Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 58 PENGUMUMAN KEHAMILAN SANDRA


__ADS_3

Mendengar kata-kata Bi Marni membuat Sean terperanjat kaget. Pria itu benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Kanaya tidak ingin menemuinya karena perempuan itu langsung mual dan muntah setiap bertemu dengan dirinya.


Bawaan bayi katanya? Mana ada bawaan bayi tidak menyukai calon ayahnya sendiri?'


"Bibi jangan mengada-ada, Bi. Mana ada bawaan bayi tidak suka ketemu sama ayahnya sendiri?" Sean menatap Bi Marni dengan kesal.


"Ada sebagian orang hamil yang merasakan seperti itu, Den. Tapi Den Sean tenang saja. Itu hanya akan terjadi di awal-awal kehamilan saja. Setelah itu, moodnya akan berubah lagi," jelas Bi Marni membuat Sean paham meskipun dengan rasa kesal yang tidak bisa ditutupi.


Laki-laki itu kemudian bermaksud masuk ke kamar mendekati Kanaya. Akan tetapi, baru di depan pintu, teriakan sang istri membuat Sean menghentikan langkahnya.


"Berhenti di sana, Sean!" Wajah Kanaya memerah. Kepalanya masih terasa pusing, tetapi, pria di depannya itu masih belum mengerti juga.


"Aku hanya ingin tahu keadaanmu, apa kamu–"


"Stop, Sean!" teriak Kanaya. Tangannya kemudian membekap mulutnya yang mulai bergejolak. Kanaya langsung bangkit dari tempat tidur saat rasa mual kembali menderanya.


"Bila!" Sean berteriak memanggil Kanaya dengan panggilan semasa SMA.


Bi Marni langsung menarik tangan majikannya saat Sean berniat mengejar Kanaya ke kamar mandi. Wanita itu menggeleng. Baru saja ia menjelaskan pada pria tampan itu kalau sang istri belum bisa bertemu dengannya karena bawaan bayi, terapi, pria itu malah justru dengan santai kembali mendekati Kanaya.


"Sudah Bibi bilang tadi 'kan sama Den Sean, kalau Non Kanaya belum bisa menemui Aden?" Suara Bi Marni terdengar lembut. Dalam hati sebenarnya ia merasa sedikit kesal.


"Bibi, tolong bilang sama dia kalau aku benar-benar tidak bisa bertemu dengannya saat ini, Bi!" Suara teriakan Kanaya terdengar dari kamar mandi.


"Aku hanya ingin bertemu denganmu sebentar saja, Bila. Aku ingin memastikan keadaan kamu!" Sean menyahuti teriakan Kanaya. Padahal, istrinya bertanya pada Bi Marni.


"Aku tidak ingin bertemu denganmu. Pergilah!"


"Aku tidak akan pergi sebelum memastikan dirimu baik-baik saja, Bila!"


"Aku aja terus seperti ini kalau kamu terus-terusan berada di sini!"

__ADS_1


"Tapi, Bila–"


"Pergi, Sean!"


"Aku tidak akan pergi sebelum–"


"Apa kamu ingin melihatku mati?" Suara pintu kamar mandi terbuka.


"Bila! Kenapa kamu bicara seperti itu?"


"Aku sudah bilang saat ini aku benar-benar tidak bisa berdekatan dengan kamu, aku–"


Kanaya kembali ke kamar mandi saat rasa mual kembali terasa. Dalam hati, perempuan yang sedang hamil muda itu mengumpati Sean habis-habisan.


"Brengsek!"


***


Beberapa menit kemudian, pekerjaan Sandra pun berhenti. Beberapa orang tersenyum puas saat melihat hasil jepretan sang fotografer.


"Luar biasa! Pesona model kita ini memang tidak ada tandingannya!" Seorang pria berwajah tampan mengacungkan kedua jempolnya, merasa puas dengan cara kerja Sandra.


"Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan!" Sandra tersenyum manis membuat kadar kecantikan Sandra semakin meningkat.


"Sama-sama, Nona!" Mereka berdua berjabat tangan. Sandra berjalan mendekati Maya yang dengan setia menemani Sandra. Perempuan cantik itu duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari tempat Sandra melakukan pemotretan.


"Semakin hari kamu semakin bersinar, Sandra. Lihatlah! Mereka begitu puas dengan pekerjaanmu." Maya menunjuk beberapa orang yang berada di depan mereka.


Sandra tersenyum menanggapi ucapan Maya.


"Keputusanmu untuk menyewa rahim sangat tepat, Sandra. Coba kamu bayangkan, seandainya kamu benar-benar hamil dan melahirkan? Kamu pasti akan butuh waktu lama agar tubuhmu bisa kembali seperti semula. Menurunkan berat badan itu butuh waktu." Maya tersenyum manis, seolah-olah apa yang diucapkannya itu adalah sebuah kebenaran.

__ADS_1


Benar-benar sahabat yang menyesatkan! Maya hanya berpikir untuk keuntungannya saja. Ia tidak akan membiarkan Sandra tiba-tiba menjadi gemuk karena hamil kemudian melahirkan.


Maya sangat yakin, kalau Sandra akan membutuhkan waktu lama untuk menurunkan berat badannya seperti semula. Sedangkan, Sandra adalah model yang sedang paling dicari saat ini.


Dengan merekayasa kehamilan Sandra, dapat dipastikan, Maya hanya akan kehilangan Sandra selama beberapa bulan saja. Sementara itu, jika Sandra benar-benar hamil dan melahirkan, sudah dapat dipastikan kalau dirinya akan kehilangan setahun bahkan dua tahun ke depan.


"Kehamilan Kanaya saat ini sudah menginjak dua bulan lebih. Kapan kamu akan mengumumkan kehamilanku, May?" Sandra menatap sahabatnya. Tangannya terulur meraih gelas berisi jus kemudian meminumnya.


"Secepatnya kita akan membuat pengumuman tentang kehamilanmu." Maya membalas senyuman Sandra. Perempuan itu sudah mengatur semuanya. Termasuk rekayasa kehamilan Sandra.


"Lusa, setelah pekerjaanmu selesai, kita akan umumkan kehamilanmu."


"Setelah itu, kamu hanya perlu menuruti semua jadwal yang sudah aku atur untukmu." Maya mengulas senyum yang langsung diangguki oleh Sandra.


Ternyata sangat mudah membuatmu percaya padaku, Sandra.


BERSAMBUNG ....


Sambil nunggu update, Author kasih karya keren temen Author nih! Mampir yuk!



Blurb:


Azizah, seorang guru PAUD dan guru ngaji, harus kehilangan rahimnya karena kanker rahim. Tunangannya pun memutuskan hubungan mereka saat tahu Azizah tidak akan pernah bisa memberinya keturunan.


Irwansyah adalah suami dari Rela Ambarita, yang penyayang dan penyabar. Rumah tangganya yang harmonis menjadi hancur, saat Irwansyah minta izin untuk menikahi Azizah. Bahkan ibu kandungannya pun berubah jadi membencinya.


Kebaikan hati Rela, memberikan izin pada Irwansyah untuk menikahi Azizah setelah mendengar kisah pilu gadis itu. Akankah rumah tangga mereka bahagia di tengah gunjingan para tetangga yang menyebut mereka dengan pelakor dan istri bodoh? Tekanan batin dirasakan oleh kedua wanita itu. Ditambah dengan kedatangan tantenya yang suka mengadu domba dan menyebarkan gosip.


Apakah Irwansyah akan mempertahankan keduanya atau melepas salah satunya?

__ADS_1


__ADS_2