
Wajah Bagas terlihat segar. Demi menghilangkan rasa panik dan gairahnya yang semakin naik akibat pengaruh obat yang diminumnya, Bagas memutuskan berendam air dingin di kamar mandi ruang rawat VVIP yang dia persiapkan untuk Sandra.
Laki-laki itu bergegas menuju ruang IGD, di mana Sandra masih mendapatkan penanganan di sana. Sudah hampir satu jam, Sandra belum keluar juga dari ruangan itu.
Bagas berdiri di depan ruangan dengan gelisah. Pikirannya kembali melayang saat pertama kali bertemu dengan Sandra, sampai akhirnya dia nekad meminum obat perangsang yang tadinya Maya persiapkan untuk Sandra.
Maya mengatakan, Sandra adalah pemain yang handal. Wanita itu memiliki gairah yang tinggi membuat siapa saja yang menyentuhnya pasti akan ketagihan.
Bagas yang pada dasarnya adalah seorang casanova, sudah pasti tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Maya. Bukan hanya Bastian, Hans dan Alex pun merasa penasaran.
Mereka bertiga mengenal Maya karena perempuan itu telah menipu mereka. Alex dan Hans, juga Bagas ditipu mentah-mentah oleh Maya dan suaminya dengan jumlah miliaran rupiah dengan dalih investasi.
Saat mereka ingin mengambil hak mereka, Maya justru menawari mereka seorang perempuan yang memang sudah lama menjadi idola mereka. Model cantik yang sering mereka jadikan sebagai bahan fantasi mereka saat bermain ****.
Sandra Milea. Model cantik bertubuh seksi dan berwajah sangat cantik. Mereka yang memang pada dasarnya adalah pria-pria cassanova alias penakluk wanita, tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan itu begitu saja.
Mereka bertiga akhirnya menuruti skenario yang Maya buat untuk menaklukkan Sandra. Maya mengatakan, Sandra adalah tipe orang yang tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Model cantik itu akan menolak siapapun yang ingin bertemu dengannya, tetapi, bukan untuk membahas masalah pekerjaan
Oleh karena itu, Maya menyusun rencana agar mereka bisa bertemu dengan Sandra. Mereka berpura-pura sebagai klien yang akan menyewa jasa Sandra untuk mempromosikan produk dari perusahaan mereka.
__ADS_1
Sepertinya, rencana Maya memang berhasil pada awalnya. Model cantik itu datang dan mengatakan kalau dia bersedia menjadi ambassador brand perusahaan mereka.
Setelah itu, terjadilah peristiwa ini. Sandra yang Maya katakan adalah seseorang yang sudah profesional memuaskan pelanggan, ternyata adalah seorang istri yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya.
Wanita itu lebih memilih bunuh diri daripada melayani nafsu birahinya.
Bagas menarik napas panjang. Saat ini, selain memikirkan Sandra, kini dirinya juga sedang memikirkan keluarga Ibrahim yang tentu saja tidak akan terima dengan kejadian yang menimpa Sandra.
Sean Ibrahim, siapa yang tidak mengenal laki-laki itu? Pebisnis sukses yang namanya saat ini sedang naik daun. Mengingat Sean, Bagas baru ingat kalau laki-laki itu sampai sekarang belum datang.
Apa Alex belum menghubungi pria itu?
Pintu ruangan IGD terbuka. Bagas segera berdiri menyambut kedatangan dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.
"Keadaan pasien baik-baik saja. Luka diperutnya sudah dijahit. Sebentar lagi, pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap," jelas dokter cantik itu menjelaskan panjang lebar.
"Terima kasih, Dokter." Bagas tersenyum lega.
Dokter itu kemudian melangkah
pergi meninggalkan Bagas yang saat ini menghela napas lega setelah mengetahui keadaan Sandra.
__ADS_1
Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu, Sandra.
***
Maya terkapar di atas ranjang dengan tubuh remuk redam. Perempuan itu terdiam dengan napas yang masih naik turun. Maya sudah menjerit beberapa kali dan meminta ampun untuk dilepaskan. Akan tetapi, Alex dan Hans tidak melepaskannya begitu saja.
Kedua laki-laki itu meluapkan semua amarah mereka dengan cara melampiaskan birahinya pada Maya. Alex menatap Maya sambil menyeringai puas.
Begitupun dengan Hans yang tersenyum puas setelah wanita itu berkali-kali membuatnya *******.
Alex menatap layar ponselnya yang berisi video adegan mereka bertiga. Bibirnya tersenyum melihat bagaimana buasnya ia dan Hans menghukum wanita itu.
Maya menangis tertahan. Rasa sakit begitu terasa di bagian intimnya. Bukan hanya itu saja, seluruh tubuhnya juga kini penuh dengan warna merah kebiruan akibat gigitan kedua laki-laki itu.
"Hukuman ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah kamu lakukan pada kami bertiga, Maya." Suara Alex terdengar.
"Apa kamu tahu, sekarang kamu bukan saja berurusan dengan kami, tapi kamu juga akan berurusan dengan keluarga Ibrahim. Aku tidak tahu hukuman apa yang akan mereka persiapkan untukmu setelah tahu kalau menantu kesayangannya hampir saja mati karena perbuatanmu."
"A–apa maksudmu?"
"Sandra melakukan bunuh diri saat Bagas memaksa perempuan itu untuk melayaninya."
__ADS_1
"Apa?"
BERSAMBUNG ....