
Dion mengetuk pintu kamar hotel rey dan tak berapa lama rey membuka pintu lalu menyuruh dion masuk kedalam......
"ada yang bisa saya bantu tuan muda? "..... tanya rey setelah menutup kembali pintu kamar hotel
" kenapa kamu tidak makan malam? "... dion balik bertanya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya
" saya tidak lapar tuan muda".... jawab rey
Dion menaikkan sebelah alisnya lalu kemudian dion berjalan menuju ke sofa yang tersedia didalam kamar hotel tersebut dan setelah itu dion duduk disofa tersebut.......
"apa kau bertemu dengan jeni? ".... tanya dion dan rey langsung menatapnya
" darimana tuan muda mengetahuinya? "..... rey balik bertanya sambil berjalan ke arah dion
" aku tadi juga bertemu dengannya! ".... jawab dion sambil menyisir rambutnya kebelakang menggunakan jari tangannya
" apa nona muda mengetahuinya tuan muda? ".... tanya rey dan dion menggelengkan kepalanya
Rey menghela nafas lega saat dion menggelengkan kepalanya......
" tetapi kita harus segera memberitahu kepada pasangan kita masing masing rey! "
Ucapan dion membuat rey membulatkan kedua matanya, karena ia tidak menduga jika dion akan berkata seperti itu......
"tapi tuan muda, saat ini nona muda sedang hamil dan kalau mendengar kabar ini apa nona muda akan baik baik saja? "
"entahlah rey! ".... dion menaikkan kedua bahunya
" seandainya hari ini dan seterusnya dia tidak muncul di hadapan kita, mungkin sudah ku kubur dalam dalam".... lanjut dion
"tapi jika kita tetap diam, cepat atau lambat pasangan kita akan mengetahuinya dan hal itu akan membuat mereka kecewa dengan kita".... jelas dion lagi
" itu juga yang saya khawatirkan saat ini tuan"... ucap rey
"dengan siapa jeni berkunjung kesini? "... tanya dion
" saya tidak tahu tuan muda, tadi kita ketemu juga tidak sengaja".... jawab rey
"kamu harus tetap bersikap biasa saja rey! terutama pada dina".... ucap dion lalu beranjak dari tempat duduknya
" aku akan jujur kepada ara, meskipun hal ini membuatnya sedih"..... ucap dion lagi
"aku harap kamu juga segera menceritakan kepada dina"
Setelah mengucapkan itu dion beranjak dari kamar hotel rey dan disepanjang jalan saat ini pikiran dion sangat penuh dengan wanita yang bernama jeni ......
Siapakah wanita yang bernama jeni dan apa hubungan dion serta rey dengan jeni???
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
Dion membuka pintu kamar hotelnya dan dion melihat istrinya sedang menonton televisi sambil duduk di sofa yang tersedia didalam kamar......
Dion tersenyum sambil berjalan menuju ke arah istrinya dan sesampainya di dekat istrinya, dion segera duduk di samping ara.....
"kak dion... udah kembali? "... ucap ara memandang wajah dion sambil tersenyum
" sudah sayang".... jawab dion sambil mengusap lembut pucuk kepala ara
"bagaimana dengan rey kak? apa dia baik baik saja? "..... tanya ara sambil mengubah posisinya menghadap ke arah dion
" rey baik baik saja sayang".... jawab dion
Ara menyipitkan kedua matanya melihat ke kedua mata dion yang sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi ......
"kenapa begitu ekspresinya? "... tanya dion sambil mengusap kedua pipi ara
__ADS_1
" apa ada sesuatu yang terjadi pada kalian berdua? ".... tanya ara sambil memegang kedua tangan dion yang saat ini mengusap kedua pipi ara
Dion hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah wajah ara yang saat ini sedang menatapnya......
" kak, apa aku ini tidak penting untuk kakak? ".... tanya ara
" kamu adalah prioritas utamaku sayang".... jawab dion
Ara menggenggam kedua tangan dion sambil menatap lekat di kedua mata dion yang saat ini juga sedang menatapnya.....
"kalau aku prioritas utama kakak, apapun itu kakak tidak boleh menyembunyikan apapun dariku".... ucap ara
" sayang.... sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu"..... ucap dion
"apa kak? "
"kamu ingat tadi pagi di pantai aku bertemu dengan seorang wanita? ".... dion menatap wajah ara yang sedang berfikir
" oh... clien kak dion".... jawab ara
"sebenarnya dia bukan clien kakak sayang"..... ucap dion dan seketika ara melepaskan genggaman tangannya dari kedua tangan dion
" lalu dia siapa kak? ".... tanya ara lirih
"dia wanita yang pernah kakak dan rey sukai sejak kita SMP sampai lulus kuliah".... jawab dion
Kedua mata ara membulat sempurna mendengar jawaban dari dion dan kemudian dion menggenggam kembali kedua tangan Ara.....
" tetapi itu dulu sayang, sekarang sudah tidak".... ucap dion
"tetapi jeni tidak mengetahuinya sayang, karena kita berdua tidak pernah mengungkapkannya"
"kenapa kalian tidak mengungkapkannya? "... tanya ara
" karena kakak sudah dijodohkan dengan kamu sejak kakak lahir didunia".... jawab dion
" percayalah jika perasaan itu semua sudah hilang dan kita semua sudah bahagia dengan pasangan kita masing masing"..... ucap dion
Ara menatap dalam kedua mata dion dan ara menemukan sebuah kejujuran dari dion, tetapi dihati kecil ara sedikit sakit.....
Karena saat dion mengatakan yang sebenarnya dengan tersenyum dan apalagi saat dion menyebutkan nama jeni......
'mungkinkah sebenarnya perasaan itu masih ada untuknya? meskipun hanya sedikit'..... ucap ara dalam hati
"sayang? "... panggil dion
" hah... iya kak".... jawab ara sambil tersenyum
"kamu baik baik saja? "..... tanya dion dan ara mengeryitkan keningnya
" aku baik baik saja! sudah malam sebaiknya kita segera tidur kak".... jawab ara sambil berjalan menuju ke ranjang
"besok pagi pagi kita pulangkan? ".... ucap ara
" iya sayang... aku cuci muka dulu ya? "
"iya kak"
Ara merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan setelah itu ara mengusap lembut perutnya yang sudah kelihatan membuncit .....
Ara menatap dalam ke pintu kamar mandi yang baru saja tertutup dan dalam hatinya ara berkata sendiri .....
'aku percaya penuh kepadamu '.... ucap ara dalam hati
Kemudian ara memejamkan kedua matanya dan tak berapa lama ia pun tertidur dengan pulas, karena lumayan lama ara menunggu dion yang mengatakan jika dia sedang mencuci wajah.....
15 menit kemudian dion keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menghampiri ara yang sudah tertidur dengan pulas.....
__ADS_1
Dion naik ke atas ranjang dan setelah itu dion memeluk istrinya yang sedang menghadap ke arahnya......
Dion menciumi wajah ara dengan penuh kasih sayang, sehingga membuat ara menggeliat ......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya pukul 6 pagi rombongan dion lebih dulu meninggalkan hotel .....
Di sepanjang jalan didalam mobil hanya terdengar suara musik dan juga suara mesin mobil.....
Dina beberapa kali melirik bangku belakang tempat dion bersama ara duduk, dan dina melirik rey dari samping yang sedang mengemudikan mobil.....
Sedangkan dion yang belum menyadari dengan perubahan sikap ara yang biasanya banyak bicara menjadi pendiam......
Karena saat ini dion sedang disibukkan dengan laptop yang saat ini sedang berada di pangkuannya.......
Ditengah perjalanan dion menutup laptopnya dan kemudian melihat ke sampingnya yang ternyata ara sedang tertidur sambil menyenderkan kepalanya pada bangku dengan kedua tangannya dilipat didepan dada......
Kemudian dengan perlahan dion meletakkan kepala ara pada pundaknya, tetapi hal tersebut membuat ara terbangun......
"tidurlah kembali sayang"... ucap dion sambil mencoba meletakkan kembali kepala ada pada pundaknya
" emmm! ".... ara menjauhkan kepalanya dari pundak dion
" kenapa sayang? "... tanya dion sambil memegang dagu ara agar menghadap ke arahnya
" aku terlalu banyak tertidur"... ucap ara sambil membenarkan duduknya
"apa kamu baik baik saja sayang? "... tanya dion lagi
" aku baik"... jawab ara sambil menoleh ke luar jendela
Kemudian dion menggenggam tangan ara dan meletakkan di pangkuannya sambil dion menatap di luar jendela......
Tak berapa lama ara menoleh ke arah dion yang sedang menatap luar jendela menikmati pemandangan yang indah......
Sementara itu dari tadi dina memerhatikan bangku belakang dan dina hanya menerka nerka jika kedua orang di belakangnya sedang tidak baik baik saja......
Karena dina mengenal betul bagaimana sikap dan sifat ara lebih dulu dibandingkan dengan dion.......
Pukul 10 pagi mobil sudah sampai dihalaman rumah dion dan rey memberhentikan mobil tepat didepan rumah.......
Tanpa menunggu dion membukakan pintu, ara keluar lebih dulu dan hal tersebut membuat dina mengeryitkan keningnya......
Setelah semuanya turun dari mobil, ara berpamitan untuk masuk kedalam rumah......
"aku masuk dulu ya din? mau istirahat didalam"... ucap ara sambil berjalan
" iya bumil".... jawab dina
"oh iya din... lain kali aku ingin main ke apartemen kamu"... ucap ara sambil menoleh ke arah dina
" oke! "... ucap dina
Sedangkan dion dan rey saling pandang saat ara berkata ingin main ke apartemen dina, pemandangan tersebut tak luput dari pandangan dina......
'***sepertinya memang sedang terjadi sesuatu'.... ucap dina dalam hati
'sepertinya juga rey mengetahuinya***! '
Setelah barang barang dion bersama ara diturunkan dari bagasi mobil, rey dan dina pamit untuk pulang.....
Saat diperjalanan menuju ke apartemen dina mengamati wajah rey dari samping , tetapi dina belum menemukan yang sedang ia cari.....
Rey yang sadar diperhatikan oleh dina langsung menoleh ke arah dina dan dina kemudian tersenyum manis......
Setelah itu dina menatap lurus kedepan dan tak lama kemudian dina pun tertidur karena setelah liburan badannya terasa lelah sekali......
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...