Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
100


__ADS_3

Sudah 2 bulan ini ara bersama dina magang di perusahaan milik dion dan tinggal 1 bulan lagi mereka akan menyelesaikan magangnya lalu kembali beraktifitas ke kampus.....


Hubungan dina dan rey terlihat begitu sangat akrab, bahkan dina sering mengantarkan makanan ke apartemen rey....


Seperti malam ini rey menemani dina yang sedang mengerjakan proposal yang akan ia kumpulkan minggu depan di kampusnya.....


Rey lebih senang dina bermain ke apartemennya daripada rey sendiri yang harus bermain ke apartemen milik tantenya dina.....


"tante kamu jadi pulang? "... tanya rey


" kayaknya gak jadi deh! "... jawab dina


" kenapa? "


"soalnya tanteku akan menetap disana bersama suami dan anaknya"


"lalu apartemennya? "


"sementara aku yang menempatinya"


"oh! "


"kenapa memangnya? "... dina menatap ke arah rey


" gak papa! "


"kita makan malam dulu yuk? "... ucap rey sambil beranjak dari tempat duduknya


Dina hanya melihat punggung rey yang berjalan ke arah dapur dan tak berapa lama dina mengikutinya, karena sebenarnya sejak tadi dina sudah lapar.....


**


Setelah selesai makan malam, tuan tian bersama diana sedang berada di ruang tengah untuk sekedar mengobrol dan melihat acara televisi.....


Tuan tian menyuruh diana untuk berhenti bekerja dan menyuruhnya dirumah saja, karena tadi siang mereka habis periksa kandungan diana dan dokter mengatakan jika kandungan diana saat ini masih terlalu lemah....


Jadi dokter menyarankan supaya diana banyak istirahat sampai kondisi janinnya benar benar stabil.....


Tetapi diana tidak mau berhenti bekerja karena ia tidak mau menjadi beban hidupnya tuan tian.....


"kamu jangan berfikiran seperti itu diana"... ucap tuan tian


" sekarang itu aku yang bertanggung jawab terhadap kehidupanmu dan juga janin yang ada didalam perutmu"... lanjutnya


"tapi aku merasa tidak enak kepadamu ".... ucap diana


" apa kau lupa jika sekarang aku ini suami kamu? "... tuan tian menatap diana


" aku tidak lupa"


"jadi menurutlah dengan suami kamu ini".... tuan tian menoel hidung diana


" hemmmp! tapi... "


"ssstttt! jangan membantah lagi oke"


"baiklah"


"soal pernikahan kita sebaiknya segera kita adakan resepsi"


"kenapa buru buru? ".... diana menatap tuan tian


"sebelum perut kamu membesar, semuanya harus tau terlebih dulu pernikahan kita"


"hemmmp! baiklah"


Tuan tian memang menyukai diana tetapi bukan rasa suka seperti perasaannya kepada ara, tetapi setelah ia berani bertanggung jawab atas semua yang terjadi kepada diana, tuan tian akan mencoba untuk memberikan semua perasaannya kepada diana.....


Meskipun tuan tian tau jika diana juga sama halnya dengan dirinya, tetapi lamban laun pasti mereka berdua bisa saling menyayangi sebagai pasangan suami istri.....


Mereka berdua banyak sekali mengobrol hingga diana tertidur di pangkuan tuan tian, dengan perlahan tuan tian mengusap lembut pipi diana sambil menatap wajahnya......


'***apa bisa aku menyayangimu? '.... ucap tuan tian dalam hati


'tapi aku akan mencobanya***'


Kemudian tuan tian menggendong tubuh diana untuk ia pindahkan ke kamar dan sekalian tuan tian istirahat karena besok pekerjaannya sangat padat.....


**


Pagi harinya dion bersama ara sedang menikmati sarapan bersama dan seperti biasa dion akan menyuapi istri kecilnya itu.....


Saat asyik menikmati sarapannya, tiba tiba rey menghampiri mereka berdua di meja makan.....


"ada apa rey? "... tanya ara sebelum rey mengeluarkan suaranya


" maaf saya mengganggu tuan dan nona muda saat sarapan"... ucap rey dengan sopan


"apa ada sesuatu rey?"... tanya dion sambil menatap rey

__ADS_1


" anda dan nona muda mendapatkan undangan pernikahan "... rey memberikan sebuah undangan kepada dion


Dion menerima undangan tersebut sambil menatap ara yang juga menatapnya dengan penuh tanda tanya.....


" undangan dari siapa kak? "... tanya ara


" kamu lihat aja sendiri"... dion memberikan undangan kepada ara


Betapa kagetnya ara saat membaca undangan pernikahan siapa.....


"kenapa sayang? "... dion menatap ara yang sedang terkejut


" ini undangan dari tuan tian kak"... jawab ara


"bagus dong kalo dia menikah! "


"tapi masalah dia menikah dengan sekertarisnya"... ucap ara lirih


" sekertarisnya? maksud kamu diana? "... dion menaikkan sebelah alisnya


" iya kak! "


"baguslah kalo begitu! "... ucap dion sambil menikmati makanannya kembali


Ara membulatkan matanya saat melihat ekspresi dion dan ara kemudian melirik ke arah rey yang juga terlihat biasa saja ekspresinya.....


" disini tertulis jika mereka sudah menikah sekitar 3 minggu yang lalu"... ucap ara lagi dan dion hanya menganggukkan kepalanya sambil terus mengunyah makanannya


"berarti saat aku berjumpa dengan mereka waktu itu mereka sudah menikah? pantas saja".... ucap ara sambil menyantap makanannya


Ara terus berbicara sendiri soal tuan tian dan diana, hal tersebut membuat dion berhenti mengunyah lalu dion menatap ara yang masih saja berbicara sendiri.....


Kemudian dion berdiri dari tempat duduknya dan ara menatapnya sambil menaikkan sebelah alisnya.....


"kau lanjutkan berbicara sendiri atau berangkat ke perusahaan sekarang? "... tanya dion sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya


Setelah mengatakan itu dion beranjak dari sana dan meninggalkan ara yang masih duduk di kursinya.....


Dengan cepat ara mengikuti dion yang langkahnya cepat sekali berjalan dan ara bertanya kepada rey yang berjalan didepannya......


" ada apa dengannya rey? "... tanya ara


Rey menghentikan langkahnya untuk menghadap ke arah ara dan ara juga menghentikan langkahnya saat rey menoleh ke arahnya.....


" apa anda tidak menyadarinya nona muda? "... rey balik bertanya


" maksud kamu? ".... ara menaikkan sebelah alisnya


Ara mengeryitkan keningnya untuk mencoba memikirkan apa yang dimaksud dengan rey yang mengatakan jika dion cemburu....


Kemudian ara tersenyum sambil berjalan lagi untuk menyusul dion yang lebih dulu berjalan ke depan rumah.....


Dion sudah berada didalam mobil dan duduk dibangku penumpang belakang, kemudian rey membukakan pintu untuk ara dan ara langsung masuk kedalam mobil lalu duduk di samping dion.....


Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan dan sedangkan kedua majikannya hanya saling berdiam diri disepanjang jalan menuju ke perusahaan.....


Ara melirik suaminya yang sedang sibuk dengan layar ponselnya dan tiba tiba ara tersenyum kecil saat mengingat ucapan Rey yang mengatakan jika dion sedang cemburu kepadanya......


Kemudian ara berniat untuk mengerjain dion yang masih cuek kepadanya dan tak berapa mobil berhenti tepat didepan gedung perusahaan.....


Setelah mobil berhenti, ara keluar lebih dulu dari mobil sebelum Rey membukakan pintu untuknya dan sedangkan dion menaikkan sebelah alisnya melihat istrinya yang keluar dari dalam mobil lalu berjalan dengan santai kedalam perusahaan tanpa menunggunya.....


"pfffttt! "... Rey menutup mulutnya yang hendak tertawa


Dion menatap tajam ke arah Rey yang menutup mulutnya dan kemudian dion segera berjalan masuk kedalam perusahaannya.....


Sedangkan Rey segera masuk kedalam mobil untuk memarkirkan mobilnya ke tempat parkir khusus petinggi.....


**


Sejak tadi pagi sampai sekarang pukul 11 siang dina melihat aneh ke arah ara yang bekerja sambil tersenyum....


Mulut dina yang sejak pagi tadi tidak berani bertanya, tetapi sekarang mulutnya gatal ingin sekali bertanya kepada ara yang tersenyum dari tadi....


"ra? "... panggil dina lirih


" ya din? "... ara menoleh ke arah dina


" apa kamu baik baik saja? "... tanya dina


" aku baik din"... jawab ara sambil tersenyum


"udah pukul 11 "... ucap ara sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya


" mau kemana ra? "... tanya dina yang melihat ara meninggalkan kursinya


Ara tidak menjawab pertanyaan dari dina karena ara berjalan sedikit cepat untuk keluar dari ruangan....


" sebenarnya ada apa dengannya? "... ucap dina sambil melanjutkan pekerjaannya

__ADS_1


Saat ini ara sedang berada didalam lift khusus yang akan membawanya menuju ke lantai 20 , dimana disana tempat ruangan dion berada......


Ara memutuskan untuk menghampiri suaminya yang sedang cemburu kepadanya tadi pagi, karena ara membicarakan tuan tian yang membuat dion cemburu......


Ting


Pintu lift terbuka dan ara berjalan keluar dari lift lalu berjalan menuju keruangan dion.....


Saat hampir sampai didepan ruangan dion, ara melihat Rey keluar dari ruangan dion dan berjalan menuju ke arahnya.....


" nona muda? "... sapa Rey


" apa kak dion sedang sibuk? "... tanya ara


" tidak nona muda"


"baiklah! terimakasih"


"sama sama nona muda"


Kemudian ara berjalan menuju ke ruangan dion dan sesampainya didepan pintu ruangan, ara mengetuk pintu lalu masuk kedalam ruangan dion.....


tok tok


ceklek


"ada apa lagi Rey? "... ucap dion tanpa mengangkat kepalanya yang sedang menunduk membaca proposal


Ara berjalan sambil tersenyum ke ara dion yang sedang fokus kepada proposalnya dan ara duduk dikursi yang tersedia didepan meja dion sambil menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.....


" ada ap.. pa"... dion menghentikan ucapannya saat mendongakkan kepalanya dan melihat ara yang sedang berada didepannya


"aku ara bukan Rey"... ucap ara sambil tersenyum


" ck! kenapa kemari? bukankah ini belum waktunya istirahat?"... tanya dion sambil menundukkan kepalanya lagi


"aku ingin melihat kakak! "... jawab ara


Dion mendongakkan kepalanya lagi ke arah ara sambil menaikkan sebelah alisnya dan ara hanya tersenyum saat ditatap oleh dion.....


" kalo lagi cemburu ternyata lucu ya"... ucap ara


"siapa yang cemburu? "... tanya dion


" itu suami aku !"


"ck! siapa yang cemburu? "... ucap dion sambil menundukkan kepalanya lagi


" tadikan udah aku jawab suami aku yang cemburu"... ucap ara sambil tersenyum


"memangnya siapa suami kamu? "... tanya dion tanpa menoleh ke arah ara


" mungkin saja Rey atau tuan tian suami aku! ".... ucap ara


Spontan jawaban ara membuat dion mendongakkan kepalanya lalu menatap tajam ke arah ara yang kini sedang menatapnya juga.....


" oh jadi kamu menyukai mereka berdua? serakah sekali! "... ucap dion


" kalo iya kenapa? gak boleh? "... ara membalas tatapan tajam dion kepadanya


Dion menutup proposalnya lalu dion meletakkan kedua tangannya di atas meja kerjanya sambil mendekatkan wajahnya ke arah ara.....


" itu sudah pasti tidak boleh istriku! ".... ucap dion sambil mencubit hidung mancung ara


" isshhh! sakit tau! "... ara mengusap hindungnya


" mangkannya jangan asal ngomong"... ucap dion


"iya maaf kak! kakak masih cemburu? "... tanya ara


" enggak! "


"kenapa? "


"kepo! "


"idih! udah bisa ngomong kepo ya sekarang"


"kan kamu yang ngajarin"


Kemudian dion berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah ara lalu dion mengajaknya untuk makan siang bersama.....


Sebelum pergi makan siang, dion mengantar ara ke ruang desain terlebih dahulu untuk mengambil tas dan setelah itu mereka berdua segera pergi untuk makan siang bersama.....


***********


***Hai Hai readersπŸ‘‹πŸ‘‹


Maaf ya beberapa hari ini tidak up πŸ™πŸ™

__ADS_1


Karena ada kepentingan yang membuat author tidak bisa up πŸ™πŸ™


JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE YA READERS 😊😊😊***


__ADS_2