
Hari ini adalah hari senin dan jalanan terlihat begitu padat karena pagi ini semua orang memulai aktifitasnya kembali.....
Begitu juga dengan dion yang kini sedang berada diperjalanan menuju ke perusahaan bersama dengan istri tercintanya dan juga bersama rey yang sedang mengemudikan mobil......
Sejak tadi dirumah sampai diperjalanan rey terus menghela nafas karena melihat kemesraan dari kedua majikannya yang duduk dibelakangnya.....
30 menit kemudian mereka sampai diperusahaan dan rey menghentikan mobilnya tepat didepan gedung perusahaan....
Kemudian rey turun dari mobil lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.....
"makasih rey? "... ucap ara setelah turun dari mobil
" sama sama nona muda"... ucap rey dengan sopan
"aku jalan duluan ya kak? "... ucap ara pada dion
" kenapa? gak perlu malu karena sekarang semua orang sudah tau tentang hubungan kita".... ucap dion sambil merangkul pundak ara
"dina menungguku disana"... ara menunjuk ke arah dalam dimana dina yang sedang berdiri menunggu ara
" kalian berdua sudah janjian? ".... tanya dion sambil menatap wajah ara dari samping
" sudah! kita berdua nanti hanya bekerja sampai pukul 10 pagi".... ara menatap wajah dion
"kenapa? ".... dion menaikkan sebelah alisnya
" soalnya nanti kita berdua mau ke kampus kak "
"ngapain? "
"ada keperluan sedikit"
"hemmmp! naik apa kamu nanti kesana? "
"mobilnya dina! udah ya aku kesana dulu? "
"baiklah! nanti kalau berangkat ke kampus kabari ya? "... dion menangkup kedua pipi ara
" iya kakak sayang".... ucap ara sambil melepaskan kedua tangan dion yang menangkup pipinya
Rey mengeryitkan keningnya sambil memijit pelipisnya yang terasa pening melihat dan mendengar perbincangan dari kedua majikannya......
'***mereka berdua benar benar sudah tidak punya malu! '.... ucap rey dalam hati sambil memijit pelipisnya
'jiwa jomblo ku meronta meronta***! '
Setelah itu ara berjalan lebih dulu untuk menghampiri dina yang menunggunya didalam gedung perusahaan dan sesampainya dihadapan dina, mereka berdua segera beranjak dari sana untuk berjalan masuk kedalam lift khusus pegawai.....
"ya ampun ra! kamu tau gak? "..... ucap dina menggebu gebu
" enggak! ".... jawab ara spontan
" ck! jangan memotong dulu deh! "
"ya udah lanjutin! "
"jiwa jombloku meronta ronta melihat kemesraan kalian berdua! "
"bikin iri semua orang kalian berdua!"
"apaan sih din! biasa aja".... ucap ara
" emmmmp! pasti kalian berdua sudah pecah telur kan? ".... dina menyipitkan kedua matanya menatap wajah ara
" apaan deh din! ".... ucap ara sambil memundurkan pelan kepala dina yang dekat dengan wajahnya
" hahaha! tuh muka kenapa langsung merah kayak tomat! ". ..... dina menertawakan ara sambil menunjuk kedua pipi ara
" mungkin aku ketebalan pakai eyeshadow tadi! "... ucap ara sambil mengusap kedua pipinya
" hahahaha! kutunggu keponakannya ra! ".... ucap dina
ting
Pintu lift terbuka dan mereka berdua segera keluar dari dalam lift lalu berjalan menuju ke ruang desain.....
Saat mereka berjalan ada beberapa pegawai yang berlalu lalang dan sikap pegawai tersebut berubah drastis kepada ara.....
Sikap mereka menjadi sopan dan dari raut wajahnya terlihat takut menatap wajah ara, padahal sebelumnya sikap mereka terlihat santai kepada ara.....
__ADS_1
" kenapa mereka jadi sopan banget sama aku ya? "... ucap ara
" mungkin mereka jadi gini karena kamu beneran istrinya presdir disini ra".... ucap dina
"tapi mereka terlalu berlebihan deh! "
"udah biarin aja! "
Tak berapa lama mereka sampai di dalam ruang desain dan pegawai yang berada didalam ruang desain juga merubah sikapnya menjadi lebih sopan kepada ara.....
Bahkan mereka tidak berani memberikan pekerjaan kepada ara, padahal biasanya setiap pagi di meja kerja ara selalu ada pekerjaan untuknya.....
Ara menghembuskan nafas sambil duduk di kursinya saat ia tidak mendapati pekerjaan di atas mejanya dan malah di atas meja kerja dina banyak sekali pekerjaan yang akan dikerjakan oleh dina.....
"huft! ".... ara menghembuskan nafas lagi
" kenapa ra? "... dina menoleh ke arah ara
" lebih baik aku ke salon aja deh! ".. ucap ara
" hah? sejak kapan kamu suka ke salon? ".... dina menaikkan sebelah alisnya
" bukankah begitu pekerjaan istri dari seorang presdir? "... ara menoleh ke arah dina
" maksudnya kamu ngambek nih karena gak dikasih kerjaan pagi ini sama mereka? ".... bisik dina
" mereka berlebihan sekali ke aku din! aku tuh gak suka diginiin".... ucap ara lirih
"ssstttt! biarin aja dulu ra"
"terus sekarang aku harus ngapain disini? "
"nih pekerjaan buat kamu! "... dina mengambil beberapa tumpukan pekerjaan di atas mejanya untuk diberikan kepada ara
Ara menerimanya lalu meletakkannya di atas mejanya dan kemudian ara membuka laptopnya untuk memulai pekerjaannya.....
**
Didalam ruangannya dion sedang disibukkan dengan tumpukan berkas yang ada di atas meja kerjanya.....
Dengan telaten dan teliti dion menganati satu persatu berkas yang ada di atas meja kerjanya......
2 jam kemudian dion sudah selesai menandatangani berkas yang sebelumnya ia baca terlebih dahulu.....
tok tok
ceklek
"permisi tuan muda? ".... ucap rey setelah berdiri tepat didepan meja kerja dion
" ada apa rey? ".... dion menatap rey
" 10 menit lagi kita akan meeting bersama para pegawai di devinisi keuangan tuan muda".... jawab rey
"apa ada masalah dengan keuangan perusahaan? "
"tidak ada tuan muda"
"lalu kita nanti mau membahas apa dengan mereka? "
"filenya sudah saya kirim ke email anda untuk anda baca terlebih dahulu tuan muda"
"oh baiklah! "
"kalau begitu saya permisi dulu tuan muda? "
"iya! "
Setelah rey pergi dari ruangannya, ponsel dion berbunyi menandakan ada pesan masuk dan dion segera mengambil ponselnya yang ada didalam saku jasnya......
Ternyata dion mendapat pesan dari ara yang memberitahunya jika ara akan segera berangkat ke kampus.....
***πara
aku sebentar lagi mau berangkat ke kampus kak
πdion
iya hati hati sayang.....
__ADS_1
πara
iya...
kakak semangat ya bekerjanya
πdion
itu pasti sayang**.....
Setelah itu dion memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jasnya dan kemudian dion membuka emailnya untuk melihat file yang sudah dikirimkan oleh rey.....
Setelah membaca isi file yang dikirimkan oleh rey, dion menutup laptopnya lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya untuk menuju ke ruang meeting......
Begitu juga dengan rey yang saat ini masih membereskan meja kerjanya dan juga menutup laptopnya sebelum ia keluar dari ruangannya untuk menuju ke ruang meeting....
Saat berjalan menuju ke ruang meeting, tak sengaja rey bertabrakan dengan dina dan jantung mereka berdua berdetak secara bersamaan.....
buk
"awwww! "... ucap dina sambil memegang pundaknya sebelah kanan
" maafkan saya yang terburu buru"... ucap rey sambil mendongakkan kepalanya
"asisten rey! "
"nona dina! "
Ucap mereka berdua secara bersamaan dan saat itu juga jantung mereka berdua berdetak dengan cepat secara bersamaan.....
"maafkan saya nona dina? ".... ucap rey sambil menganggukkan kepalanya dengan sopan
" tidak apa apa asisten rey"... ucap ara
"pasti itu terasa sakit ya? "
"sakit sedikit saja"... jawab dina sambil tersenyum
" sekali lagi saya minta maaf karena saya terlalu buru buru berjalan".... ucap rey
"iya tidak masalah! "
"kalau begitu saya permisi dulu nona dina? "
"oh iya silahkan asisten rey"
Kemudian rey berjalan meninggalkan dina yang masih berdiri di sana sambil mengusap pundaknya yang masih terasa nyeri.....
"kenapa jantungku jadi berdetak tidak normal begini ya? "... ucap dina sambil berjalan
"apa aku perlu memeriksakan jantungku ya? "
"ah iya aku harus memeriksakan nya! "
Dina berjalan dengan cepat karena ia menyadari jika ara sudah menunggunya sejak tadi di tempat parkir dan dina sudah menebak jika saat ini ara sedang menggerutu karena dirinya tak kunjung menghampiri ara.....
"maaf ra aku terlambat! "... ucap dina setelah sampai ditempat parkir
" lama amat buang airnya! "... ucap ara
" maaf ra! tadi pas jalan gak sengaja aku bertabrakan dengan asisten rey"
"terus kalian ngobrol? "
"enggak ra! aku tuh tadi di toilet memang agak lama"
"alesan aja! ayo berangkat! "
Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil dina dan setelah itu dina segera mengemudikan mobilnya untuk menuju ke kampus.....
Diperjalanan menuju kampus dina menceritakan hari kemarin saat ia menghabiskan weekend bersama rey dan ara hanya mendengarkan saja tanpa mengeluarkan suaranya......
Karena dina kalau sudah asyik bercerita tidak memberikan kesempatan orang yang mendengarkan ceritanya untuk mengeluarkan suaranya ......
***************
hai Hai readers πππ
__ADS_1
segini dulu ya up hari ini, besok dilanjut lagi π€
Jangan lupa like dan komen yang positif ya πππ