Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku

Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Part 51 PERCAYALAH PADAKU!


__ADS_3

Sandra dan Sean sampai di rumah Kanaya. Sepasang suami istri itu turun dari mobil, kemudian berjalan beriringan masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.


Bi Marni, sang asisten rumah tangga bergegas menyambut kedatangan kedua majikannya. Perempuan yang ditunjuk oleh Sandra untuk menjadi asisten rumah tangga Sean dan Kanaya itu tergopoh-gopoh keluar rumah.


"Selamat datang, Den Sean, Non Sandra. Maaf, bibi di dapur, jadi tidak tahu kalau–"


"Nggak apa-apa, Bi. Tolong angkut barang-barang yang ada di dalam mobil," sela Sean cepat.


"Baik, Den."


Bi Marni bergegas keluar rumah. Sedangkan Sean mengajak Sandra masuk ke dalam.


Bunyi high heels berbenturan dengan lantai membuat Kanaya yang saat itu sedang bersantai di dapur sambil mengunyah makanannya langsung menoleh ke arah suara.


Netranya menatap dua orang yang melangkah mendekatinya. Sepasang suami istri yang tampak serasi bergandengan dengan mesra menuju ke arahnya.


"Naya!" Sandra dengan antusias memeluk Kanaya yang saat itu masih terbengong menatapnya.


"Kenapa datang tidak memberitahuku dulu?" Kesadaran Kanaya kembali saat sahabatnya itu melepaskan pelukannya.


"Aku memberitahumu juga percuma. Nggak bakal nyambung!" Bibir Sandra mengerucut kesal. Sementara itu, Kanaya mengernyitkan kening.


"Kamu mematikan ponselmu!" ucap Sandra dengan kesal, membuat Kanaya tersenyum kuda.


"Sori! Aku lupa menyalakan ponselku beberapa hari ini." Kanaya tersenyum manis sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


Setelah menelepon Sandra saat itu, Kanaya tidak lagi mengaktifkan ponselnya. Perempuan itu tidak menyentuh ponselnya sama sekali. Di dalam rumah, perempuan cantik itu menghabiskan waktu menonton drama di laptopnya.


Sean yang berada di belakang Sandra menatap perempuan cantik yang sedang hamil anaknya itu tanpa berkedip. Sudah beberapa hari semenjak kepergiannya waktu itu, Sean menginap di rumah Sandra. Laki-laki itu beberapa kali menelepon Kanaya, tetapi ponselnya tidak aktif.

__ADS_1


Kenapa sekarang dia terlihat begitu berbeda sekali? Dia terlihat begitu cantik.


Sean memindai wajah cantik Kanaya. Setelah tahu kalau Kanaya ternyata adalah gadis cupu yang dulu menjadi cinta pertamanya, ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya.


Perasaan itu seolah kembali mengganggu hatinya. Ada rasa senang karena akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Gadis cupu yang entah mengapa lebih menarik hatinya dibandingkan dengan gadis-gadis cantik yang saat itu selalu mengejar dirinya.


"Baiklah! Aku memaafkanmu kali ini. Akan tetapi, lain kali aku akan marah padamu jika kamu melakukan itu lagi." Sandra tersenyum pada sahabat yang sudah menjadi madunya itu.


Kanaya juga ikut tersenyum melihat wanita yang sangat disayanginya itu tersenyum. Terlalu banyak jasa yang sudah Sandra berikan padanya. Sebelum Sandra meminta syarat saat menolongnya meminjamkan biaya operasi untuk sang ayah, Sandra adalah seseorang yang sangat baik dan selalu menolong dan membantu keluarganya. Bahkan karena Sandra juga, dirinya bisa tampil cantik dan percaya diri seperti sekarang.


"Apa dia rewel?" Pandangan Sandra beralih pada perut Kanaya. Model berparas sangat cantik itu mengusap perut rata Kanaya.


Hatinya bergetar merasakan nyeri yang menyelinap secara perlahan.


"Tidak! Dia tidak rewel. Dia sangat pintar." Kanaya membiarkan Sandra mengusap-usap perutnya.


Semua ucapan Sandra saat di telepon beberapa hari yang lalu kembali terlintas. Kanaya sangat tahu kalau sekarang sahabatnya itu pasti sedang berusaha menyembunyikan perasaannya.


Kanaya menatap sahabatnya itu dengan lekat. Ia sangat tahu kalau saat ini Sandra sedang menyembunyikan perasaannya. Kanaya mengusap rambut Sandra, membuat perempuan itu mendongak ke arahnya.


Kedua mata perempuan itu sudah berkaca-kaca saat rasa sakit kian mendera hatinya. Bayangan kebahagiaan Kanaya bersama Sean menari-nari di kepalanya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan merebut posisimu hanya karena kehadirannya. Kamu sangat tahu siapa aku bukan?"


Sandra mengangguk pelan. Bibirnya bergetar menahan tangis. Kedua netranya menatap sahabatnya itu dengan tatapan tak terbaca.


Antara ingin mempercayai ucapan Kanaya dan tidak mempercayai.


"Aku percaya padamu." Sandra memeluk Kanaya, perempuan itu menangis, menumpahkan segala perasaannya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Maafkan keegoisanku. Aku tahu aku salah. Aku memang bodoh! Tidak seharusnya aku memanfaatkan dirimu demi kepentinganku. Maafkan aku, Naya. Maaf!" Sandra terisak sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali.


Perempuan cantik itu sungguh menyesali apa yang terjadi. Beberapa hari ini ia terus menangis, menyesali semua keputusannya yang telah memaksa Sean menikahi Kanaya.


Model cantik itu bahkan saat ini merasa ketakutan saat mengetahui Kanaya hamil. Dirinya sangat takut seandainya suatu saat Sean meninggalkannya dan memilih Kanaya dan juga calon bayi dalam kandungannya.


"Ketakutan kamu tidak beralasan. Kamu sangat tahu kalau Sean sangat mencintaimu bukan?" bisik Kanaya membuat perempuan itu mengangguk dalam pelukannya.


"Percayalah padaku, aku hanya menjalankan tugas yang kamu berikan padaku. Aku tidak akan merebut milikmu, Sandra."


"Meskipun aku sangat ingin." Kata-kata terakhir itu hanya bisa Kanaya ucapkan dalam hati. Perempuan itu melirik ke arah Sean yang saat ini sedang menatapnya.


BERSAMBUNG ....


Maafkan aku ya teman-teman, kesibukan dunia nyata sangat menyita waktu. Makanya baru bisa update hari ini. Maaf ya πŸ™πŸ™πŸ™


Sambil nunggu Author update, singgah dulu di karya temen Author yang satu ini yuk!



Blurb:


Catherine Zeta Jones, sosok gadis pekerja keras yang hanya hidup sebatang kara.


Pekerjaan sebagai buruh pemetik anggur di salah satu perkebunan anggur terbesar di desanya. Ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan untuk menyisihkan sebagian gajinya untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan ke dokteran.


Nasih baik membawanya, pada keberuntungan, saat menyelamatkan nyawa seorang wanita setengah baya, yang ternyata nyonya besar dan pemilik perkebunan anggur tempatnya bekerja. Nyonya Margaretha, wanita yang ia tolong menjodohkan dirinya dengan putra semata wayangnya.


Siapa yang menduga, kalau putra nyonya Margaretha sudah memiliki seorang istri yang dalam keadaan koma. Bagaimana kah' nasib Catherine selanjutnya? Apakah kebahagiaan atau penderitaan yang ia dapat?

__ADS_1


u


__ADS_2