
"Gadis cupu itu kamu?" Kedua mata Sean membola, menatap tak percaya pada perempuan di depannya. Perempuan yang sudah resmi menjadi istri keduanya.
Sean merebut bingkai foto yang tadi direbut oleh Kanaya. Memperhatikan secara teliti wajah jelek gadis cupu di dalam foto itu, kemudian kedua matanya memperhatikan Kanaya, seolah sedang mencocokkan wajah jelek dalam foto itu dengan wajah cantik Kanaya.
"Tidak mungkin ... ini beneran kamu? Foto ini beneran foto kamu?" Sean menggeleng sambil menatap wajah istrinya.
Laki-laki itu benar-benar tidak percaya dan tidak pernah menyangka kalau ternyata gadis cupu yang berada dalam foto itu adalah foto Kanaya.
"Kamu jangan bohong, Naya. Jelas-jelas foto ini jauh berbeda dengan wajah kamu."
"Foto ini ... Oh ya, Tuhan ...."
"Nabil, Bila–"
"Nabila Kanaya," tukas kanaya.
"Nabila Kanaya."
"Nama kamu Nabila Kanaya?" Sean meyakinkan Kanaya.
"Baru sebulan yang lalu kamu mengucapkan ijab kabul dengan nama lengkapku, Sean."
Kanaya menatap Sean yang tampak masih terkejut.
"Jadi ... foto ini benar-benar foto kamu?" Sean memindai wajah cantik Kanaya. Meneliti baik-baik wajah istri keduanya itu.
"Naya, ini beneran kamu?" Sean menunjukkan foto gadis cupu berseragam SMA di bingkai foto itu.
__ADS_1
Anggukan kepala Kanaya membuat Sean langsung terdiam. Pria itu meletakkan kembali bingkai foto di atas nakas kemudian mendekati Kanaya yang masih terlihat datar.
Perempuan itu bahkan tidak merespon keterkejutannya saat mengetahui kalau perempuan yang telah menjadi istri keduanya itu ternyata adalah seseorang di masa lalunya.
"Bila, jadi ini beneran kamu?" Sean menangkup wajah cantik Kanaya. Netranya menatap Kanaya dengan sorot mata penuh kerinduan.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku akan bertemu lagi dengan kamu. Tapi bagaimana bisa kamu berubah seperti ini?" Sean masih meneliti wajah Kanaya, kemudian mendekap perempuan yang selama hampir sebulan tidak ditemuinya.
"Aku mencarimu kemana-mana, tapi aku tidak menemukanmu." Sean mempererat pelukannya. Tidak menyangka kalau Kanaya adalah sosok perempuan dari masa lalunya.
"Bila, kenapa wajahmu berubah seperti ini? Apa kamu melakukan operasi plastik?"
Kanaya mencubit pinggang Sean saat mendengar ucapan pria itu.
"Kenapa kamu diam saja saat pertama kali bertemu denganku, bahkan sampai sekarang kamu juga tidak mengatakan kalau kamu mengenalku sebelumnya. Kenapa, Bil? Apa kamu melupakan aku?"
"Memangnya penting, aku cerita apa tidak?"
"Tentu saja penting!" tukas Sean cepat.
"Kamu tidak tahu kalau aku mencarimu sampai ke sekolah kita yang lama. Aku juga ke rumah kamu, tapi orang bilang, kamu sudah pindah." Sean melepaskan pelukannya kemudian kembali menangkup wajah cantik perempuan itu dengan kedua telapak tangan besarnya.
"Saat itu aku benar-benar ingin bertemu denganmu. Naya, apa kamu benar-benar tidak mengingat aku sama sekali?" Sean menatap Kanaya dengan perasaan yang tidak menentu.
Nabila, gadis berpenampilan cupu yang tidak menarik sama sekali. Kulit wajahnya kusam, kacamata tebal dengan rambut dikepang dua.
Gara-gara penampilan jeleknya, setiap hari gadis itu selalu dibully oleh teman-temannya. Bukan hanya teman sekelas saja, tetapi juga hampir seluruh siswa yang melihatnya akan mengolok-olok Nabila.
__ADS_1
Gadis itu selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari semua orang yang berada di sekolah itu. Hampir setiap hari dia mengalami kekerasan, baik fisik mau pun makian. Gadis itu hanya menangis saat orang-orang menindasnya dengan kejam.
Melihat gadis itu menangis setiap hari, membuat Sean merasa tertarik untuk mendekati Nabila. Pria itu merasa kasihan dan ingin sekali melindungi gadis cupu itu dari orang-orang yang selalu merundungnya.
Sehingga akhirnya, Sean memutuskan untuk melindungi gadis itu dari orang-orang yang selalu menghina dan menyiksanya. Laki-laki berwajah tampan itu setiap hari berada di samping Kanaya, meskipun banyak orang yang menyayangkan Sean karena melindungi gadis jelek itu, tetapi Sean tak peduli. Dia tetap berada di samping Kanaya dan tak melindungi gadis itu.
Seiring berjalannya waktu, Sean mulai terbiasa bersama Kanaya. Mereka berdua bersahabat, hingga tanpa mereka sadari, ada rasa yang tersimpan di hati masing-masing yang tak berani mereka ungkapkan.
Sean menyukai Kanaya. Laki-laki itu jatuh cinta pada Kanaya tanpa memandang penampilan gadis cupu itu. Bagi Sean, kecantikan hati jauh lebih penting dibandingkan kecantikan fisik.
Buat apa cantik secara fisik tetapi hatinya jahat, sama seperti orang-orang yang merundung Kanaya. Mereka cantik, tampan, tetapi hati mereka jelek karena hanya melihat penampilan secara fisik saja tanpa melihat kebaikan seseorang.
*Bodohnya aku karena aku tidak mengenalimu sama sekali, padahal saat ini aku sangat dekat denganmu.
Apa karena dia berubah menjadi sangat cantik hingga aku tidak bisa mengenalinya? Atau karena saat ini perasaanku telah berubah*?
"Apa kamu benar-benar melupakan aku sampai-sampai kamu tidak mau mengatakan kalau kamu adalah Nabila? Gadis cupu yang dulu pernah menemani dan mengisi hari-hariku?" Sean menatap dalam ke arah Kanaya. Masih merasa tidak percaya jika gadis di depannya ini adalah gadis yang dulu pernah menjadi penghuni hatinya.
"Aku merindukanmu, Bila. Aku selalu mencarimu kemana-mana. Sampai akhirnya, aku ketemu sama Sandra dan jatuh cinta padanya."
Kanaya memejamkan matanya saat mendengar kata-kata terakhir yang terucap dari bibir Sean.
*Kamu merindukanku, tapi setelah itu kamu mengatakan kalau kamu jatuh cinta padanya?
Sepertinya, keputusanku untuk tidak mengatakan siapa aku adalah keputusan yang tepat, Sean*.
BERSAMBUNG ....
__ADS_1