
Keesokan paginya ara bersama dion sedang menikmati sarapan bersama dan sesekali dion menyuapi istri kecilnya makan....
Sekarang sudah jadi kebiasaan dion yang sering menyuapi ara saat mereka sedang makan bersama dan bahkan kini ara sudah tidak malu lagi saat di suapi oleh suaminya di depan umum.....
Para pelayan yang berdiri tak jauh dari meja makan tersenyum saat melihat keromantisan yang tercipta dari dion dan juga ara.....
Selesai sarapan mereka berdua bergegas berdiri dari kursi masing masing dan mereka berjalan keluar dari rumah....
Didepan rumah sudah ada rey yang sedang berdiri di samping mobil untuk menunggu kedua majikannya keluar dari rumah.....
Tak berapa lama kedua majikannya berjalan keluar dari rumah dan rey segera berdiri tegap untuk menyambut mereka berdua.....
"selamat pagi tuan muda dan nona muda?".... sapa rey
" pagi rey! "... jawab ara
Setelah itu rey membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya dan setelah kedua majikannya masuk kedalam mobil, rey juga segera masuk kedalam mobil dibagian kemudi.....
Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena pagi ini jalanan belum terlihat padat seperti biasanya......
30 menit kemudian mereka sudah sampai di perusahaan dan kini dion berajalan masuk kedalam gedung perusahaan sambil menggandeng tangan ara.....
Jantung ara berdetak dengan cepat karena semua pegawai kini memandang ke arahnya dan ara tau jika sebagian pegawai dari mereka ada yang tidak suka dengannya.....
Dion yang mengetahui hal tersebut malah merangkul pinggang ara dengan erat, tetapi mata dion melirik rey untuk memberi isyarat dan rey langsung menganggukkan kepalanya.....
Dion bersama ara berjalan masuk kedalam lift khusus dan sedangkan rey berjalan menghampiri para pegawai yang sedang bergosip soal hubungan ara dan dion.....
**
Dina didalam ruang desain sedang gelisah menunggu kehadiran ara dan dina takut jika ara merasa tidak enak hati saat mendengar gosip dari para pegawai di perusahaan ini.....
Tak berapa lama ara masuk kedalam ruang desain dengan ekspresi wajah yang ceria dan ara menyapa pegawai yang ada didalam ruangan desain.....
"pagi dina? "... sapa ara sambil duduk di kursinya
" kau baik baik saja ra? ".... tanya dina sambil menyipitkan matanya
" memangnya kenapa din? "... ara menaikkan sebelah alisnya
"kamu gak papa denger gosip itu? "... tanya dina
" aku gak papa dina sayang! "
"beneran? "
"beneran din! memangnya kenapa sih? "
"aku kira kamu bakalan sedih"
"aku gak sedih din, lagian sekarang hubunganku sama kak dion gak perlu lagi di tutup tutupin kayak dulu"
"jadi kalian berdua bakalan ngumumin pernikahan kalian? "
"iya! tapi kita rencana gelar resepsi nanti kalo aku sudah lulus kuliah"
"syukurlah! oh ya mana oleh oleh untukku? "... dina menengadahkan kedua tangannya ke ara ara
"kirain lupa! "
Kemudian ara memberikan paperbag kepada dina dan ara juga membagikan bingkisan pada semua pegawai yang ada didalam ruang desain....
Semua pegawai berterimakasih kepada ara dan mereka juga mendukung hubungan ara dengan dion, mereka juga berharap ara segera mendapatkan momongan .....
Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaannya masing masing, begitu juga dengan ara dan dina yang mulai bekerja.....
"gimana ra? sudah pecah telor belum? "... bisik dina
" hah? pertanyaanmu selalu aneh aneh! "... ara menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan aneh dari dina
" yeeee! sekarang main rahasiaan nih! "
"biarin! "
"eh ra! nanti makan siang ada yang mau aku ceritain ke kamu"
"apa? "
__ADS_1
"nanti aja! tapi kamu nanti makan siang bareng suamimu gak? "
"kayaknya enggak deh! dia ada meeting"
"sekarang sering meeting ya suamimu? "
"maklum pengusaha! "
hahahaha
Mereka berdua tertawa bersama dan setelah itu mereka berdua menutup mulut karena semua pegawai yang ada didalam ruangan desain menoleh ke arah mereka berdua....
Ara segera mengajak dina untuk melanjutkan pekerjaannya dan beberapa menit kemudian didalam ruangan desain terlihat sangat sunyi, karena semuanya sedang fokus dengan pekerjaan masing masing.....
**
Pukul 12 siang dion bersama rey sedang makan siang dengan rekan kerjanya di salah satu restauran , karena setelah makan siang dion akan meeting bersama rekan kerjanya itu.....
Sebenarnya tadi dion sudah mengajak ara untuk makan siang bersama dengannya dan ara juga boleh mengajak temannya yang bernama dina.....
Tetapi ara menolaknya karena ia tidak mau mengganggu dan merepotkan dion saat bersama dengan rekan kerjanya.....
Padahal sebenarnya dion sangat rindu dengan ara, karena dari mulai pagi pukul 8 sampai sekarang dion belum bertemu dengan ara.....
Sedangkan ara saat ini sedang makan siang bersama dina di restauran yang berada di seberang perusahaan milik dion.....
Sambil menikmati makanan mereka mengobrol dan dina menceritakan yang ingin ia ceritakan kepada ara.....
"ra? "... panggil dina
" ada apa din? "... ara menatap dina yang duduk di depannya
"semalam tina menelfonku"
"oh ya? gimana kabarnya disana? "... tanya ara dengan antusias
" dia baik baik aja ra! tapi... "
"tapi kenapa? "... ara menaikkan sebelah alisnya
"kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi padanya? "
"tina dijodohin ra disana"
"dijodohin? bukannya tina disana ikut tantenya? "
"awalnya iya ra, tapi setelah itu orang tuanya nyusul kesana buat jodohin tina"
"terus? "
"ya terpaksa tina mau dan kamu tau gak siapa suaminya? "
"siapa memangnya? "
"kak brian"... jawab dina
" hah? serius kamu? "... ara menatap wajah dina
" iya ra! "
"terus mereka sekarang stay disana gitu? "
"katanya sih gitu ra, tapi gak tau nantinya"
"hmmmm! semoga aja pernikahan mereka langgeng"
"iya ra! "
Setelah itu mereka berdua melanjutkan menikmati makanannya hingga makanan mereka habis tak tersisa.....
Kemudian mereka berdua memutuskan untuk kembali ke perusahaan dan saat berjalan masuk kedalam gedung perusahaan, tangan ara tiba tiba ditarik.....
"hah? "... ara kaget dan melihat siapa yang menarik tangannya
" kak dion? "... ucap ara
" kenapa? "... dion menatap ara tanpa melepaskan genggaman tangannya
__ADS_1
" kenapa narik narik tangan sih? "
"reflek! "
Dina dan rey hanya cuek saja mendengar ucapan pasangan tersebut, karena percuma juga mereka mengeluarkan suara tetapi tidak bakalan di anggap oleh dion maupun ara.....
Dina lebih memilih untuk berjalan cepat meninggalkan mereka yang masih di depan resepsionis dan rey menghela nafas kasar saat melihat dina yang berjalan cepat lalu masuk kedalam lift khusus pegawai.....
"tuh lihat! dina jadi ninggalin aku! "... ucap ara dengan kesal
" aku antarin aja"... ucap dion
"gak... gak perlu! "
"kenapa? "
Ara memberikan isyarat pada dion melalui matanya jika semua pegawai yang ada disana sedang melihat ke arah mereka berdua dan kemudian dion berdehem.....
"ehemp! "
Sekali dion berdehem langsung semua pegawai yang ada disana langsung berhamburan pergi dan hal tersebut membuat ara menaikkan sebelah alisnya......
'***hanya dia berdehem saja semuanya langsung pergi! '.... ucap ara dalam hati***
Setelah itu dion menggandeng tangan ara dan mengajaknya untuk berjalan menuju ke dalam lift khusus.....
Sebelum dion melangkahkan kakinya, dion menyuruh rey untuk kembali ke ruangannya lebih dulu dan rey langsung menganggukkan kepalanya......
Didalam lift dion menatap wajah ara dari samping sambil tersenyum dan sedangkan ara yang tatapannya lurus kedepan tidak mengetahui jika dion menatapnya dari samping.....
"suaminya disini malah lihatnya lurus kedepan! "... ucap dion
" biar gak nabrak! ".... ucap ketus ara tanpa menoleh
"gak usah malu gitu dong"
"gimana gak malu coba? semuanya jadi canggung ke aku gara gara mereka tau aku suami kakak! "... ara menatap ke wajah dion
" terus kamu maunya gimana sayang? "... dion mengusap lembut pipi ara dan sebelah tangannya mengusap tangan ara
" gak tau! "
"kok gak tau sih? ".... dion mengeryitkan keningnya
"aku jadi gak nyaman gitu kak berada disini"
"kamu nyamannya dimana? "
ting
Belum sempat ara menjawab pertanyaan dari dion, pintu lift sudah terbuka dan hal itu membuat ara kaget.....
Dengan reflek ara menjauhkan dirinya dari dion dan sedangkan dion hanya tersenyum melihat tingkah lucu dari istri kecilnya tersebut......
"aku keruangan dulu kak"... ucap ara
" iya sayang"
"sssttt! "... ara melotot ke arah dion
Dion hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat ke arah ara yang sedang berjalan menjauh darinya......
" kenapa aku bisa jatuh cinta dengannya? "... ucap dion sambil menggelengkan kepalanya
Kemudian dion menutup kembali pintu lift dan memencet tombol untuk menuju ke ruangannya.....
Sedangkan ara berjalan menuju ke ruang desain sambil menggeruru karena semua pegawai sekarang canggung kepadanya dan ara jadi merasa tidak hati.....
***********
Hai Hai readersπππ
Maaf ya baru up sekarang ππ
Aouthor beberapa hari ini sangat sibuk π
Semoga para readers tetap suka ya sama karya author yang gak seberapa ini ππ
__ADS_1