Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 123 AKHIR BAHAGIA


__ADS_3

"Awasi dia dan lindungi wanita itu di manapun dia berada. Aku akan membayarmu berapapun yang kamu mau!" Bagas berucap dengan penuh penekanan pada seseorang yang saat ini berada di hadapannya.


"Jangan sampai terjadi sesuatu padanya, kalau tidak, aku tidak akan mengampunimu!" Bagas menatap tajam laki-laki itu.


"Kamu tenang saja. Aku akan menjaga wanita itu dengan nyawaku." Laki-laki bernama Bimo itu mengangguk mantap.


"Aku butuh bukti, bukan janji."


"Kamu tenang saja, wanitamu aman dalam pengawasanku. Kamu hanya perlu bersikap baik agar kamu bisa segera keluar dari tempat ini." Bimo menepuk pundak Bagas.


Sahabat sekaligus orang kepercayaan Bagas itu tersenyum. Tak lama kemudian, lelaki itu pergi meninggalkan Bagas yang akhirnya kembali di gelandang masuk ke jeruji besi.


Bagas Adipati. Jika dia mau, dia bisa saja keluar dari penjara dengan mudah. Namun, demi menebus kesalahan yang diperbuatnya pada Sandra, dia rela di penjara. Biar bagaimanapun, dirinya memang bersalah karena hampir saja membuat wanita itu celaka.


Setelah aku keluar dari sini, aku akan menyusulmu ke sana.


***


Hampir setahun berlalu, sesuai dengan yang sudah direncanakan oleh keluarga besar Sean dan Kanaya, resepsi pernikahan Kanaya dan Sean pun digelar.


Kini, mereka semua sudah berada di hotel bintang lima, tempat acara berlangsung. Acara resepsi pernikahan itu berlangsung sangat meriah.


Semua orang berdecak kagum dengan dekorasi pernikahan yang terlihat sangat mewah dengan nuansa putih yang terkesan romantis.


Hiasan bunga-bunga berwarna putih memenuhi ballroom. Sean dan Kanaya duduk di kursi pelaminan. Senyum bahagia tersungging di bibir mereka.


Bukan hanya Sean dan Kanaya saja, tetapi seluruh keluarga sepasang pengantin itu pun ikut merasakan kebahagiaan.


Sepasang pengantin itu kini sudah menjadi pasangan yang sah menurut agama dan negara setelah sehari sebelumnya, di hadapan orang tua Kanaya dan penghulu, Sean mengucapkan ijab kabul.


Alunan musik terdengar. Seorang penyanyi yang cukup terkenal di dunia hiburan tanah air, menyanyikan sebuah lagu romantis yang dia persembahkan untuk kedua mempelai pengantin.

__ADS_1


Sean dan Kanaya kini berdiri saat beberapa tamu undangan yang merupakan kolega bisnisnya mendekati mereka di pelaminan untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.


Sean dan Kanaya tidak berhenti tersenyum sepanjang acara berlangsung. Begitupun dengan Rosie dan Ibrahim. Tak ketinggalan pula Danu dan Riyanti. Kedua orang paruh baya itu sungguh sangat bahagia melihat putri tercintanya menikah.


Memang benar, Kanaya sudah menikah dengan Sean. Namun, waktu itu pernikahan mereka hanya pernikahan siri dan karena suatu perjanjian.


Sedangkan sekarang, mereka berdua benar-benar menikah secara sah. Pernikahan tanpa paksaan dan tekanan dari pihak lain.


"Rasanya seperti mimpi bisa melihat putriku benar-benar menikah." Danu menatap sang istri dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Iya, Mas. Aku sangat bahagia karena putri kita akhirnya menikah secara resmi." Riyanti menitikkan air matanya. Apalagi, saat mengingat bagaimana pengorbanan Kanaya untuk keluarganya saat itu.


Sepasang suami istri itu saling berpegangan tangan. Merasa haru melihat putri kesayangan mereka akhirnya menemukan kebahagiaannya.


Juna dan Kayla yang berada di samping mereka pun tak kalah merasa haru. Kakak yang mereka banggakan akhirnya menemukan kebahagiaannya bersama orang yang dicintainya.


"Jodoh itu misteri ya, Bang. Bertahun-tahun kakak kita nungguin Kak Sean sampai nggak mau buka hati untuk orang lain. Tapi, tiba-tiba Kak Naya malah dipertemukan dengan Kak Sean melalui pernikahan kontrak yang direncanakan oleh Kak Sandra," ucap Kayla panjang lebar.


"Takdir ternyata sebercanda itu ya, Bang. Mereka yang menikah saja masih jagain jodoh orang, apalagi yang masih pacaran." Juna mengusap kepala adiknya sambil tersenyum.


"Makanya, nggak usah pacaran. Langsung nikah saja kaya Kak Naya."


"Iya, juga ya, Bang. Biar nggak nyesek jika ternyata jodoh orang." Kayla dan Juna tertawa. Kedua kakak beradik itu menatap Kanaya yang tidak berhenti tersenyum di samping Sean.


"Akhirnya, setelah hampir setahun lamanya, mereka berdua mau menikah resmi ya, Pa." Rosie menatap suaminya yang mengangguk setuju.


"Mama bahagia sekali melihat mereka berdua bahagia, Pa."


"Iya, Ma. Semoga pernikahan Sean kali ini langgeng. Semoga mereka berdua bahagia. Papa sudah tidak sabar itu ingin dapet cucu lagi." Ibrahim tersenyum. Sementara Rosie tertawa kecil.


"Nathan masih kecil Pa, masa udah mikirin adiknya dia. Papa ini ada-ada saja." Perempuan itu tertawa sambil menatap suaminya yang juga ikut tertawa.

__ADS_1


Kehadiran Nathan dan Kanaya dalam hidup mereka memberikan banyak kebahagiaan untuk pasangan suami istri itu.


Di pelaminan, Kanaya dan Sean saling berpandangan. Mereka tersenyum bahagia.


"Aku bahagia banget, Bee. Terima kasih karena sudah memberikan aku kebahagiaan sebesar ini." Sean menggenggam tangan istrinya.


"Aku juga sangat bahagia Sean. Terima kasih karena sudah mau menerimaku dalam hidupmu."


"Aku mencintaimu, Bee."


"Aku juga mencintaimu."


TAMAT


Alhamdulilah, akhirnya cerita Sean dan Kanaya selesai juga. Terima kasih buat kalian semua yang selalu menunggu cerita ini setiap harinya.


Segala sesuatu itu ada sebab akibat. Apa yang kita tanam, suatu saat kita pun pasti akan menuainya.


Lope-lope sekebon buat kalian. Sampai jumpa di novel Author selanjutnya ya ❤❤❤❤


Sambil nunggu cerita baru dari Author, yuk, mampir dulu di karya temen Author yang satu ini.



Airin Senja, seorang dokter yang juga penulis novel terkenal, mendapatkan tawaran dari seorang pengusaha untuk menulis sebuah naskah novel yang akan diangkat ke layar lebar dalam waktu satu bulan dengan tema yang sudah ditentukan oleh si pengusaha yang berperan jadi sponsor.


Senja yang memiliki sifat buruk, kasar dan juga sombong, bingung harus menulis cerita seperti yang diminta. Pasalnya dia tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya ditindas dan perlakuan kasar, justru selama ini dia lah yang sudah bersikap seenaknya pada semua orang di sekitarnya.


Tidak hanya pada pelayan, asisten bahkan


pada kekasihnya, Senja juga sering kali bertindak kasar, menganggap orang disekitarnya lebih rendah darinya dan pantas diperlakukan lebih dari seorang babu.

__ADS_1


Dinda, sang asisten yang biasa diperlakukan kasar dan semena-mena menjadi ihlam dan tumpuan ide bagi Senja. Dia mulai menulis kisah Dinda yang menjadi protagonis dalam novelnya, yang mengalami penyiksaan dan juga penderitaan dari keluarga dan juga orang sekitarnya.


__ADS_2