Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
77


__ADS_3

Jam makan siang pun tiba, dion merapikan meja kerjanya dan mengajak ara untuk makan siang....


"kita istirahat dulu ra"... ucap dion


" iya kak bentar"


"memangnya sudah selesai? "... tanya dion


" dikit lagi selesai kak"... jawabnya


"oh ya? "... dion mengeryitkan keningnya mendengar jawaban dari ara


Selesai membereskan meja kerjanya, dion berjalan menghampiri ara yang masih sibuk mengerjakan laporan ....


Sesampainya di sofa dion menatap lekat wajah ara yang serius mengerjakan laporan tersebut.....


" yess! selesai"... ucap ara dengan perasaan senang


"sudah selesai semuanya? "... tanya dion sambil mengeryitkan keningnya


" iya sudah selesai semuanya"... jawab ara


"coba aku lihat dulu! "... dion mengambil laporan yang sudah dikerjakan oleh ara


Dion membulatkan matanya saat membaca hasil dari pekerjaan ara dan dion sangat takjub sekali dengan kecerdasan yang dimiliki oleh ara.....


Padahal ara masih mahasiswi tetapi ia mampu mempelajari laporan yang menurut dion sedikit rumit, mungkin karena biasanya laporan tersebut dikerjakan oleh rey....


" gimana kak? "... tanya ara dengan perasaan was was


" lumayan"... jawab dion sambil meletakkan laporan di atas meja


"lumayan apa? "


"lumayan bagus! "


Kemudian dion menggandeng tangan ara dan mengajaknya berjalan keluar dari ruangannya.....


"tapi belum aku beresin kak"... ucap ara


" tidak masalah! "... ucap dion sambil terus berjalan


" tapi jangan gandengan gini dong kak"... ucap ara sambil melirik tangannya yang sedang di gandeng oleh dion


"memangnya kenapa? "


"nanti para pegawai curiga"


"tidak masalah! "


"hah? "... ara membulatkan matanya


Mereka berdua terus berjalan sampai keluar dari gedung perusahaan dan dari tadi semua pegawai melihat dion yang menggandeng tangan ara.....


Seaampainya di depan gedung perusahaan, ara melihat tuan tian yang sedang berada didalam mobil dengan posisi kaca mobil yang terbuka....


" ada apa? "... tanya dion saat menyadari ara berhenti berjalan


" itu kenapa tuan tian kesini? "... tunjuk ara pada mobil sport


" apa kalian ada janji? "... tanya dion sambil menatap ara


" tidak! "... jawab ara sambil menggelengkan kepalanya


Tak berapa lama mereka melihat tuan tian melambaikan tangan dan ara membulatkan matanya saat melihat tuan tian yang sedang melambaikan tangan pada diana mantan kekasih dion.....


Kemudian ara menoleh ke arah dion yang ekspresi wajah dion datar saat melihat pemandangan tersebut....


'kenapa ekspresi wajahnya datar aja ya? '... ucap ara dalam hati


Kemudian dion menarik tangan ara dan mengajaknya berjalan menuju ke tempat parkiran khusus petinggi....


Ara baru teringat jika tadi pagi dina memberitahunya soal tuan tian yang mengantar teman wanita yang bekerja disini dan ternyata wanita itu adalah diana mantan kekasih dion.....


Saat berada didalam mobil, ara melirik dion yang sepertinya wajahnya tidak menandakan adanya kecewa ataupun cemburu.....


'***masak dia gak cemburu sih? '.... ucap ara dalam hati


'meskipun mantankan tapi biasanya masih ada perasaan***'


Ara yang sibuk dengan fikirannya sendiri tidak menyadari jika saat ini ia sudah berada di depan restauran....


"kau mau disini saja? "... suara dion terdengar sangat nyaring ditelinganya


" hah? kita sudah sampai ya? ".... tanya ara dengan perasaan yang sedikit kaget


Dion tidak menjawabnya, malah dion langsung turun dari mobil dan kemudian ara menyusulnya.....

__ADS_1


**


Di restauran lain tuan tian bersama diana sedang menikmati makan siang bersama sambil ngobrol.....


"bagaimana perasaanmu saat ini? "... tanya tuan tian sambil tersenyum


" jauh lebih baik"... jawab diana sambil tersenyum


"berarti sudah tidak lagi berfikiran untuk bunuh diri lagikan? "... goda tuan tian


" hmmm! jangan bikin aku malu deh"... ucap diana


"maaf maaf... hehehe"


"apa tidak masalah kamu mengajakku makan siang berdua gini? "... tanya diana


" memangnya kenapa? "


"aku takut kalo kekasihmu tau"


"ck! aku tidak mempunyai kekasih"


"masak? "


"iya! sebenarnya aku menyukai seorang gadis tetapi sepertinya tidak akan mungkin bisa menggapainya"


"maksud kamu? "


"kamu taukan nona muda ara adiknya tuan muda dion? "


"yang saat ini magang di perusahaannya bukan? "


"iya"... tuan tian menganggukkan kepalanya


" jadi kamu menyukainya? ".. tanya diana


" siapa sih yang tidak menyukai gadis yang seperti dia? "... ucap tuan tian sambil tersenyum


"tapi kenapa kamu bilang gak bisa menggapainya? "... tanya diana sambil mengeryitkan keningnya


" sepertinya dia dilarang oleh kakaknya untuk dekat denganku! karena sudah beberapa hari ini dia tidak merespon pesan ataupun telfon dariku"


"apa kau yakin mereka kakak beradik? "


"maksud kamu? "... tuan tian menatap diana sambil menaikkan sebelah alisnya


"ya wajar sajakan kakak adik bergandengan tangan? "


"tetapi dia itu adik dari mana coba? setau aku tuan besar itu orangnya setia banget "


"hmmm! sebenarnya aku juga sedikit curiga karena saat aku bicara dengannya, tuan muda dion raut wajahnya seperti marah gitu"


"tapi kamu serius suka sama nona muda? "... tanya diana lagi


" iya! kenapa? "


"gak papa sih"


"kamu cemburu ya? "


"enggaklah! masak kamu menyukai mahasiswi? "


"gak papa kan? "


"kalo gitu aku bantuin kamu "


"maksudnya? "


"ya aku akan cari tau dulu sebelum membantu kamu untuk dekat dengan nona muda"


"maksudnya kamu mau cari tau apa dia benar adik tuan muda gitu? "


"iya"


"baiklah! "


Setelah itu mereka melanjutkan makannya hingga makanan mereka habis tak tersisa....


Setelah makanan mereka habis, mereka segera pergi dari restauran tersebut karena jam istirahat hampir habis....


**


Setelah makan siang dion bersama ara tidak kembali ke perusahaan, melainkan mereka menuju ke lokasi yang akan dibangun pusat pembelanjaan....


Dan tempat itu adalah dari kerjasama perusahaan dion bersama perusahaan tuan tian....


Saat dion bersama ara berdiri menatap para karyawan yang sedang membangun lokasi tersebut, tiba tiba tuan tian datang dari arah belakang mereka....

__ADS_1


"selamat siang tuan muda dan nona muda? "... sapa tuan tian


" maaf saya terlambat"... lanjutnya


"tidak masalah! "... ucap dion


Setelah itu dion bersama tuan tian membahas pembangunan lokasi tersebut yang sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu....


Sedangkan ara menunggu mereka berdua dia bangku yang tersedia dilokasi tersebut....


" disini panas sekali! "... ucap ara sambil mengikat rambutnya


Tak berapa lama tuan tian menghampirinya dan sedangkan dion berjalan melihat lokasi yang sedang dibangun.....


" kau adik yang patuh ya ternyata? "... ucap tuan tian sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya


" maksudnya? "... ara menoleh ke arah tuan tian


" ya kamu menemani kakak kamu kemana aja"


"hemmm! biasa aja"


"apa kamu dilarang olehnya untuk berteman denganku? "


"enggak kok kak"


"lalu kenapa tak pernah menjawab telfon dariku? "


"pesan dariku juga kau abaikan"... lanjutnya


" males aja kak"


"hah? males? "... tuan tian mengeryitkan keningnya sambil melihat ke arah ara yang sedang menatap lurus kedepan


" ya maaf kalo aku suka mengabaikan! karena aku kalo dirumah jarang pegang ponsel"


"hmmm! "


"oh ya kamu kok bisa kenal dengan nona diana? "


"kita gak sengaja kenal"


"kamu menyukainya ya? "


"enggak! "


"suka juga gak papa"


"memangnya tidak masalah? "


"maksudnya? "


"kamu gak tau kalo diana mantan kekasih kakak kamu? "


"emmm... tau sih"


"ya itu masalahnya"


"kan gak papa kalo kak tian suka sama diana"


"aku takut kakakmu cemburu"... bisik tuan tian


" dia tidak cemburu"


"kok kamu tau? "


"tadi dia melihat kalian berdua saat mau pergi makan siang, ekspresi wajahnya biasa aja"


"tapi siapa tau dalam hatinya sedang terbakar? "


"bicara apa kalian? "... suara dion tiba tiba terdengar


" ehhh... tuan muda sudah kembali"... ucap tuan tian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"ayo kita kembali ke perusahaan! ".... dion menarik tangan ara


" kita permisi dulu tuan tian! "... pamit ara pada tuan tian


" baiklah nona muda".... ucap tuan tian


Setelah mereka berdua pergi dari lokasi tersebut, tuan tian duduk di kursi yang tadi diduduki oleh ara....


Kemudian tuan tian mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan tuan tian sedang mengetikkan sesuatu dilayar ponselnya.....


********


***Segini dulu ya upnya 🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yang baik baik ya ,, suapaya author lebih semangat lagi untuk up episode selanjutnya ☺☺☺***


__ADS_2