan si jabang bayi.


Setiap kali berdekatan dengan Sean, Kanaya akan merasa mual dan muntah. Perempuan itu benar-benar tidak ingin bicara apalagi bertemu dengannya.


Ngidam apaan? Mana ada orang mengidam tidak suka melihat calon ayah dari bayinya?


Sean mengeraskan rahang, menahan marah yang perlahan merasuki hatinya.


"Aku tidak tahu kenapa aku benci sekali melihat dirimu. Setiap kali melihatmu, aku merasa mual dan muntah. Pokoknya, aku benar-benar membencimu!"


"Jangan tanya aku kenapa aku begitu membencimu, Sean, karena aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu benci saat mengingatmu, apalagi saat aku


melihat dirimu!"


BERSAMBUNG ....


Mampir juga di karya temen Author yuk!



Blurb:


Namanya Sassya Bellvara. Di masa lalunya ia hidup layaknya seorang putri yang bisa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Namun karena penghinatannya dan ibunya pada keluarga William di masa lalunya membuat kehidupan serba mewah yang dulu mudah ia dapatkan,kini tidak lagi ia rasakan.


Kondisi perekonomian mereka kian sulit,sampai dimana Sassya kembali terlibat masalah dengan seorang pengusaha bernama Sky Aska Ghatama. permasalahan mereka membuat Sassya terjebak dalam pernikahan kontrak.

__ADS_1


Bagaimanakah kehidupan Sassya setelah dinikahi oleh Aska? Akankah pernikahan mereka yang di dasari kepentingan masing-masing membuahkan hasil? Ataukah mungkin pernikahan mereka akan berakhir dengan perceraian setelah kontrak mereka selesai?


__ADS_2