
Sean menatap tak berkedip ke arah pintu kamar mandi. Wajah cantik itu terlihat segar. Kaki jenjangnya terlihat hingga sampai ke atas ....
Sean menelan salivanya melihat pemandangan yang begitu menggoda di depannya.
Sepertinya gadis itu tidak sadar kalau dia sedang memperlihatkan asetnya dengan tanpa sengaja. Niat hati ingin melongokkan wajah dan meminta tolong pada Sean untuk mengambil handuk, Kanaya justru mengeluarkan kakinya sampai ke pangkal pahanya hingga Sean dengan begitu jelas melihat kulitnya yang putih mulus bak porselen.
"Ada apa?" Sean bersuara dingin di tengah jiwa lelakinya yang mulai terbakar hasrat.
"Aku lupa membawa handuk." Kanaya menggigit bibir bawahnya, membuat Sean mengumpat dalam hati karena perempuan itu terlihat begitu ... seksi!
Sial!
Sean berjalan menuju lemari. Mengambil handuk kemudian memberikannya pada Kanaya.
"Cepatlah! Aku juga ingin mandi." Mendengar suara Sean, Kanaya mengerucutkan bibirnya, kemudian perempuan itu menutup pintu kamar mandi.
"Kamu hanya membawakan aku handuk?" teriak Kanaya saat menyadari kalau Sean hanya membawakannya sehelai handuk yang hanya bisa menutupi area dada hingga setengah pahanya.
Sean bahkan tidak membawakan handuk untuk menutupi rambutnya yang basah.
"Kamu bilang hanya handuk, 'kan?" Sean berteriak di depan kamar mandi.
"Iya, tapi handuk ini terlalu kecil. Tidak bisa menutupi tubuhku!"
"Untuk apa ditutupi, sebentar lagi juga handuk itu aku buka!" Ucapan Sean di balik pintu kamar mandi sukses membuat Kanaya merona. Perempuan itu bahkan hampir tersedak mendengar ucapan vulgar laki-laki itu.
"Cepat, Naya! Aku juga mau mandi, gerah!" Kali ini Sean mengetuk pintu karena sudah tidak tahan dengan rasa panas yang mulai menjalar di tubuhnya. Hasratnya langsung naik membayangkan Kanaya di dalam sana dengan hanya berbalut handuk.
Sial! Baru seperti ini saja aku sudah terangsang. Sandra, Sayang, maafkan aku karena aku mengkhianatimu kali ini. Aku benar-benar tidak tahan.
Akan tetapi, bukankah kamu sendiri yang menginginkan aku menyentuh wanita itu?
Sean menepis semua rasa bersalah yang kini bersarang di hatinya. Apalagi, saat mengingat pembicaraannya dengan Sandra di telepon beberapa menit lalu.
Istri tercintanya itu justru menyuruh Sean untuk melakukan malam pertama.
__ADS_1
Kanaya keluar dari kamar mandi dengan wajah gugup. Kedua tangannya menutupi bagian dada juga mencengkeram ujung handuk yang hanya sampai setengah paha hingga kulit tubuhnya yang bersih mulus terpampang jelas di depan Sean.
Aroma sabun dan harum shampo menguar dari tubuh Kanaya membuat hasrat Sean semakin naik. Pria itu buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Kanaya dengan buru-buru mencari pakaian yang bisa menutupi tubuhnya. Namun, saat gadis itu mencari ke dalam lemari, hanya ada beberapa pakaian kurang bahan yang bahkan tidak bisa dipakai olehnya.
"Apa-apaan ini? Kenapa hanya ada baju model begini yang ada di lemari?" Kanaya membolak-balik beberapa lingerie berwarna warni yang terpajang di lemari.
"Apa dia sudah gila? Kenapa di lemari ini hanya ada pakaian model seperti ini?"Kanaya membuka lemari di sebelahnya. Merasa penasaran karena ia tidak melihat satu baju pun yang normal dan layak dipakai.
"Kemarin dia bilang aku tidak perlu membawa baju karena Sandra sudah menyiapkan semuanya. Akan tetapi, kenapa tidak ada satupun baju di sini?" Mulut Kanaya tidak berhenti menggerutu. Sementara itu, tanpa Kanaya sadari, Sean sudah keluar dari kamar mandi.
Laki-laki itu terpana melihat pemandangan di depannya. Kanaya sedang memeriksa isi lemari. Perempuan itu berjongkok kemudian menungging, membuat aset berharganya yang hanya tertutupi oleh handuk yang hampir sampai ke pangkal pahanya terlihat.
Pemandangan itu terpampang jelas di depan mata Sean membuat laki-laki itu berkali-kali menelan saliva dengan bagian tubuh bawah yang semakin menegang setelah ia gagal menidurkannya saat di kamar mandi tadi.
"Apa yang sedang kamu cari di sana?" Suara Sean terdengar membuat Kanaya terkejut. Gadis itu bangkit, tetapi tubuhnya langsung menabrak tubuh Sean yang berdiri di belakangnya dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang yang melekat pada tubuhnya.
Kanaya memekik kaget saat tidak sengaja merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana saat Sean dengan sigap memeluk pinggangnya setelah Kanaya menabrak tubuh pria itu.
Pria itu menarik pinggang Kanaya agar gadis itu tidak terjatuh. Namun, saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Kanaya, tubuhnya bawahnya semakin bereaksi. Hasratnya yang sedang mati-matian ia tahan semakin bangkit tatkala ia melihat tubuh seksi Kanaya menempel di tubuhnya.
Sean tanpa sadar merapatkan tubuh Kanaya. Tangan kekarnya melingkar pada pinggang gadis itu.
"Apa kamu sengaja ingin menggodaku?" Suara Sean menyapu pendengaran Kanaya. Bibir pria itu bahkan menempel di telinga gadis itu.
Sekuat tenaga Kanaya menahan perasaannya. Detak jantungnya semakin menggila tatkala pria itu tiba-tiba menjatuhkan bibirnya di permukaan kulit punggungnya yang terbuka.
Perlahan tapi pasti, bibir Sean bergerak hingga sampai ke belakang telinga, kemudian menyapu lidahnya di sana.
Sean merutuki diri sendiri saat tubuh Kanaya membuat naluri laki-lakinya langsung bekerja. Aroma tubuh Kanaya membuat hasratnya semakin naik, hingga tanpa sadar, pria itu muka menggerakkan bibirnya, mencicipi keindahan kulit putih mulus Kanaya yang terbuka.
Suara ******* yang lolos dari bibir Kanaya mengembalikan kewarasan Sean. Pria itu menatap ke arah tangannya sendiri yang saat ini bergerak menuju daerah inti Kanaya.
Sementara itu, bibirnya berhenti menyusut leher Kanaya dan meninggalkan jejak di sana. Bayangan Sandra melintas di kepalanya membuat Sean menarik tangan juga bibirnya dari tubuh Kanaya.
__ADS_1
Namun, saat ucapan istri tercintanya itu kembali terngiang, tangan Sean yang menjauh dari tubuh Kanaya kembali merapat. Bibirnya yang tadi berhenti, kini kembali bergerak menyusuri tubuh Kanaya.
"Kamu ingat tugas kamu bukan?" Lidah Sean kembali menari di telinga Kanaya.
"Lahirkan seorang anak untuk Sandra," lanjut Sean. Kedua tangan pria itu mulai bergerak menyusuri tubuh Kanaya yang hanya berbalut handuk.
"Kamu lakukan tugasmu sesuai keinginan Sandra dan aku pun akan melakukan tugasku sesuai keinginan istriku," bisik Sean dengan suara serak karena gairah.
"Malam ini, kita akan lakukan ritual malam pertama sesuai dengan keinginan Sandra." Tanpa menunggu jawaban dari Kanaya, Sean membalikkan tubuh perempuan itu.
Sejenak Sean terpesona menatap wajah cantik Kanaya yang terlihat merona. Kedua tangan Sean menangkup wajah itu kemudian mendaratkan bibirnya meraih bibir Kanaya yang terlihat begitu menggoda.
"Lakukan tugasmu dengan baik. Bukankah Sandra sudah mengeluarkan uang yang banyak agar kamu melayaniku dengan baik?"
Hati Kanaya yang baru saja berbunga-bunga, seketika hancur menjadi serpihan kecil tatkala ucapan pria itu bagaikan palu yang menghantam tepat di hatinya.
"Layani aku dengan baik. Biarkan benihku tumbuh di rahimmu agar kontrak pernikahan kita cepat selesai."
"Setelah kamu hamil, aku tidak akan pernah menyentuhmu lagi!"
BERSAMBUNG ....
Yakin nih, nggak bakalan nyentuh Kanaya lagi setelah Kanaya hamil?
Yuk, ikutin terus kelanjutannya! Jangan lupa baca juga karya kece temen Author yang satu ini ya ...
Blurb :
Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.
Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.
Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.
__ADS_1
Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?
Ikuti kisah perjalanan mereka ....